Rabu, 26 Desember 2018

Terima kasih 2018

Tahun 2018 adalah tahun yang baik. Dimana tahun ini aku memiliki banyak perubahan, dan hal hal yang telah berhasil aku capai. Terlebih di tahun ini pula aku menemui hati yang nyata menurutku, sebab tuhan telah menjabah segala doa doaku. Ya tuhan, terima kasih atas segala rahmat dan karuniamu.

Aku pernah menulis 2 rencana untuk tahun 2018, dimana sebenarnya rencana itu simple tapi berat, dan sebenarnya aku sempat berhasil, hanya saja ada beberapa faktor yang membuat aku sadar bahwa aku belum bisa.

1. Punya 2 pekerjaan dan 1 kuliah.
Itu adalah hal yang konyol tapi saya sempat bisa menjalani meski tak lama, saya bisa mendapatkan pekerjaan kolam dan ojek online sekaligus kuliah. Dan itu senua membuat saya sadar kalau saya terlalu gila, bahkan saya tidak menemui waktu tidur yang pas dalam seminggu lebih. Hingga akhirnya saya harus melepas satu dari pekerjaan itu.

2. Kenaikan IPK
Untuk semester 4, saya mampu menaikkan ipk saya sedikit, meski menurut orang itu jauh dari kata cukup, namun saya mampu, dan untuk semester 5 ini adalah target kenaikan ipk yang kedua, jadi kita tinggal tunggu hasil ipknya.

Dan untuk kedua rencana itu, saya sukses dan bisa. namun sayang, seolah itu hanya menggugurkan resolusi 2018.

2018 itu adalah tahun yang menakjubkan, terlebih dari rencana itu, aku punya beberapa rencana yang bisa aku wujudkan di tahun ini, semua berjalan dengan alur yang baik. Tahun ini aku ingin sekali rasanya menjabarkan progress dari bulan ke bulan. Aku bersyukur sebab tahun ini penuh dengan kebaikan dan perubahan pada diriku.

Januari, aku mendapatkan pekerjaan baru. Menurut aku pekerjaan ini cukup untuk mengisi waktu yang kosong libur kuliah. Dan di bulan ini pula aku ulang tahun.

Febuari dan Maret, menurut aku bulan ini adalah bulan yang begitu suram, dimana aku larut dalam kesedihan, aku berkelana kemana pun itu, berdoa kepada tuhan agar aku di berikan kekasih yang mengerti apa inginku.

April, berita buruk datang soal kontrak kerja, terlebih uber di akusisi grab. Aku kehilangan 1 pekerjaan yang nantinya aku kehilangan keduanya. Dan di bulan ini adalah nada merah atas hubungan ku dengan zahra. Karna aku dan dia sudah sama sama lelah dan bosan.

Mei, bulan dimana aku menjadi pengangguran dan putus dengan zahra. Aku sebut bahwa bulan mei ini adalah bulan revolusi, di bulan ini aku mulai meninggalkan segala ritual ritual lama. Lalu di bulan ini pula aku mengenal orang yang selama ini aku cari, hingga ketika aku menulis cerita ini, aku merasa bahwa dirinya adalah doa yang selama ini tuhan kabulkan untukku.

Juni, bulan dimana aku memulai cinta dengan Tryas Andini, dimana aku menjalani cinta yang begitu bahagianya.

Juli, perdana aku camping dengan kekasih tercinta, dimana sudah sebulan aku menjalani hubungan dengannya, dan di bulan ini aku memulai keseriusan sebab aku yakin dengannya.

Agustus, aku telah diterima dengan baik di lingkungan rumah, keluarga, dan kerabatnya. Begitu juga dengan dirinya dalam kehidupanku. Dan di bulan ini pula aku memulai pengobatan rawat jalan di rs fatmawati, ditemani dengannya.

September, aku mendapatkan kontrak baru di hotel rafless, dan masih dalam perusahaan yang sama. Dengan gaji baru, dan kerjaan berikut jam yang aneh. Dan di bulan ini pula aku mengikat cinta aku dan tyas dengan 2 gram cincin berkadar 375.

