Selasa, 14 Desember 2021

Hujan Sore

Bau tanah yang terguyur hujan.
Serta segelas kopi hangat.
Dan lantunan musik romantis.
Menambah kemalasanku hari ini untuk berkerja.
Sungguh untuk beberapa hari ini.

Rasa kecewa akan kerjaan membuatku malas.
Mungkin untuk beberapa minggu ini.
Menghibur diri adalah prioritas utamaku.
Dari banyak hal yang membuat depresi hebat.

Setelah sadar beberapa minggu perbaikan diri.
Sebesar itu depresi yang ku alami.
Sebab diri ini yang menuntut sempurna.


Jakarta, 14 Desember 2021
03:06 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Sabtu, 27 November 2021

Memandang Tidurnya

Dibalik tidurnya yang lelap.
Ada perasaan sayang yang teramat dalam hati.
Rasa tak ingin jauh darinya.
Dan masih pada rasa cinta yang sama.
Dari saat aku kenal dia.

Satu dari sejuta bentuk spesial.
Dan ia tak kan pernah sadar.
Sejauh ini aku mencintainya.
Dibalik bulatan matanya.

Istriku memang sesempurna itu bagiku.

Jakarta, 27 November 2021
04:08 A.M.
Gamal Johanes Perdana


Rabu, 13 Oktober 2021

Tentang Secangkir Kopi

Malam yang stabil kala itu.
Pukul 2 dini hari bersamamu.
Pada selasar rumah orang tuamu.
Momen dimana kita bersantai.
Dengan secangkir kopi beraroma khas.
Dan aku mendapatkan itu.

Tentang gelak tawa kebersamaan kita.
Aku yang melantun lagu dengan ukulele.
Dengan dirimu dibawah gemerlap bintang.
Kamu yang ku sebut sahabat hidup.

Setiap harinya, semua cerita kita buat.
Perjalanan, bertualang, sakit dan jatuh.
Dan kita masih temukan jua kebahagiaan.
Teruntuk malam itu...
Tentang ketenangan yang menyelimuti kita.
Kedamaian itu pasti akan datang lagi.

Jakarta, 13 Oktober 2021
01:14 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Minggu, 03 Oktober 2021

Perbaikan

Lelah dengan mengurus semua kepentingan orang, sedangkan diri sendiri belum pulih sepenuhnya. Rencana yang selalu tertunda, urusan yang belum tuntas, sampai keinginan yang tak tercapai. Aku selalu mengikuti kemauannya, yaitu mengurus kepentingan orang lain, yang sebenarnya tidak terlalu penting. Istriku lupa akan hal penting lainnya, aku belum menemukan zona nyaman selepas pindah, tapi semuanya diperburuk dengan mengurus semua kepentingan orang. Entah dia tidak merasa risih atau memang tak peduli. Tempat ini belum aku sebut rumah sebab ini masih perlu banyak pembenahan, tapi aku tidk pernah cukup punya waktu.

Aku perlu waktu dan tenaga ekstra untuk menyelesaikan semua ini. Semua orang menjengkelkan. Selama ini aku hanya menuruti semua kepentingan ego orang yang sebenarnya dia tak akan bertimbal balik. Tapi, sudahlah, mulai detik ini. Aku hanya ingin memperbaiki kebutuhan rohani. Sulit rasanya menghilang dari edaran. sebab, istriku telalu terbuka akan keadaan. Aku hanya ingin ketenangan.

Jakarta, 03 Oktober 2021
09:11 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Antidepresan

Bila cara normal tidak memungkinkan.
Terpaksa aku harus merusak diri.
Entah dengan antidepresan tipe ssri.
Atau ekstrak daun pegagan.
Yang jelas, hanya solusi itu yang terlihat.

Pilihannya dituruti atau merusak diri.
Aku masih mencari jalan opsi kedua.
Entah mungkin jalan anti inflamasi.
Bukan efek utama.
Namun efek samping yang dicari.

Hanya itu yang bisa ku tempuh.
Untuk memanjakan egomu...

