Udara pagi membangunkan ku dari lelahnya hari kemarin.
Segala kerinduanku padanya...
Berbuah pertanyaan yang besar di dalam hati ini.
Selama bertahun tahun aku menunggu perubahan itu padanya.
Kesabaranlah yang membuatku tidak banyak bicara.
Aku sangat mencintainya...
Tapi, masihkah terukir namaku di dalam hatinya?
Tanpa adanya komunikasi yang memadai.
Antara aku dan dirinya...
Yang kini aku rindukan.
Dia tak jua mengerti apa yang aku maksud dari semuanya.
Atau mungkin...
Keegoisannya yang menutup mata hatinya padaku.
Yang lalu berbuah kerinduan dalam hatiku.
Aku tetap akan diam dalam gelap kerinduan...
Aku tak ingin banyak bicara soal semuanya.
Dan untuk pagi ini...
Aku titipkan salam untuknya pada burung.
Meskipun salamku tak pernah dia dengar.
Cintaku tetap ada di hati ini...
Dan untuk dirinya...
Waktu yang akan membuatmu sadar.
Bahwa semua wujud perlakuanmu selama ini salah.
Aku telah jauh mengenal kehidupanmu.
Tapi kau belum sama sekali mengenal kehidupanku.
Apakah ini yang dinamakan cinta?...
Jakarta, 28 April 2017
05:45 A.M.
Gamal Johanes Perdana
Jumat, 28 April 2017
Rabu, 12 April 2017
Dibalik Angka Dua Belas
Mungkin hanya 12 januari yang membuat aku mengingat segalanya.
Dimana kala itu pukul 10 malam aku memulai segalanya...
Dari pertama aku mengenalnya di lapangan basket.
Hingga kini aku mengingatnya di depan layar...
Dibawah rasa rindu yang menggebu, dan sayang yang menderu.
Mungkin 12 adalah angka yang begitu sepesial di hidupku.
Semenjak aku kenali dia 63 bulan yang lalu...
Aku tau akan batasan-batasan hidup yang mungkin...
Aku sendiri adalah penentang dari batasan itu.
Dan aku tau rasanya di sayang dengan caranya memarahiku.
Tuhan tau dirinyalah yang terbaik untukku...
Diantara helaian napas yang berhembus...
Teringat segala hal yang indah pernah dialami bersama.
Meski lebih banyak hal yang pahit.
Semua itu adalah rekayasa penyeimbang yang pernah terbentuk.
Dalam usia yang begitu lama...
Namun aku percaya...
Kalau semua akan indah pada waktunya...
Semoga kini hatinya bisa ku percayakan penuh...
Dan tuhan...
Buatlah cinta ini abadi dalam hati.
Mungkin perjalananku masih teramat panjang.
Dan aku harap dirinya adalah doaku 7 tahun lalu...
Di malam nan sunyi bersama perasaan ini.
Perasaanku cukup kuat menyentuh tiap karakter.
Tuhan...
Aku hanya ingin cinta ini utuh sampai salah satu dari kita menutup mata.
Dan tetap terjaga hingga kau pertemukan kita di alam yang sama.
Disisimu tuhanku...
Jakarta, 12 April 2017
02:12 A.M.
Gamal Johanes Perdana
Dimana kala itu pukul 10 malam aku memulai segalanya...
Dari pertama aku mengenalnya di lapangan basket.
Hingga kini aku mengingatnya di depan layar...
Dibawah rasa rindu yang menggebu, dan sayang yang menderu.
Mungkin 12 adalah angka yang begitu sepesial di hidupku.
Semenjak aku kenali dia 63 bulan yang lalu...
Aku tau akan batasan-batasan hidup yang mungkin...
Aku sendiri adalah penentang dari batasan itu.
Dan aku tau rasanya di sayang dengan caranya memarahiku.
Tuhan tau dirinyalah yang terbaik untukku...
Diantara helaian napas yang berhembus...
Teringat segala hal yang indah pernah dialami bersama.
Meski lebih banyak hal yang pahit.
Semua itu adalah rekayasa penyeimbang yang pernah terbentuk.
Dalam usia yang begitu lama...
Namun aku percaya...
Kalau semua akan indah pada waktunya...
Semoga kini hatinya bisa ku percayakan penuh...
Dan tuhan...
Buatlah cinta ini abadi dalam hati.
Mungkin perjalananku masih teramat panjang.
Dan aku harap dirinya adalah doaku 7 tahun lalu...
Di malam nan sunyi bersama perasaan ini.
Perasaanku cukup kuat menyentuh tiap karakter.
Tuhan...
Aku hanya ingin cinta ini utuh sampai salah satu dari kita menutup mata.
Dan tetap terjaga hingga kau pertemukan kita di alam yang sama.
Disisimu tuhanku...
Jakarta, 12 April 2017
02:12 A.M.
Gamal Johanes Perdana
Senin, 10 April 2017
Update Pola Pikir
Aku bukan lagi yang kalian kenal dulu.
Aku telah merubah segala pola yang ada di pikiran.
Merombak habis dan membuka lembar baru.
Mungkin kalian pikir semudah itu merubah sifat.
Dan menurutku inilah alurnya...
Aku telah menaruh masa depan pada satu hati disana...
Yang kini sedang tertidur lelap...
Dengan sejuta impian dan aturannya padaku.