Oktober, membuat rencana dengannya untuk travel bandung selama 4 hari, setelah melalui pemilihan beberapa tempat, transport, konsumsi, dan penginapan.

Dan aku buat ini menjadi tulisan khusus di bulan November, dimana bulan yang begitu paling bersejarah di tahun ini, aku punya beberapa kejadian di bulan ini. di awal bulan, aku travel dengan tyas ke bandung selama 4 hari. Dan benar bandung itu adalah kota romantis, selama 4 hari itu aku dengannya selalu senang dan merasa bahwa aku telah menjadi suaminya secara utuh. Dimana hari pertama berangkat menuju bandung, dan hari kedua rainbow garden, hari ketiga orchid forest, dan hari ke 4 pulang.

Di pertengahan bulan aku mulai membeli kamera dslr, dimana barang yang selama ini aku impi impikan, sebab ketidak puasan travel di bandung dengan minim kamera.

Dan tepat tanggal 24 november, aku mendapat kabar oprasi dari fatmawati tanggal 26 november, tepat ketika hari ulang tahun tyas, dan informasi itu dalah informasi yang membuat aku dengannya sangat terpukul. Lalu 25 nya aku mulai di rawat, dan selama aku di rawat di rumah sakit, aku selalu di temani dengannya, dan hal yang membuatku haru adalah mengucapkan happy birthday ketika usai oprasi. Dan bulan ini menurutku adalah bulan nano nano.

Desember, bulan yang singkat, sebab aku cuti kerja selama sebulan, lalu bulan ini aku selalu di temani tyas, dia tetap setia apapun kondisiku saat ini, dia tetap ada dan hadir untukku, dan di bulan ini pula aku menyusun resolusi yang sangat kompleks untuk tahun 2019, resolusi ini bukan individual, melainkan resolusi yang serius, insha allah terwujud.

Sekian cerpen 2018 yang aku buat sesuai kronologis, aku sangat bersyukur akan tahun ini, karna banyak sekali pelajaran yang bisa aku dapatkan, terlebih soal tentang kehidupan, tahun ini aku merasa lebih dewasa dari tahun sebelumnya, meskipun jauh dari kata sempurna. Aku hanya berdoa untuk rencana tahun esok semoga sesuai dengan keinginan aku dengan tyas, aminnn...

Jakarta, 26 Desember 2018
04:48 A.M.
Gamal Johanes Perdanap

Senin, 17 Desember 2018

Kehilangan Beberapa Rencana

Aku kehilangan beberapa mimpiku di bulan ini, bulan yang tadinya memiliki rencana yang cukup haru. Aku juga kehilangan beberapa identitas diri disini. Dimana biasanya aku adalah orang yang mellow soal perasaan, dan kaya akan tulisan dan karya sebab hasil dari rasa sedih yang ku derita. Hingga akhirnya aku bahagia dengannya, aku temukan semua yang aku inginkan selama ini. Dan karnanya, aku jarang menulis kisah sedih lagi sebab aku telah sepenuhnya bahagia. Namun mungkin untuk bulan ini, sepertinya aku akan melewatkan kebiasaan aku di setiap tahunnya, dimana semua ini harus aku ikhlaskan sebab aku sedang fase penyembuhan, dimana tanggal 26 november kemarin aku divonis untuk menjalani oprasi kriptokismus. Entah lahh, aku hanya bisa berkata bahwa tuhan punya rencana baik di balik semua ini.

Berita yang ku dapati pada bulan kemarin cukup membuat aku terpukul, sebab aku menjalani oprasi pada penyakit ini sudah 2x. Yang dimana oprasi pertama di lakukan pada febuari 2015. Dan pada tahun ini di lakukan oprasi yang kedua, dan khusus oprasi ini, aku rahasiakan sebab aku hanya ingin di rawat oleh orang yang benar benar sayang dengan diriku. Tuhan, terima kasih kau telah pertemukan antara aku dengannya.