Parung, 02 Oktober 2021
05:45 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Jumat, 01 Oktober 2021

Penjelajah Teh

Secangkir teh kala itu di kaki gunung sumbing, saat dimana 3 km jalan sudah ditempuh. Ada seorang yang memberikan teh, lalu ku teguk. Rasa itu membuat ku jatuh hati pada segala teh. Teh itu beraroma wangi, terasa pait beraroma manis, menenangkan, dan yang paling terkesan adalah rasa yang masih teringat hingga 7 tahun berlalu. Dan sampai tulisan ini kubuat, teh itu menjadi teh terenak yang tak lagi ku temukan dalam pencarian panjang. Rasa mint berbaur dengan hijau teh dan kuning nikotin. Teh itu bertanggung jawab atas rasa penasaran sejauh ini. Sumbing pada saat itu memang menyimpan segala kenangan yang takkan kulupa. Termasuk teh itu.

Pencarian yang berawal berkunjung ke pasar garung, dimana mungkin teh itu di jual bebas tak kunjung bertemu, mencoba semua brand teh terkenal di indonesia, hingga mencoba teh TWG yang harganya ratusan ribu 1 sachet. Memang teh TWG memiliki cita rasa mirip tapi bukan itu. Rasa penasaran yang menghanyutkanku kedalam dunia teh. Hingga istri ku menyarankan untuk mencoba teh dandang, dimana teh itu memiliki rasa yang kuat dan aroma yang kuat tapi masih kalah kuat. Dan mungkin setiap teguknya teh selama ini yang kuingat hanya Pos Malim kala itu.

Teh melati yang menenangkan, mungkin menjadi favorit, tapi pencarian masih aan berlanjut, ini seperti teka-teki tanpa deskripsi jelas, sebab cita rasa dan aroma hanya aku yang tau. Tapi dibalik penjelajahan teh ini, aku tau kalau teh layaknya kopi. Setiap orang punya seleranya sendiri. Secangkir teh beraroma melati bagiku menggambarkan keteduhan, ketenangan, dan kedamaian hidup.

Jakarta, 01 Oktober 2021
04:29 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Rabu, 22 September 2021

Melati Putih

Untukmu yang kusebut cinta....
Tempatku pulang.
Wanita yang ku butuh disetiap detiknya.
Yang kutemui disaat mata terbuka.
Yang selalu kujaga di setiap tidurnya.
Diantara sejuta paduan indah...

Dia melatiku...
Mekar putih nan harum dalam hidupku.
Tumbuh dan sekar setiap harinya.
Layak perjalanan hidup.
Jangan lelah atas jatuh bangunnya kita.
Bila pengorbananku kurang bagimu.
Katakanah...
Melatiku tak boleh menggugurkan bunganya.

Jakarta, 22 September 2021
03:28 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Sabtu, 21 Agustus 2021

Menyakiti Diri

Sebabnya aku menyakiti diri...
Yang lambat laun aku tau konsekwensi itu.
Tapi apa boleh buat.
Hanya jalan itu yang bisa ku ambil.

Terkadang mulutnya berbeda dengan keinginan.
Mungkin itu sifat legal manusia.
Setidaknya...
Pagi ini aku bersama privasiku lagi.
Dan lagi...

Entah lah...
Hal yang di bayang ku.
Kali ini makin terlihat jauh.

Mungkin ada saatnya aku lepas dari ketergantungan.
Yang aku ingin lihat.
Seberapa jauh dirimu kuat.
Dan seberapa jauh aku bisa tanpa itu.
Setidaknya mengatasi sendiri itu sudah cukup.
Aku dengan diriku sendiri.

Jakarta, 21 Agustus 2021
05:54 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Kamis, 19 Agustus 2021

Tentang Pernikahan Kita

Beberapa bulan setelah pernikahan aku dengan tyas, aku belajar banyak tentang hidup. Hal yang sangat mempengaruhi iyalah kebebasan itu sendiri. Yang tadinya tidak aku tau jadi mengetahui. Dan bila ditanya, jujur menikah itu seru bagi orang yang memang dasarnya menyukai kebebasan. Seperti aku dan istriku, yang memang tujuan utama dari pernikahan ialah untuk bebas berbuat apa yang kita suka tanpa harus banyak orang yang tau. Memang menikah dengan pendapatan pas-pasan itu sulit, tapi karna itu hal yang tadinya aku tidak tau jadi tau bahwa proses kehidupan itu tidak selalu senang. Ada tantangan yang berangsur meningkat dari waktu ke waktu. Aku memandang itu sebagai permainan, hingga pait manisnya hidup dirasa sebagai proses pengalaman. Dan kita menjalani ini dengan semangat.

