Minggu, 20 Juni 2021

Sepasang Bola Mata

Pagi itu menggambarkan 7 keindahan semesta. Aku menemui sepasang bola mata yang indah. Diantara sindoro, sumbing, dan kembang. Memandang kearahku. Dengan sejuta gelak tawanya yang legar. Dialah cinta yang kuagungkan. Wanita yang ku pilih hidup dan mati. Yang membawakanku secangkir teh hangat. Dan memandang pagi bersama. Pada ketinggian 2550 mdpl. Yah, aku memilikinya sekarang... Dantara hamparan luas sabana yang sejuk. Aku melihatnya terbit bersama mentari. Dan segala keceriaannya. Serta kebahagiaannya. Menghapuskan lelah yang ku derita. Aku punya dirinya yang kuharapkan selama ini. Di sunrise camp patak banteng. Kala itu, Prau membuka mataku satu akan dirinya. Tentang perjalanan panjang ini. Tentang perjuangan aku dengannya... Tentang 4 tahun aku mengenalnya. Memo : prau, 01 juni 2021 jakarta, 20 juni 2021. 04:08 A.M. Gamal Johanes Perdana

Menanti Pagi

Berada di penghujung ilusi... Oh pagiku yang sunyi. Mengantarku pada sejuta ingatan. Dimana kala itu hatiku sangatlah berbunga. Akan Peluknya... Yang lalu menenggelamkan perasaan ini. Pada penantian panjang. Dan kesunyian pagi ini yang bertanggung jawab... Dengan secangkir teh melati... Dengan suara haru musik yang ku putar. Dan ekstrak nepetalactone yang ku hisap. Diantara segala kefrustasian yang aku benci. Aku hidup dalam intuisi yang tercipta. Aku punya sejuta ingatan yang ingin ku musnahkan. Tapi semesta berkata lain atas otak ini. Mudah mengingat dan sulit melupakan... jakarta, 20 juni 2021 03:51 A.M. Gamal Johanes Perdana

Rabu, 16 Juni 2021

Potret Perjalanan

Oh, jadi seperti itu yah kita.
Pagi ini...
Galeri gawaimu mengingatkanku.
Akan perjalanan panjang kita.
Banyak hal yang ku lupakan.
Hingga detik ini...
Memo itu membuka pikiranku.

Album itu membawaku kembali ke masa lalu.
Setelah aku mengingatnya...
Kisah kita penuh cerita.
Penuh perjalanan...
Hal itu dari deret penjelajahan yang kita lewati.
Aku ingat...

Mencari jalan, tersesat, tertawa, tersandung...
Segalanya aku merasakan bersamamu.
Hingga pagi ini...
Kamu tidur lelap di sampingku.
Dan kita masih diselimuti kebahagiaan.

Jakarta, 16 juni 2021
06:47 A.M.
Gamal Johanes Perdana