Aku kehilangan beberapa rencana dibulan ini, yang pertama kehilangan kegiatan tahunan, yang biasanya di bulan ini aku sibuk membantu anggota muda sisgahana untuk membuat pdgh, karna biasanya aku tak pernah absen soal bantuan pada mereka. Dan yang kedua aku kehilangan moment dimana biasanya aku memandang gemerlap bintang di malam bulan desember. Dimana bintang orion yang sedang cerah cerahnya itu, aku hanya bisa melihatnya dari jakarta, dan itu pun tak secerah yang ku harapkan. Aku hanya ingin memandang bintang itu bersama tryas andini, aku hanya inginkan itu terkabul sebelum akhir bulan desember, dimana aku memandang bintang itu berdua dengannya, dengan memutar lagu on the night like this dan disuguhi teh dan rokok, serta aku dan dirinya melontarkan mimpi dan harapan pada bintang harapan. Kita tunjuk satu bintang untuk pedoman langkah kita di tahun berikutnya... Semoga mimpiku ini terwujud...

Jakarta, 17 Desember 2018.
09:47 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Sabtu, 01 Desember 2018

Selamat Pagi Desember

Pagi di awal bulan desember, dimana setelah sekian lama aku sudah tidak menulis tentang dunia melankolisku. Entah ada beberapa faktor yang membuat aku tak lagi update soal pelajaran hidup ini. Tapi untuk kali ini aku tak ingin membahas beberapa faktor itu, aku hanya ingin menuliskan sedikit dari beberapa hal yang membuat saya terharu akan segala apa yang saya raih hingga detik ini, mungkin ini salah satu bentuk syukur saya terhadap tuhan yang maha esa. Entah aku merasa bahwa selama ini tuhanku mendengar semua keinginan dan jerit di balik semua doa yang pernah aku panjatkan, entah itu di gunung, hutan, bahkan tanah lapang yang kala itu wajah ini menghadap ke langit dan meminta pada bintang harapan. Seolah selama ini doa itu di akumulasi dan di wujudkan satu persatu semua apa yang aku inginkan, ya tuhan, aku bersyukur sekali atas nikmat dan karuniamu. Sebab baru kali ini hamba merasakan bahagia yang terlalu mendalam, dan itu juga yang membuat aku jarang bikin tulisan tulisan yang sedih, sebab kini aku merasa hati yang sepenuhnya terisi oleh cinta. Meskipun saya telah di vonis bahwa saya keilangan semua teman dan sahabat saya, kecuali kartika kirana. Namun saya tak merasakan sedih sedikit pun akan hal itu, justru malah hal itu yang membuat saya berpikir bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk bersiap siap membangun rumah tangga bersamanya. Dan saya sudah merencanakan hal itu sebagai resolusi 2019. Mungkin ini terlalu cepat, namun aku tak ingin cinta ini menjadi usang karna tak ada kepastian.

Desember ini, aku sangat berharap akan tidak seburuk desember sebelumnya, meskipun kekelaman desember kian taun kian menurun, aku berharap desember kali ini indah. Sebab semenjak tahun 2013, desember itu adalah bulan yang aku takuti sebab ada saja hal yang tidak mengenakan hingga saya merasa tersiksa batinnya di bulan desember. Dimulai dari desember 2013, dimana aku di tempa habis habisan oleh sisgahana. Desember 2014, aku di tekan secara mental untuk mendidik calon anggota. Desember 2015, defisit anggota yang membuat saya dan angkatan saya harus merasakan tekanan dari alumni. Desember 2016, dimana aku di maki maki oleh orang yang pernah aku cinta, sebab semua tulisannya terbongkar oleh seseorang. Desember 2017, dimana kala itu aku bertengkar dengan mantan dan keduanya memutuskan untuk bersiap siap berpisah. Dan awal tahun 2018 aku putuskan untuk mengubur semuanya dalam dalam. Dan bagiku di tahun 2018 ini, adalah tahun perubahan yang lebih dari perkiraan saya, entah itu uang, impian, dan cinta.