Sejauh ini, banyak hal yang baru kutemui bersama istriku. Meskipun susah tapi kami selalu senang menjalaninya selama itu berdua. Karna menikah kami tau banyak. Tentang aku yang anti sosial dan istriku yang jiwa sosialnya tinggi. Sejauh ini keluarga kecilku membangunnya dengan saling melengkapi kekurangan. Istriku yang selalu merusak barang dan aku yang selalu memperbaikinya. Aku yang selalu pelupa dan dia yang selalu mengingatkan. Sama-sama nokturnal, minum berdua abis itu deep talk, aku yang membuat suasana rumah nyaman dan dia yang meramaikannya. Sama-sama ngingetin kalo lagi berantem, dan seperti biasanya, aku yang menjadi peredam dari emosimu yang meledak-ledak. Didalam keluarga kecil ini, banyak orang yang nyaman di dalamnya, meski jauh dari kata anak, tapi aku heran kerabat, ponakan, bahkan peliharaan nyaman ada di sini. Membuat suasana rumah sebebas dan seterbuka mungkin.

Perubahan adalah hal yang aku benci,tapi sikap nya yang dinamis menyeretku untuk menjadi orang yang flexibel. Dan ketertutupanku adalah hal yang paling dia benci tapi itu menjadi penyeimbngnya agar tidak mudah percaya pada orang. Semesta menciptakan aku dengannya seperti api dan angin, Keduanya saling melengkapi. Bukan persamaan, tapi perbedaan yang membuat kita merasa satu, tanpa itu kita akan menjadi individual. Dan teruntuk istriku, mungkin kedepannya banyak hal yang menakjubkan, perjalanan hidup itu melingkupi setiap helai napas yang kita hembus, dan diantaranya, setiap gerak tindak yang kita lakukan, itu adalah proses kita belajar untuk menjadi sempurna.

Jakarta, 19 Agustus 2021
06:52 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Minggu, 15 Agustus 2021

Bungkam

Aku adalah orang yang stabil.
Tapi ketika stabil itu goyah.
Harusnya dirimu mengerti setidaknya.
Aku membungkam sebab aku lelah.
Aku membungkam karna tak ingin ada masalah.
Tapi semakin lama aku membungkam.
Hati semakin perih karna luka.

Luka karna pikirku berlebih.
Setelah sadar setajam itu pisau yang ku genggam.
Sebesar itu masalah yang ku telan.
Aku kira menikah tempat yang baik untuk berbagi luka.
Tapi sifatmu yang membuatku menelannya semua.
Sebab aku yang terlalu sayang.
Dan tak ingin kamu tau rasanya.

Butuh waktu untuk pulih.
Tapi aku rasa ini akan lama.
Yang pada tujuannya adalah lupaku.
Beberpa hari ini...
Kukira pagiku bisa melupakan masalah ini.
Tapi kurasa butuh waktu panjang.
Hingga semua hilang...
Tanpa kamu ketahui.

Jakarta, 15 Agustus 2021
05:20 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Jumat, 13 Agustus 2021

Yang Tak Terdengar

Mungkin pagi ini menjadi perwakilan.
Diantara pagi-pagi yang lalu.
Pagi dimana aku selalu meratapi perih.
Mengatasi segala sendiri.
Sebab rasio gairah yang berbeda.
Aku tanpamu...

Aku yang membiarkanmu menelan ego.
Tentang pikirku...
Yang memang ingin kamu tak apa.
Tapi...
Aku yakin kamu tak tau apa dampaknya.
Bahkan pikirmu tak sampai pada rasaku.

Pikirku yang selalu berpikir banyak...
Tapi aku selalu mengembalikan pada jalannya.
Aku tak sampai hati...
Aku tak ingin banyak bertindak...
Dan aku hanya ingin mengamati...
Meskipun aku tau...
Kamu tidak akan pernah sadar satuhal.
Sampai kamu kehilangannya.

Jakarta, 13 Agustus 2021
06:00 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Rabu, 11 Agustus 2021

Sebuah kota distrik

Mungkin dari sebuah batas kota...
Diantara aku dan kamu kala itu.
Dalam peluk sore...

Memoriku merindukannya.
Aku ingin mengulangi hal itu lagi bersama.
Tapi takkan bisa...
Kamu yang tertidur pulas di pundakku.
Senja itu di banjarnegara.

Kamu yang ku sebut perjalananku.
Yang mengisi kekosonganku selama ini.
Aku tau bahagia berkatmu...
Aku tau kalau bersama itu menyenangkan.
Dan aku tak mau pergi tanpamu.

