Minggu, 28 April 2019

Tulisan Itu Lagi

Ada yang ingin aku curahkan sedikit...
Tentang hati yang menolak lupa.
Dan ini tentang tulisan itu lagi.

Sungguh aku lupa isi tulisan itu...
Dan hal yang aku tak bisa lupa adalah...
Tulisan itu mampu mengoyak hati.

Hati yang membuat tulisan itu sangat kuat.
Yang terbuat dari air mata dan suasana.
Sungguh itu adalah bumerang.

Aku ingat, ketika aku mengulang membaca...
Itu sangat indah bersama penderitaan.
Yang teramat membatin...
Setiap kalimat meresap terlalu dalam.
Kalimat yang paling efektif.
Dia bukan memperbaiki luka...
Bahkan justru sebaliknya.

Aku berterima kasih terhadap tuhan...
Dia memberikan hal yang terbaik untukku.
Tulisan itu musnah bersama perangkatnya.
Dan entah lah...
Jika itu masih ku baca saat ini...
Aku takkan temukan kebahagiaan hingga detik ini...
Terima kasih tuhanku...

Jakarta, 28 April 2019
05:14 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Senin, 22 April 2019

Teman Hidup

Aku pernah berkata padamu.
Kala itu...
Kau peluk aku ketika sedang badai yang hebat.
Dari citatah menuju jakarta.
"Akan ada hari yang cerah setelah badai."
Kau peluk erat tubuh ini...

Kamu pernah berkata padaku.
Kala itu...
Hatiku sangat sedih, entah karna hal apa.
Hingga tak kuat ku menahan tangis.
"Kalau kamu nangis, lalu siapa yang nguatin hati aku"
Yah, kata itu yang akhirnya membuatku kuat...

Kita pernah sama sama berkata.
Kala itu...
Kita sangat bahagia mengeksplorasi.
Kamu berkata...
"Aku ingin hidup berdua sama kamu."
Begitupun dengan ku...
"Aku ingin menikah denganmu."
Dan dari kata itulah, kita sepakat memulai...
Ketika sepasang cincin itu melingkar.

Aku punya keseriusan soal cinta.
Dan bagiku kamu bukan sekedar pasangan.
Bahkan kamu bisa menjadi sahabat terbaik.
Aku cinta kamu...
Dan aku serius denganmu.

Jakarta, 22 April 2019
02:52 A.M.
Gamal Johanes perdana

Selasa, 16 April 2019

Teruntuk perasaan

Bukan rahasia aku mencintaimu...
Bagiku kamu hampir mendekati sempurna.
Yang menemaniku berimajinasi...
Kamu mampu hadir dan nyata di dalamnya.

Kamu adalah perwakilan diantara bintang.
Kamu salah satu rasi di ruang hampa.
Hidup bersama dengan nebula yang remang.
Dan kau nyata dalam pikiranku.

Kamu adalah orangnya...
Yang pernah aku sebut cinta sejati.
Di puisi yang pernah aku buat...
Setahun yang lalu...

Jakarta, 16 April 2019.
03:39 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Minggu, 07 April 2019

Melankolis & Sanguinis


Aku tau...
Perasaan ini sangat menggebu.
Samar bersama rasa mabuk yang kita rasa.
Tapi aku tau...
Tentang segala intuisi yang kita lakukan.
Itu adalah bukti kesamaan kita.
Ya, aku tau...
Kita adalah satu yang saling melengkapi.
Dan kamu adalah mimpiku selama ini.

Aku mengerti...
Sanguinismu adalah hal yang kubutuhkan.
Tanpa sadar, aku sangat mengagumimu.
Sekarang aku mengerti...
Aku yang teramat melankolis mencinta.
Dimana tiada hari tanpa mengagumimu.
Dan saat ini aku mengerti...
Bahwa tuhan, menemui kita atas dasar doa.
Sebab sejauh ini aku hidup di dunia.
Belum pernah aku bahagia sedalam ini.

Jakarta, 07 April 2019
02:45 A.M.
Gamal Johanes Perdana