Di tahun 2018 ini, aku sangat bersyukur akan kehadiran seseorang di hidup aku yang membuat segala galanya berubah total. Dia adalah Tryas Andini, dirinya datang dan mengubah segala aspek di hidup aku yang lebih baik, dia menghargaiku sebagai lelaki, dan bahkan dia sangat menyayangiku melebihi dirinya sendiri, mungkin kemarin adalah hal yang sangat memukul batinnya, dimana saat 26 november adalah tanggalnya ulang tahun, aku di putuskan untuk menjalani oprasi, dan dia tetap mementingkan diriku, bahkan merawatku disaat badan ku panas, dia memandikanku, menyuapiku, bahkan dia sendiri sampai lupa akan kesehatannya. Dan itu adalah hal yang membuatku terharu, dan untuk desember pagi ini, aku berdoa supaya segalanya berjalan dengan baik dan semua rencana aku dan tyas bisa berjalan sesuai yang kita berdua inginkan. Aminn...

Jakarta, 01 Desember 2018
08:56 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Rabu, 14 November 2018

Angin Laut

Mereka adalah ombak...
Yang silih berganti menggulung air.
Menghempas karang bertubi-tubi.
Menggemuruh riuh menenangkan hati.
Hati yang gunda dengan sejuta rasa iba.
Yang datang dari barat bersama angin laut.

Lalu dirimu datang dikala aku memandang dunia.
Hadir dirimu menghapus lara..
Kau tepuk pundak ini.
Lalu kau berlari bersama layang layang yang kau bawa.
Kita bermain dan bercanda...
Layaknya anak kecil yang bermain tanpa beban.

Untuk yang kesekian kalinya.
Aku katakan bahwa aku sangat mencintaimu.
Dengan semua mimpi mimpi kita.

Batu saung, 07 Oktober 2018
02:38 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Rabu, 26 September 2018

Mengubah Segalanya

Waktu itu, bintang yang menjadi saksi atas kesepiannya diriku. Aku pernah merasakan betapa pahitnya cinta bertepuk sebelah tangan, selama 6 tahun. Disaat malam di atas ngarai, aku memandang langit dimusim panas. Aku melihat betapa indahnya milky way, dimana ada nebula yang begitu cantik terlihat. Aku meneteskan air mata, dan aku berdoa bawasannya aku ingin memiliki pasangan yang benar benar seirama dengan jalan pikiranku. Meskipun aku tak sadar, tapi rasa sakit itu sangat nyata aku rasakan sebab aku berada di titik dimana aku lelah. Aku berdoa pada bintang, aku meminta pada tuhan agar aku menemukan orang yang aku idamkan selama ini, dari semua doa di halimun, pangrango, dan salak. Rintihan itu begitu nyata adanya.

Aku tetap tapaki jalan yang sama, membujur dari perbatasan leuwiliang. Berjalan melintasi perbukitan yang sunyi dan dingin, disitu aku merasakan kesendirian diantara ketenangan yang aku benci. Aku merasa gila dan haus akan keindahan dan kasih sayang yang tulus. Memutar musik yang sama, mengulang semua memori dan kenangan yang pernah ku temui indah namun tanpa timbal balik. Aku ingat ingat segala yang pernah aku rasakan indah sendirian. Leuwiliang itu emang saksi dimana aku merasa sendiri, bersama semua masalaluku.

Daun pintu yang ku buka adalah akhir dimana aku merasa hidup sendiri di dunia ini. Cahaya itu hadir dari kedua bola mata bagai pelita. Dimana aku merasa akhir dari segala derita yang berangsur membaik. Dimana detik itu aku tak pernah lagi merasa sendiri di dunia ini. Tuhan mengabulkan semua doa doa yang terpampang dari bujur timur khatulistiwa. Dari semua perjalanan yang selama ini aku jalani sendiri, diantara lipatan, dataran, suhu, cuaca dan perasaan. Kehadiran dirimu adalah hal yang begitu aku tunggu. Dimana kita menciptakan cerita dan perjalanan kita bersama. Segalanya kita rasakan bersama dari hal yang begitu pahit, susah, senang, sedih. Hal yang belum pernah aku temukan di dunia, yang tadinya hanya aku anggap mimpi belaka, dan sekarang kini menjadi nyata. Dan kamu nyata adanya. Diantara milyaran bintang dan luasnya bumi, kita tak pernah selalu merasa puas akan hal petualangan, kita selalu mencari ide, dan rencana kedepannya. Hingga pernikahan yang tadinya adalah hal yang harus aku pikirkan matang matang, denganmu aku siap tanpa harus pikir panjang. Karna aku yakin, segalanya bahwa kita akan tetap temukan hal bahagia apapun kondisinya. Aku sangat mencintaimu...