Di batas kota itu membayar sejuta mimpi.

Jakarta, 11 Agustus 2021
11:46 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Jumat, 30 Juli 2021

Tanpa Peran

Bukan itu...
Tapi, perasaan yang lain.
Tentang mimpi panjang.
Yang terurung sebab tak pantas.
Perbedaan yang terpaut jauh...

Alur hidup memang tak bisa terbaca.
Bahkan yang tak perduli.
Hingga aku sadar...
Bahwa...
Sudah lah.

Hidup itu berepisode...
Aku lebih nyaman menjadi penonton.
Yang terombang-ambing perasaanya.
Tanpa memiliki peran didalamnya.
Dan hanya ingin melihat apa kelanjutannya.

Aku tak ingin memiliki banyak peran.
Aku punya jalan ceritaku sendiri.

Jakarta, 30 juli 2021
11:27 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Minggu, 20 Juni 2021

Sepasang Bola Mata

Pagi itu menggambarkan 7 keindahan semesta. Aku menemui sepasang bola mata yang indah. Diantara sindoro, sumbing, dan kembang. Memandang kearahku. Dengan sejuta gelak tawanya yang legar. Dialah cinta yang kuagungkan. Wanita yang ku pilih hidup dan mati. Yang membawakanku secangkir teh hangat. Dan memandang pagi bersama. Pada ketinggian 2550 mdpl. Yah, aku memilikinya sekarang... Dantara hamparan luas sabana yang sejuk. Aku melihatnya terbit bersama mentari. Dan segala keceriaannya. Serta kebahagiaannya. Menghapuskan lelah yang ku derita. Aku punya dirinya yang kuharapkan selama ini. Di sunrise camp patak banteng. Kala itu, Prau membuka mataku satu akan dirinya. Tentang perjalanan panjang ini. Tentang perjuangan aku dengannya... Tentang 4 tahun aku mengenalnya. Memo : prau, 01 juni 2021 jakarta, 20 juni 2021. 04:08 A.M. Gamal Johanes Perdana

Menanti Pagi

Berada di penghujung ilusi... Oh pagiku yang sunyi. Mengantarku pada sejuta ingatan. Dimana kala itu hatiku sangatlah berbunga. Akan Peluknya... Yang lalu menenggelamkan perasaan ini. Pada penantian panjang. Dan kesunyian pagi ini yang bertanggung jawab... Dengan secangkir teh melati... Dengan suara haru musik yang ku putar. Dan ekstrak nepetalactone yang ku hisap. Diantara segala kefrustasian yang aku benci. Aku hidup dalam intuisi yang tercipta. Aku punya sejuta ingatan yang ingin ku musnahkan. Tapi semesta berkata lain atas otak ini. Mudah mengingat dan sulit melupakan... jakarta, 20 juni 2021 03:51 A.M. Gamal Johanes Perdana

Rabu, 16 Juni 2021

Potret Perjalanan

Oh, jadi seperti itu yah kita.
Pagi ini...
Galeri gawaimu mengingatkanku.
Akan perjalanan panjang kita.
Banyak hal yang ku lupakan.
Hingga detik ini...
Memo itu membuka pikiranku.

Album itu membawaku kembali ke masa lalu.
Setelah aku mengingatnya...
Kisah kita penuh cerita.
Penuh perjalanan...
Hal itu dari deret penjelajahan yang kita lewati.
Aku ingat...

Mencari jalan, tersesat, tertawa, tersandung...
Segalanya aku merasakan bersamamu.
Hingga pagi ini...
Kamu tidur lelap di sampingku.
Dan kita masih diselimuti kebahagiaan.

Jakarta, 16 juni 2021
06:47 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Senin, 05 April 2021

Rencana

Terjaga dari malam hingga pagi...
Aku merasa jenuh dengan kehidupan kota.
Keseharian yang sebatas kerja.
Lalu pada dini hari aku terbayangkan perjalanan.

Lama diri ini tak jumpa dengan alam.
Yang setiap hari ku lihat adalah kendaraan.
Aku jenuh kota...
Aku dan dirinya butuh tamasya...

