Ada yang ingin aku curahkan sedikit...
Tentang hati yang menolak lupa.
Dan ini tentang tulisan itu lagi.
Sungguh aku lupa isi tulisan itu...
Dan hal yang aku tak bisa lupa adalah...
Tulisan itu mampu mengoyak hati.
Hati yang membuat tulisan itu sangat kuat.
Yang terbuat dari air mata dan suasana.
Sungguh itu adalah bumerang.
Aku ingat, ketika aku mengulang membaca...
Itu sangat indah bersama penderitaan.
Yang teramat membatin...
Setiap kalimat meresap terlalu dalam.
Kalimat yang paling efektif.
Dia bukan memperbaiki luka...
Bahkan justru sebaliknya.
Aku berterima kasih terhadap tuhan...
Dia memberikan hal yang terbaik untukku.
Tulisan itu musnah bersama perangkatnya.
Dan entah lah...
Jika itu masih ku baca saat ini...
Aku takkan temukan kebahagiaan hingga detik ini...
Terima kasih tuhanku...
Jakarta, 28 April 2019
05:14 A.M.
Gamal Johanes Perdana