Kamis, 25 Maret 2021

Pagi Ini

Di satu pagi yang sejuk juga cerah. Aku terduduk diam termenung. Di atap rumah dengan segudang kecemasan. Senandung yang masih kulihat damai. Bersuara kicau burung... Aku tau semesta sedang rencanakan sesuatu. Namun aku tak tau esok. Begitu besar tanda tanya di kepala ini. Yang pasti aku harus bergegas... Mengambil sampel terburuk adalah caraku. Namun hati ini belum siap menerimanya. Bahkan bila terjadi ini amatlah buruk. Diantara pikiran yang berat. Ada jiwa yang berkorban sehat. Dari segala dinamika politik kerja. Aku merasa akan jadi korban disini. Aku yakin semesta akan berikan jalan terbaik lagi. Namun aku tak yakin akan diriku. Jakarta, 25 Maret 2021 06:18 A.M. Gamal Johanes Perdana

Selasa, 23 Maret 2021

Sagiku

 Aku punya 2 sagi yang terus memutari duniaku, keduanya punya emosi yang tidal stabil Dan hanya aku yang mampu membuatnya tenang. Kehadiran mereka berdua sangat mewarnai kehidupanku. Menghidupkan duniaku Dan sangat menghibur jalan hidupku. Keluarga kecil ini adalah aset berhargaku satu satunya di dunia ini. Aku sangat mencintai mereka berdua, satu atap memiliki tanggal lahir yang sama ketiganya. 

Pagi itu, segelas kopi yang ku terima saat aku ada di kebun kecilku, itu adalah hal terindah dan terdamai. Kehidupan yang penuh dengan cinta yang selalu dirimu panah untukku setiap waktunya. Tak ada lagi waktu sedih hingga aku lupa bahwa aku memiliki hobi menulis. Memang sejauh ini aku hanya akan menulis ketika aku sedih. Hidupku indah bersama kalian bertiga.

Semoga tuhan selalu memberkati keluarga kecil ini. Gamal, Tyas, Cikal, Obes.



Jakarta, 23 Maret 2021

04:37 A.M.

Gamal Johanes Perdana