Jakarta, 05 April 2021
07:13 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Kamis, 25 Maret 2021

Pagi Ini

Di satu pagi yang sejuk juga cerah. Aku terduduk diam termenung. Di atap rumah dengan segudang kecemasan. Senandung yang masih kulihat damai. Bersuara kicau burung... Aku tau semesta sedang rencanakan sesuatu. Namun aku tak tau esok. Begitu besar tanda tanya di kepala ini. Yang pasti aku harus bergegas... Mengambil sampel terburuk adalah caraku. Namun hati ini belum siap menerimanya. Bahkan bila terjadi ini amatlah buruk. Diantara pikiran yang berat. Ada jiwa yang berkorban sehat. Dari segala dinamika politik kerja. Aku merasa akan jadi korban disini. Aku yakin semesta akan berikan jalan terbaik lagi. Namun aku tak yakin akan diriku. Jakarta, 25 Maret 2021 06:18 A.M. Gamal Johanes Perdana

Selasa, 23 Maret 2021

Sagiku

 Aku punya 2 sagi yang terus memutari duniaku, keduanya punya emosi yang tidal stabil Dan hanya aku yang mampu membuatnya tenang. Kehadiran mereka berdua sangat mewarnai kehidupanku. Menghidupkan duniaku Dan sangat menghibur jalan hidupku. Keluarga kecil ini adalah aset berhargaku satu satunya di dunia ini. Aku sangat mencintai mereka berdua, satu atap memiliki tanggal lahir yang sama ketiganya. 

Pagi itu, segelas kopi yang ku terima saat aku ada di kebun kecilku, itu adalah hal terindah dan terdamai. Kehidupan yang penuh dengan cinta yang selalu dirimu panah untukku setiap waktunya. Tak ada lagi waktu sedih hingga aku lupa bahwa aku memiliki hobi menulis. Memang sejauh ini aku hanya akan menulis ketika aku sedih. Hidupku indah bersama kalian bertiga.

Semoga tuhan selalu memberkati keluarga kecil ini. Gamal, Tyas, Cikal, Obes.



Jakarta, 23 Maret 2021

04:37 A.M.

Gamal Johanes Perdana

Jumat, 12 Februari 2021

Bintang

Di satu gugusan bintang malam ini.
Orion nampak terbenam pada petang malam.
Itu memberi tanda...
Harusnya musim hujan telah berakhir.
Dan rasi salib ialah pertanda musim panas tiba.

Malam ini cukup cerah...
Aku bisa melihat orion terbenam indah.
Di batas cakrawala barat.
Tak ada awan yang menutup langit lagi.

Jikalau berkelanjutan.
Dimusim ini...
Aku ingin merencanakan perjalanan bersamanya.
Aku ingin tunjukkan padanya...
Berenang diantara garis khayal yang kita buat sendiri.
Menatap bintang dengan sejuta mimpi.

Pada musim ini...
Aku ingin kembali tenang pada garis khayalku.

Jakarta, 12 Februari 2021
01:41 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Kamis, 21 Januari 2021

Menyambut Matahari Pagi

 Dini hari yang telah aku lewati, dalam lingkar keluarga kecil yang ku bangun. Malam dimana penuh kebahagiaan yang tak ada habisnya, aku sangat bersyukur akan hal itu. Tuhan menghibur kami dibalik kesedihan yang melanda kami akan penantian. Dan bersyukur akan apa yang ada adalah jalan keluar terbaiknya. Keluarga kecil yang kami bangun sangat mengasyikan. Kami hidup diberkahi dengan teman yang tiada habisnya menghibur kami akan sulitnya hidup. Kami menjalaninya dengan syukur dan apa adanya. Mungkin tuhan mmiliki rencana lain untuk kita, entah esok atau lain waktu nanti, ia akan menjawab harapan kita selama ini.

Hujan yang mengguyur deras, membasuh tubuh yang lelah bermalam akan biusnya penderitaan. Didalam gubuk yang tenang ini aku menikmati fajar dengan segelas teh hangat dan musik lembut. Diantara itu terselip perasaan yang mendalam tentang lingkar yang telah kubuat dengan istriku. Waktu yang kerap mengejar kami untuk bersikap tidak tenang, tapi aku sungguh tak perduli, aku yakin pada saatnya ada jalan untuk menyelesaikan permasalahan itu satu-persatu. 

Diatara bintang harapan, kehidupan tenang lah yang selalu ingin ada disetiap saat. Damai yang abadi dan kesederhanaan yang sejati adanya. Aku membangun semua bersamanya atas harapan yang tak begitu muluk untuk diwujudkan. Mungkin hal itu yang membuat teman berantusias pada kami, Menghilangkan pikiran kami tentang penantian yang tak kunjung bertemu di persimpangan.