Jakarta, 15 September 2018
12:41 A.M.
Gamal Johanes Perdana
Tryas Andini

Agenda Terbesar

Apa yang perlu kau tangisi dari masalalumu.
Kita sama sama terlahir dari masalalu yang kejam.
Aku tak ingin kita mengulangnya...
Aku terima dirimu apa adanya.
Sebab aku nyaman dan tentram berada di dekatmu.
Disisimu, aku merasa lebih di hargai.

Aku dan kamu punya banyak kesamaan.
Dan biarlah masalalu itu hilang.
Biar kita ambil pelajarannya saja.
Untuk kebaikan kita bersama.
Sebab, kamu adalah harapan terbesarku.
Untuk membangun kehidupan bersama.
Di hari esok dan seterusnya...

jakarta, 31 Juli 2018
03:05 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Bulan Dan Bintang

Mungkin diantara milyaran kata...
Sempurna adalah kata yang paling tepat untuk kita.
Dimana dirimu yang kusebut bulan.
Dan aku yang kau sebut bintang...
Kita hidup damai diantara kasih sayang dan cinta.

Bukan tentang seberapa jauh kita hanyut dalam cinta.
Akan tetapi seberapa besar mimpi yang kita punya.
Lalu, bagaimana cara kita menciptakannya...
Diantara ruang hampa yang tak terhingga.
Kita meremang tentram bersama suasana cinta.
Kau yang terus mengagumiku...
Dan diriku yang kerap memujimu.

Kita punya cara tersendiri untuk mendominasi malam.
Bersama sejuta harapan yang kita panjatkan.
Diantara dini dan fajar...
Matamu yang redup akan lelahnya petualangan.
Dan nafasku yang terengah akan jauhnya perjalanan.
Lelah itu tak terasa sebab kita bersama...
Kita punya satu tujuan untuk hidup bahagia.

Jakarta, 27 Juli 2018
04:32 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Minggu, 22 Juli 2018

Kebersamaan Kita

Di setiap detiknya...
Aku hanya ingin kamu hadir disisi.
Sebab dirimu...
Aku tau rasanya bahagia itu sederhana.

Kau mampu wujudkan semua ide.
Diantara berjuta impianku.
Yang aku inginkan hanyalah satu darimu.
Yaitu kamu yang ada di setiap masalah.
Dan kamu yang ada di setiap aku bahagia.
Aku hanya ingin tunjukkan padamu...
Bahwa hidup bersamaku adalah hal yang indah.

Meski belum lama aku mengenalmu...
Aku yakinkan masa depan aku padamu.
Pada cinta ini...
Pada perasaan rindu yang hadir diantara pergantian hari.
Hingga dini...

Jakarta, 22 Juli 2018
12:45 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Selasa, 17 Juli 2018

Sabit Merah

Sabit itu terbit berwarna merah...
Kala itu kau ada disisi.
Hati yang membara akan cinta.
Dan mata yang sayup kala ku pandang.

Bagiku, hadirmu adalah hal yang sempurna...
Kau mampu membuatku gembira setiap detiknya.
Dikala dini menjelang fajar.
Kau masuk dalam dunia melankolisku.
Kau nyata didalamnya...

Dengan segala puji atas tuhan yang maha esa...
Aku sangat berterima kasih.
Sebab aku telah dipertemukan wanita se-sempurna dirimu.

Jakarta, 17 Juli 2018
23:11 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Minggu, 17 Juni 2018

Deburan Ombak

Ombak itu melipir seolah tak lelah.
Bersikap tekun, melarutkan rasa rindu.
Rindu itu hidup...
Hidup diantara fajar yang meremang violet.

Menghanyutkan pasir halus...
Menghapus lara...

