Jumat, 19 April 2024

Beta

Rehabilitasi ini mungkin akan usai.
Aku akan menjadi orang yang baru lagi.
Pada tubuh lama ini...
Aku tidak akan membenci apapun.
Dan pada tahap uji coba ini.
Aku akan memulainya lagi dengan opsi developer.

Senang rasanya...
Aku rasa...
Membangun lagi akan menjadi agenda selanjutnya.
Terima Kasih untuk Kamu.
Harapku kamu akan selalu menjadi rumah.
Tempatku pulang dan selalu merasa nyaman.


Terima kasih untuk kesembuhan ini.
Semua akan utuh dalam waktu dekat.
Aku sangat mencintai kamu.


Jakarta, 19 April 2024
06.15 A.M.
Gamal Johanes Perdana


Sabtu, 30 Maret 2024

Debugging

Bersemayam dulu sambil rehat...

Banyak hal yang sudah mulai aku tarik satu persatu dari kehidupan, entah untuk sementara atau selamanya itu adalah urusanku. Banyak hal dan nilai yang sudah dan mulai aku rubah, menata ulang lapisan demi lapisan. Ini semua tentang aku yang dituntut berubah oleh diri sendiri. Sejauh ini tak ada orang yang tau niatku, hanya saja beberapa ada yang menyadari gerak-geriku merubah banyak haluan hidup.

Aku adalah orang yang memiliki banyak lapisan dalam hidup. Pada siapa tiap lapisan itu aku buat dan aturan main tak tertulisnya. Tapi pertanyaannya mengapa aku membuat lapisan itu lebih banyak serta merevisi aturan yang sudah ada adalah, aku sadar kelemahan tiap lapisan yang aku buat dan aku sempat masih bisa tertembus dari celah bug itu. Agak menjengkelkan memang, ditambah lagi orang yang sadar celahku sudah memanfaatkannya untuk senjata. Rasanya seperti terkena damage dari senjata ciptaanku sendiri. Hingga aku menarik diri, mengumpat sambil berpikir untuk menangkalnya serta membangun sebuah permainan baru.

Seberapa besarkah perubahan ini?

Aku menyebutnya perubahan besar gelombang ke dua dalam satu dekade ini. Tapi seberapa jauh perubahannya masih belum tau. Aku masih mencari banyak bug yang kemungkinan terjadi di masa mendatang. Aku nyaris membenci diriku sendiri karna kesalahan ini. Sebuah kesalahan yang fatal untuk diri sendiri.


Jakarta, 30 Maret 2024
07.24 A.M.
Gamal Johanes Perdana



Jumat, 22 Maret 2024

Gugusan Bintang Selatan

Aku menyebutnya gugusan bintang selatan...

Satu masa dimana menjadi sebuah tanda titik balik.

Memodifikasi beberapa ketentuan hidup.

Untuk menjadi lebih hidup dengan utuh...

...



Sebuah titik balik datang saat ini. Aku merasa ingin menarik diri dari apapun dan kehilangan minat tentang apapun. Di umur yang terbilang dewasa ini, aku merasa sudah saatnya aku menata ulang hidup lagi dan ingin merubah beberapa haluan hidup. Seperti berkelahi dengan diri sendiri, pengalaman hidup yang semakin banyak membuatku semakin lebih diam dan banyak mengamati situasi, memang mental block semakin kuat kurasa disini. Berusaha menyeimbangkan segalanya sendiri dari kemauan hidup yang sedang tidak terarah. Menutup semua dan menjadi lebih apatis pada dunia, meningkatnya ego dan berpikir bahwa semua orang yang mendekatiku secara tiba-tiba pasti punya maksud terselubung yang bersifat merugikan, Kecuali anak-anak bph sisga, yang pada dasarnya mereka tulus dan kosong.


Bintang selatan itu menjadi pertanda bahwa perubahan sikap dan prilaku ini adalah murni sebuah titik balik. Aku merasa ingin menarik diri darimanapun dan apapun alasannya, tapi aku sudah terikat pada tanggung jawab. Jadi banyak hal yang akan aku pilah disini. Sejauh ini aku merasa puas dengan apa yang telah aku bangun kembali secara baru. Disisi lain aku benci dengan perkataan orang tentangku.


Disetiap pagi terbangun, aku ingin ada hal buruk yang aku hapus di hidup entah itu tentang rutinitas yang kurang baik untuk pribadi dan ketenangan. Ingin memberikan pencerahan kepada orang-orang yang kosong bukan untuk membangun negri, tapi untuk membangun kehidupannya kelak. Menghimpun ilmu dan memberikannya pada orang yang tepat sasaran. Melakukan banyak kegiatan baru yang aku suka dan menghasilkan. Aku ingin lebih tumbuh dan mengembangkannya kesegala arah aspek kehidupan. 


