Sebelumnya...
Aku belum pernah menyangka kalau. Sejauh ini kita berjalan...
Sejauh ini kita berlayar...
Tapi entah kapan kita akan berlabuh.
Seperti ini kita menganyam cinta...
Sempat pula mengenyam dusta...
Pait rasanya... Perih.
Belum sempat ku menoleh...
Kau tampar lalu...
Kau peluk aku erat.
Oh, cinta...
Belum jua kutemukan jenuh...
Jika benar doa dan restu mengiringi...
Apa benar itu kan terjadi nanti.
Jika kau benci katakan...
Sebelum aku yang membencimu esok...
Cinta...
Sungguh tiada dua..
Tuhan memang mempertemukan kita.
Dia menjaga keutuhannya...
Meski sempat tertelan ombak...
Dan disapu badai...
Bahkan hampir 5 tahun aku mengenalmu...
Dari remaja...
Hingga dewasa...
Cinta tetap hidup dalam hati.
Cinta tetap ada disaat duka.
Cinta tetap hinggap di sanubari.
Dan cinta...
Mewakili rasa sayang aku yang ada...
Zahra Nadifa...
Jakarta, 21 September 2016
01:28 A.M.
Gamal Johanes Perdana