Mungki dia adalah bagian dari doaku 7 tahun yang lalu.
Dia adalah cinta...
Yang ku jumpai pada 12 januari 2012 lalu...
Dan untuk sifat...
Kalian akan temui sedikit tempramen pada diriku.
Tak peduli apapun yang terjadi...
Dan lebih sedikit tertutup akan segala aspek sosial.
Aku tak ingin kenal apapun lagi di luar sana.
Mungkin ini buruk, namun aku tak peduli lagi...
Bukan karna apa atau apa...
Menutup akses adalah satu jalan untuk menghilangkan masa lalu.
Yang kelam akan hilang perlahan.
Aku merubah semua ini hanya untuk nadifa tercinta.
Yang tertidur pulas bersama do'a ku malam ini.
Dalam mimpi indahnya...
Jakarta, 10 April 2017
01:00 A.M.
Gamal Johanes Perdana
Aku telah merubah segala pola yang ada di pikiran.
Merombak habis dan membuka lembar baru.
Mungkin kalian pikir semudah itu merubah sifat.
Dan menurutku inilah alurnya...
Aku telah menaruh masa depan pada satu hati disana...
Yang kini sedang tertidur lelap...
Dengan sejuta impian dan aturannya padaku.
Mungki dia adalah bagian dari doaku 7 tahun yang lalu.
Dia adalah cinta...
Yang ku jumpai pada 12 januari 2012 lalu...
Dan untuk sifat...
Kalian akan temui sedikit tempramen pada diriku.
Tak peduli apapun yang terjadi...
Dan lebih sedikit tertutup akan segala aspek sosial.
Aku tak ingin kenal apapun lagi di luar sana.
Mungkin ini buruk, namun aku tak peduli lagi...
Bukan karna apa atau apa...
Menutup akses adalah satu jalan untuk menghilangkan masa lalu.
Yang kelam akan hilang perlahan.
Aku merubah semua ini hanya untuk nadifa tercinta.
Yang tertidur pulas bersama do'a ku malam ini.
Dalam mimpi indahnya...
Jakarta, 10 April 2017
01:00 A.M.
Gamal Johanes Perdana
Sabtu, 01 April 2017
Untuk Mama
Semangkuk sup...
Yang kau taburi pala adalah bukti kehangatanmu.
Dalam malam yang dingin...
Rempah-rempah itu hangat terteguk.
Hanguskan segala amarah yang terpendam.
Maaf, aku adalah anak yang durhaka...
Tapi aku bukan anak yang lupa akan jasamu.
Mendidik, membina, dan merawat aku dengan penuh kasih.
Ya tuhan...
Sehatkanlah badannya dan panjangkan umurnya.
Dalam tidur lelapnya malam ini...
Aku sangat menyayangi ibuku.
Semangkuk pala yang menyadarkanku betapa mulianya dia.
Semurni itukah kasih sayangnya padaku?...
Meski terkadang sumbang ku dengar mulutnya berbicara.
Itu adalah bukti...
Bahwa aku adalah anak keras kepala.
Tapi, di balik ini semua...
Aku yakin bahwa dia mengerti kalau aku sangat menyayanginya.
Mungkin rasa sayangku hanya sepanjang gala...
Namun aku paham bahwa dia adalah seorang ibu.
Yang rasa sayangnya sepanjang jalan untukku...
Hanya caranyalah yang belum bisa aku mengerti.
Dan untuk mama malam ini...
Terima kasih atas sayur biji pala buatanmu malam ini.
Masakanmu sungguh nikmat.
Sungguh...
Aku akan menunggumu untuk membuatkanmu sup lagi esok hari.
Kaka sayang mama...
Jakarta, 01 April 2017
02:23 A.M.
Gamal Johanes Perdana
Yang kau taburi pala adalah bukti kehangatanmu.
Dalam malam yang dingin...
Rempah-rempah itu hangat terteguk.
Hanguskan segala amarah yang terpendam.
Maaf, aku adalah anak yang durhaka...
Tapi aku bukan anak yang lupa akan jasamu.
Mendidik, membina, dan merawat aku dengan penuh kasih.
Ya tuhan...
Sehatkanlah badannya dan panjangkan umurnya.
Dalam tidur lelapnya malam ini...
Aku sangat menyayangi ibuku.
Semangkuk pala yang menyadarkanku betapa mulianya dia.
Semurni itukah kasih sayangnya padaku?...
Meski terkadang sumbang ku dengar mulutnya berbicara.
Itu adalah bukti...
Bahwa aku adalah anak keras kepala.
Tapi, di balik ini semua...
Aku yakin bahwa dia mengerti kalau aku sangat menyayanginya.
Mungkin rasa sayangku hanya sepanjang gala...
Namun aku paham bahwa dia adalah seorang ibu.
Yang rasa sayangnya sepanjang jalan untukku...
Hanya caranyalah yang belum bisa aku mengerti.
Dan untuk mama malam ini...
Terima kasih atas sayur biji pala buatanmu malam ini.
Masakanmu sungguh nikmat.
Sungguh...
Aku akan menunggumu untuk membuatkanmu sup lagi esok hari.
Kaka sayang mama...
Jakarta, 01 April 2017
02:23 A.M.
Gamal Johanes Perdana
Langganan:
Komentar (Atom)