Entah untuk apapun itu, bintang selatanlah yang menjadi tanda titik balik di semua aspek kehidupanku selama 27 tahun aku hidup.



Jakarta, 22 Maret 2024

06.21 A.M.

Gamal Johanes Perdana





Kamis, 07 Maret 2024

Mengalir Hingga Hanyut

Kamu terlalu mengalir...

Sejak kapan kamu lengah akan kehidupan.

Apa karna sudah lelah?...

Atau mungkin, kamu sudah tidak perduli apapun.

Hingga kamu abai akan semua ini.

Cepatlah sadar...


Aku tau batinmu lelah dengan dunia.

Jiwamu sudah mulai kebal sakitnya rasa.

Tapi kamu harus ingat akan kehidupan esok.

Kamu akan apa nanti?...

Setidaknya kamu harus punya rencana sedikit.

Untuk menjadi baik...

Aku tau kamu lelah, tapi ayolah...


Sejauh pengalaman hidupmu...

Kamu belum pernah seterpuruk ini mentalnya.

Kamu harus ingat,...

Mereka semua bergantung padamu seorang.

Hanyutmu pada keadaan.

Derita mereka akan mengiringi di jalan.

Aku tau kamu lelah...

Kamu hanya perlu istirahat sejenak.


Jakarta, 07 Maret 2024

06.24 P.M.

Gamal Johanes Perdana

Kamis, 15 Februari 2024

Mesa Metamorf

Sebuah hal yang aku sebut sebagai matahari yang hilang pada barat khatulistiwa. Sengatnya perlahan memudar seiring waktu, Yang akan kembali kutunggu terbitnya dikala pagi berikutnya datang. Mungkin di musim dingin selanjutnya, setelah musim panas yang kusebut berakhir.
Matahari itu membuatku bergerak lebih lincah seperti endorphine, membakar semua kebebasan mutlak tanpa batas. Lama aku mengidamkan lepasnya batasan hidup. Meskipun sebentar, aku merasa itu sudah cukup sampai akhirnya aku kembali pada aturan baku tak tertulis.

Sampai jumpa sesi selanjutnya...
Mungkin di tempat sama, atau berbeda pada waktu yang tak dapat diprediksi kedatangannya.

Jakarta, 15 Februari 2024
04:28 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Minggu, 04 Februari 2024

Saturnus

Tentang aku yang ditinggal usia...
Tentang aku yang kaya pengetahuan.
Namun masih haus akan segalanya.
Tentang planet udara yang dingin dan menarik.
Dalam satu tubuh...
Dan aku menyebutnya.
Saturnus.

26 Januari 2024
Gamal Johanes perdana

Selasa, 23 Januari 2024

Sungai

Entah sejak kapan aku mencintai sungai...
Yang pasti...
Ia hanya akan terus mengalir menuju lautan.
Hidupnya hanya terus mengalir.
Seperti dirinya...

Entah sejak kapan pula itu menjadi hal yang aku cintai.
Tanpa sadar aku terbawa hanyut sejauh ini.
Aku seperti ikan yang akan berakhir di laut lepas.
Dibawa oleh derasnya riam yang kamu buat.

Aku tak pernah tau apa rencanamu...
Tapi aku tau apa yang kamu rasa.
Setidaknya saat ini...
Sungai...

Ciampea, 22 Januari 2024
02.38 P.M.
Gamal Johanes perdana

Kamis, 11 Januari 2024

Kita dan Dunia

Teruntuk istriku...
Ya, aku rasa kita semakin MATI RASA.
Rasa keinginan itu semakin lenyap tanpa sebab.
Tapi Segara tetap hidup dalam bayang kita.
Dan kita sudah ada di puncak kehidupan kita...
Menikmati kesenangan hingga salah satu dari kita.
MATI.

Kamu tak perlu takut...
Banyak hal yang harus kita bangun di dunia ini.
Tapi, kamu harus ingat...
Kita hidup hanya satu kali.
Dan kita harus senang bersama sebelum mati...

Aku rasa aku sudah melewatinya...
Di umurku yang ke-27 tahun kelak.
Semoga jadi tahun terbaik untuk kita membangun.
Entah apapun itu...
Aku ingin menghabiskan sisa hidup denganmu.
Sampai tua...
Sampai salah satu dari kita selesai.


Jakarta, 11 Januari 2024
11:45 P.M.
Gamal Johanes Perdana