Sabtu, 26 Agustus 2017

Hanya Untuk Kamu

Kalau aku boleh berpendapat tentang cinta…
Cinta itu begitu indah meski tak terlihat.
Hal yang membuatku mengabadikannya dalam bentuk aksara.
Hal yang bisa membuat hati tergerak untuk melindungi.
Itulah cinta yang aku punya…
Tanpa nominal, tak bisa tehitung jumlahnya.
Aku hanya punya cinta...
Yang bikin aku semangat untuk membuatmu bahagia.
Kala pagi mulai melegarkan cahaya fajarnya…
Dan pagi itu kau memulai dengan hari barumu.

Maaf bila dirimu agak sedikit risih…
Dengan aku yang terlalu mencintaimu hingga terdengar bising di telingamu.
Semua ini adalah dampak terlalu cinta.
Aku tau apa yang ku sebut adalah hal yang janggal kau dengar.
Tapi, apakah kamu tau apa rasa dan wujud dari perasaan ini….
Apa kamu sadar sebegitu pentingnya kamu?…

Aku hanya ingin menjelaskan…
Pada hal yang telah mampu membuatku menjadi keranjingan.
Itulah hal yang telah kau tabur pada hati ini.
Setiap hari, hingga detik ini…
Kamu tunjukkan padaku apa itu rasa…
Ketika semua kembali menjadi normal.
Doakan aku untuk menjadi hal yang kamu impikan selama ini…
Aku hanya akan senang…
Bilamana kau puas dengan aku yang kini kau kenal.


Jakarta, 26 Agustus 2017
23:31 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Jumat, 18 Agustus 2017

Melodi Dan Lirik

Merdu ku dengar suara gitar...
Dan lirik yang terayun merdu terdengar di telinga.
Membangkitkan perasaan penuh kenikmatan...
Sejuk, tenang dan tentram terdengar....
Itulah musik...
Yang merangkap seni dan perasaan di dalamnya...
Musik itu memiliki kekuatan untuk merubah emosi seseorang...
Musik itu adalah hawa bagi penderita melankolis.
Yang di setiap baitnya mengandung unsur emosi bagi setiap orang yang mendengarkan.
Setuju atau tidak,...
Kalian bisa nilai dengan nalar sendiri....

Lalu apa yang membuat musik itu indah?
Nada atau makna baitnya?...
Jika pernah ada yang berpikir seperti itu.
Kalian adalah orang yang ingin menemukan juara diantara nada dan makna.
Ibaratkan malam...
Nada itu adalah gelap, derik, dan sejuk....
Dan lirik itu adalah bulan, bintang, dan awan...
Akan terasa bosan bila hanya terdengar nada...
Dan akan terasa sumbang ketika hanya lirik yang terucap...
Mereka adalah satu kesatuan yang sulit di pisahkan....

Kala nada terlantun....
Dan lirik bersenandung...
Coba kalian resapi,...
Hal yang membuat hati menjadi teduh ketika panas membakar.
Dan hal yang mewarnai kala kau tertelan di kesunyian malam.
Musik itu tercipta sebab adanya seni dalam kehidupan ini.
Maka dari itu....
Cintailah kehidupa ini...

Jakarta,18 Agustus 2017
12:25 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Senin, 14 Agustus 2017

Manusia Yang Sama

Dunia ini adalah panggung persandiwaraan.
Dimana kita bisa liat berbagai macam sifat dan watak orang...
Memiliki banyak perbedaan pendapat...
Membangun dan menjatuhkan antar sesamanya.
Melihat, mendengar, cobalah kalian lihat di sekitar...
Dimana setiap individu punya keunikan dalam dirinya.
Beragam emosi, beragam kesibukan...
Sampai kita lihat kita ada dalam satu peradaban....

Ada yang mementingkan sebuah kaum dan ras...
Ada juga yang memiliki rasa toleransi tinggi...
Ada yang ingin menang karna uang...
Ada pula yang ingin membangun karna jiwa nasionalismenya...
Cobalah kalian amati ditengah kerumunan manusia...
Mereka semua ada dan nyata,...

Puisi ini ku buat khusus untuk mereka...
Yang pernah di diakriminasi karna agama.
Yang pernah di kucilkan karna ras.
Yang pernah di hakimi karna tidak bersalah.
Yang pernah menyimpan dendam membara sebab tidak adanya keadilan di dunia ini...

Pada dasarnya semua manusia adalah sama...
Terbentuk dari tulang yang ditutupi oleh kulit...
Tuhan telah menciptakan kita, dengan beragam warna...
Ada yang hitam, dan ada yang putih.
Ada yang berbadan sempurna, dan ada yang disabilitas.
Saya dari minahasa, dan dia dari sunda...
Tidak ada yang berbeda antara aku, kamu dan mereka...
Sama sama butuh makan, sama sama butuh tidur...
Ini adalah alurnya hidup...
Ada manis, dan ada pahit...
Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan...
Maka dari itu...
Cobalah untuk menghargai rasa toleransi terhadap sesama.

Jakarta,12 agustus 2017
08:10 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Untuk Kesayangan

Untuk kamu yang sempat terlelap tidur disana...
Mingkin hanya antara rasa batinku dan batinmu yang berbicara.
Dalam jarak antara waktu dan ruang....
Mencintaimu adalah anugerah terindah yang diberikan tuhan untuk kita nikmati bersama...
Dibawah kilap bintang yang kusebut sayang...
Tuhan, terima kasih kau telah berikanku cinta yang begitu setianya menyayangiku...
Cinta yang selama ini kucari cari...
Namun aku tak pernah sadar kalau dia tumbuh di dekatku...

Tuhan, hapuskan luka lalu dalam hatinya malam ini....
Padanya....
Sosok wanita yang tertidur lelap bersama mimpi indahnya...
Sampaikan salam maafku padanya ya tuhan...
Dan kembalikan rasa kepercayaannya padaku.
Yang sempat hancur meluluh lantahkan hatinya beberapa tahun yang lalu...
Sampaikan salam cintaku padanya....
Tuhan, jagalah tidurnya malam ini, esok dan seterusnya...
Ya tuhanku...
Aku sangat mencintainya....

Sukamantri, 6 Agustus 2017
05:14 A.M.
Gamal Johanes Perdana