Anyer, 17 Juni 2018
05:42 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Minggu, 10 Juni 2018

Tryas Andini

Semua berubah ketika kau ada...
Dirimu mengajarkan padaku bahwa bahagia itu sederhana.
Sesederhana itu yang aku lihat...
Bercerita, berjalan, dan segala hal yang simpel akan bersama.

Mengenalmu...
Membuatku tau rasanya di hargai.
Tau rasanya saling mengisi hati.
Paham akan pentingnya toleransi.
Mengerti bawasannya kita adalah serupa.

Sangat sederhana...
Dimana cinta kita adalah kehendak tuhan.
Dipertemukan di selasar rumahku...
Hingga jadian di selasar rumahmu...
Dan karnamu...
Aku tau rasanya kalau bahagia sesederhana itu.

Jakarta, 10 Juni 2018
03:15 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Sabtu, 09 Juni 2018

Bahagia

Mungkin aku hanya bisa lihat kau hadir diantara bunga.
Sore itu dalam udara sejuk tanpa sinar senja.
Matamu hadir dengan senyum manis...
Bermanja diantara jingga...
Berseri seri dengan sejuta citra.

Kau yang aku cari selama ini...
Kau adalah orang yang pantas ku pertahankan...
Sungguh...
Aku bahagia bersamamu...

Kebandungan, 02 juni 2018
05:25 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Datanglah...

Untukmu...
Ada banyak hal yang ingin aku tunjukkan.
Diantara ngarai yang selama ini aku jelajahi sendiri.
Diantara lipatan sirkum mediterania itu...
Ada sejuta impianku yang melambung bersama bintang.
Dan hanya aku dan kamu yang bisa melihatnya.
Kita bermain imajinasi seindah yang kita mau.
Melintas diantara ilalang dan senja...
Tataplah mataku...
Dan kau akan temukan cinta didalamnya...
Hidup damai bersama semua angan dan asa kita.
Menuai kebahagiaan, atas nama perasaan.

Jakarta, 31 Mei 2018
02:05 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Selasa, 22 Mei 2018

Mahakarya

Batas cakrawala meremang...
Pagi itu, mengingatkanku satu hal.
Diantara lipatan sirkum mediterania...
Aku pernah menuliskan kenangan.

Dikala dini melarutkanmu dalam mimpi...
Aku hadir tanpa kau sadari.
Kala itu adalah waktu yang takkan terlupa.
Aku hanyut dalam buaian cinta...
Lalu terciptalah satu mahakarya yang sungguh indah.

Entah apa rencana tuhan selama ini...
Hingga detik ini...
Aku masih mencoba untuk merelakannya.
Sebab itu adalah satu satunya karya terindah.
Yang tercipta dari secangkir teh di perbatasan leuwiliang.

Jakarta, 22 Mei 2018
06:13 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Senin, 21 Mei 2018

Datang Untuk Menghilang

Kau datang lalu pergi...
Ketika fajar menjelang petang.
Kala itu dirimu ada hanya untuk menyapa.
Dan aku tetap menyambutmu...

Meskipun itu hanya sementara.
Dan tak selamanya kau ada disini.

Hingga kala senja menghilang...
Lalu aku terbangun.
Untuk kembali lagi menyusun rasi bintang.
Lalu mencintaimu tanpa harapan...

Kamis, 17 Mei 2018

Musim Panas

Butiran cahaya yang tersebar...
Hidup damai nan asri.
Dimana masing masing cahaya yang memiliki pola.
Bersama garis nebula yang ku kihat malam ini.
Aku sangat mecintainya...
Menjelang fajar, mereka meremang indah.
Dan tak ada bulan tampak.
Sungguh aku sangat merindukannya.

Terkepung diantara derik rimba...
Malam yang dingin tak lagi ku rasakan.
Aku hanyut terbuai oleh rasimu nan indah.
Membentang dari ujung cakrawala ngarai.
Tak ada derita, tak ada lara...
Semuanya ku lihat mendekati sempurna.
Segara Bintang...

