Selasa, 12 Januari 2016

Semak Belukar

Hai angkasa...
Dan wahai bintang kejora.
Kaulah jadi saksi atas semua jerih payah.
Yang tercurah limpahkan.
Bahkan habis terkuras dalam menempa kualitas.
Dalam lingkup regenerasi segitiga alam.
Lagi, aku abdikan diri dan logi ini.

Hai udara...
Kau adalah saksi atas kelelahan ini.
Berjalan dan temukan, bahkan tergelincir lalu hilang.
Atau sejenis gelombang yang menghempas daratan.
Huhh, sandiwara....
Semua tertulis namun tak berbentuk aksara bahkan gambar.
Begitulah perasaan...

Penjelajahan....
Jika aku berbicara tentang materi.
Ada teori yang disebut "tarian mendaki",
Teknik penolakan gravitasi yang sering aku pakai.
Dan lalu ku amalkan.
Lalu berjalan melewati rawa, dan kembali melewati sungai.
Ngarai....
Ku tembus rimba belukar hingga kutemukan jalan keluar.
Dan kabut yang menyelimuti hutan penuh kebuasan.
Dan jentik air yang basahi daun pepohonan.
Akankah semua terganti?...
Dan akankah ini terkendali?...