Sukamantri, 13 Maret 2018
04:39 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Waluku

Untukmu...
Ada satu rasi bintang yang ingin ku tunjukkan.
Rasi itu sangat asri hidup di langit halimun...
Hadir di kala malam desember tanpa purnama.
Kamu bisa lontarkan semua harapan yang kau punya.
Bila kamu mengejarnya dengan sungguh-sungguh...
Kamu akan mendapatkannya.

Sabtu, 12 Mei 2018

Kita

Senja itu penuh makna...
Dimana aku temukan dirimu larut dalam pembicaraan.
Dan aku suka dengan hubungan kita sekarang.
Layaknya sahabat, namun tetap terikat cinta.
Yang akrab di atas roda dua...
Tanpa arah, tanpa tujuan.
Yang jelas, aku nyaman denganmu...
Tak ada lagi pertengkaran hebat.
Meskipun kita sering larut dalam kejenuhan.
Bukan berarti kita saling meninggalkan...
Kamu yang mencoba untuk lebih berpikir dewasa.
Dan aku yang mencoba untuk bersikap dewasa.
Kita sama sama berkembang meski beda jalan.

Perbedaan bukanlah hal yang cocok untuk dijadikan perdebatan.
Aku paham bawasannya dirimu adalah diriku.
Sifatmu serupa dengan sifatku...
Kita hanya perlu waktu untuk mencoba.

Jakarta, 12 Mei 2018
06:32 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Kamis, 03 Mei 2018

Tentang Impianku

Satu waktu nanti...
Siapapun dia...
Dia adalah wanita yang paling aku cintai.
Dia yang mewujudkan semua mimpiku.
Bersama memandang langit nan cerah.
Dengan gemerlap bintang di bulan desember.
Dia akan ceritakan semua mimpi mimpinya padaku.
Dia akan menunjuk satu poros diantara milyaran cahaya.
Dia akan membentuk sebuah garis khayal.
Seindah mungkin ceritanya melukis langit...

Satu waktu nanti...
Siapapun dia...
Dia adalah wanita yang paling aku sayangi.
Dia yang akan menyugukan teh hangat di depan tenda.
Sebelum matahari pecah dari ufuk timur.
Perlahan membangunkanku dengan senyuman.
Dia akan duduk bersamaku menghadap timur.
Dia akan tau betapa indahnya jingga di pagi buta.
Dia akan kagum dengan pesonanya kala mentari terbit.
Saat itu kau akan temukan bahagia...

Satu waktu nanti...
Siapapun dia...
Dia adalah orang yang paling sempurna dimataku.
Dia hadir disisi ini kala senja meremang jingga.
Perlahan matanya sayup ku lihat...
Tak ada duka, tak ada nestapa.
Dia adalah orang yang aku cari selama ini.
Dialah cinta sejati...

Jakarta, 10 April 2018
06:09 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Senin, 16 April 2018

Secercah Lentera

Aku dengar detukan langkah itu...
Halus menghapus luka.
Datang dengan sejuta rasa damai.
Mendinginkan hati yang kala itu membara.

Aku dengar senandung merdu suaramu...
Kala itu malam menggelapkan semua pandangan ini.
Kau datang dari belakangku membawakan secercah cahaya.
Kau terangi langkah ku...
Kau iringi jalanku...
Kau temani diriku yang kesepian ini...
Disaat mereka yang semu serentak meninggalkanku sendiri.
Aku bersyukur akan kehadiranmu...

Aku tau kau ada disini...
Meskipun kelak ku harus menunggumu.
Aku bahagia kau hadir malam ini kala aku ditinggal mereka semua.
Kau imbangi semua kesedihanku...
Aku bersyukur kau ada disini.

Jakarta, 16 April 2018
07:07 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Rabu, 21 Februari 2018

Nestapa

Nestapa terututp senja...
Diantara semua senyum yang ku pancarkan.
Itu adalah nestapa...
Tak berujung yang kerap tertutup suka.
Diantara air yang mengalir jernih...
Senyumku membawa duka.
Tak terhingga, entah perubahankah...
Semua ini hampir terlihat.

Diantara jurang dan lembah...
Semua itu adalah renungan.
Dibawah langit tanpa batas...
Perasaan ini terbang melayang bersama mimpi.
Nesatapa...
Meski jua tak ku temukan fajar...
Tetaplah aku terombang ambing...
Bersama bintang, nebula, dan hilang tertelan supernova.
Menoreh luka, terhapus suka...
Dan pula tertutup tawa.

Lubang hitam...
Ada satu kala kau adalah pemilik relativitas.
Diantara kilau bintang...
Kau mati bersama harapan.
Ku mati bersama tujuan.
Kau dan aku sama sama mencintai kebebasan.
Terlontar tanpa henti, di angkasa...
Hilang tanpa batas...

Jakarta, 21 februari 2012
04:04 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Selasa, 02 Januari 2018

Rencana 2018

Buku baru, lembar baru dan kisah baru. Aku telah menyusun rencana sederhana tahun ini, gak muluk muluk dan ga banyak impian yang gak pasti. Seengganya bisa bermanfaat buat kedepannya. Mungkin ada banyak rencana dan list yang numpuk di tahun ini, tapi ya sedikit saja untuk aku fokuskan agar tercapai semua, dan semoga ini semua menjadi rencana yang cukup baik, dan bisa tercapai sepenuhnya.

1. Punya dua pekerjaan yang bisa menunjang. Mungkin ini adalah hal yang agak mustahil, tapi  jika bisa kenapa tidak. Disamping tugas kuliah yang super padet, dan beban bulanan yang kadang bikin kepala pusing. Aku ingin punya satu pekerjaan lagi yang bersifat gaji dan bisa bekerja dengan waktu yang cukup bersahabat dengan kuliah. Ya karna pendidikan itu nomor 1, dan pekerjaan itu hanya sampingan. Aku hanya ingin berkreasi secara lebih, mengurangi hobi jalan-jalan dan bisa menerima kenyataan.

2. Semester ini harus lebih baik dari semester kemarin. Dan mungkin ini ada sangkutannya sama teman, waktu, dan tanggung jawab. Tapi dalam target ini adalah individual. Aku harus belajar jadi orang yang mandiri. Aku ingin ada peningkatan ipk yang lambat tapi pasti. Tidak sepenuhnya bergantung pada teman, absen, dan dosen. Walaupun di semester ini pasti ada pengulangan mata kuliah. Tapi seengganya untuk semester 4 dan 5 berkurang sedikit demi sedikit. Rencana ini dianggap berhasil apabila ada peningkatan 0.1 dari ipk sebelumnya. Kurangi nongkrong gajelas, karna itu menyita waktu. Aku akan mengurangi hal hal yang kurang penting di tahun ini, karna semakin tinggi semester, semakin aku merasakan kalo aku semakin tertinggal dari yang lain.

Mungkin hanya itu tolak ukurnya, karna belajar dari tahun lalu. Menyusun rencana yang muluk muluk hingga akhirnya hanya tercapai se per sekian persen saja. Aku ingin kehidupan yang lebih pasti kedepannya. Karna aku ingin kehidupanku semakin sejahtera. Dan semoga aku bisa mencapai semua rencana di atas tahun ini. Dengan do'a dan rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Amin...

Jakarta, 02 Januari 2018
04:33 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Senin, 01 Januari 2018

840 Mdpl

Malam yang sangat indah...
Duduk bersamamu dengan segelas teh hangat.
Meski malam ini bintang malu untuk memancarkan cahaya.
Namun aku masih dapat melihat bulan dengan cahaya menolek.
Dan legar api di atas udara.
Serta gemerlap kota nan asri membujur.
Bersamamu, diatas 840 Mdpl...

Malam yang begitu panjang...
Dengan sejuta impian dan cerita yang terucap.
Dibawah cahaya nan remang bersama kilat.
Menghias malam pergantian tahun.
Diantara belantara dan kesejukan yang terasa menusuk.
Aku tetap bisa merasakan hangatnya kita berbincang.
Mengenai suka, duka, cita, asa, pula rasa.
Hingga waktu dini tiba, kita beranjak lekas kembali.
Sebelum ibunda mencarimu cinta...

Sukamantri, 01 Januari 2018
12:05 A.M.
Gamal Johanes Perdana