Jakarta, 21 Januari 2021

07:27 A.M.

Gamal Johanes Perdana

Senin, 18 Januari 2021

Untuk Waktu

Dibatas malam dan pagi.
Pikiran ini kerap kali bertanya.
Tentang apa yang akan terjadi.
Hari ini, esok dan seterusnya.
Dan waktu...

Segala pengharapan, tujuan, dan penantian.
Yang dipikir-pikir...
Mereka akan selesai dan datang.
Semua tergantung pada prosesnya.
Aku yang sabar dan dirimu yang support.
Dan lagi-lagi waktu...

Manusia hanya bisa berencana.
Aku dan kamu menantinya datang.
Dan kita pula berusaha menyelesaikan urusan.
Selama napas kita, denyut kita, dan semangat kita ada.
Segala yang kita tunggu takkan usai.
Sebab tujuan yang membuat kita terus hidup.
Dan biarkanlah waktu...

Tak perlu ada yang dicemaskan...

Jakarta, 18 Januari 2020
06:01 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Jumat, 15 Januari 2021

Menarik Diri

Aku yang memutuskan hilang.
Entah sementara atau selamanya.
Sebab aku...
Sudah menemukan kestabilan hidup.
Ataupun ingin menjadi stabil.

Yang ku terima perubahan.
Aku tak pernah ingin jadi sama.
Sebab sama itu membosankan.

Aku membunuh kreativitas untuk sementara.
Ada yang ingin aku gapai di tahun ini.
Bersamanya...
Membangun rumah tangga selayaknya.
Serta menunggu datangnya bulan.

Tanpa tersadar...
Hidup itu terasa cepat bila kita tidak mengenang.

Jakarta, 15 Januari 2021
05:33 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Sabtu, 02 Januari 2021

Batas Malam dan Pagi

Terima kasih 2020, di tahun itu banyak sekali rintangan yang telah berhasil ku lewati bersamanya. Seseorang yang kini telah jadi istri sekaligus sahabat sehidup semati. Yang mereka tau adalah tentang bahagianya kita. Sejarah mencatat buruk dalam ingatan ini tentang 2020. Dengan keringat dan tekat bersama, aku dan dirinya mampu melewati semua rintangan, cinta yang sama saling menguatkan, mengasihi, dan memperjuangkan pernikahan terlaksana diatas kaki sendiri. Menghalau pandemi dan melawan semua bentuk penghalang keinginan kita untuk maju. Satu kata untuk tyas sebagai wanita yang ku pilih ialah "Kuat". Bahkan disaat genting soal keuangan, dan restu orang tua, dirinya tetap tahan menghadapinya. Saling merangkul, hadapi, dan kita lawan segala bentuk hambatan. Yap, aku akui kita adalah sepasang pemberontak yang menginginkan kebebasan melekati langkah kaki kita bersama. Aku bangga padamu, aku bahagia hidup bersamamu. Bagi kita kebebasan itu adalah milik kita berdua. Dan teruntuk kamu yang tercinta, jalan kita masih panjang.


Aku berharap di tahun 2021 ini, banyak halangan yang bisa kita hancurkan bersama. Aku yang fokus terhadap ekonomi keluarga kecil kita, sekaligus berusaha untuk menyelesaikan sekripsi pada tahun ini. Dimana itu adalah kunci atas kemajuan kita kedepannya. Dan aku berharap banyak pada dirimu untuk memanajemen rumah tangga ini dengan baik. Saling mengisi kekurangan dan melengkapinya. Bagaimana pun, aku takkan pernah bisa berdiri di kaki sendiri tanpa bantuanmu. Saling membangun dan merangkul. Bagiku itu lebih dari cukup. Support aku buat menyelesaikan kuliahku di tahap akhir ini, kalo perlu bantuin bikin skripsinya hehehehehe...


Penantian, aku tau kita sama-sama saling tak sabar memiliki momongan dengan cepat. Kita sama sama menanti dan khawatir. Tapi aku yakin, tuhan punya niat baik atas kita. Selalu ada sisi baik yang bisa kita ambil dari semua rencana tuhan untuk kita. Jangan pernah berburuk sangka padanya. Tuhan pasti memberikan jalan terbaik buat aku dan kamu, karna dia tau kita adalah orang baik. Pintaku pada semesta ialah diberikan kecukupan dan kebahagiaan yang melimpah. Semesta selalu mendengar doa ku. Aku selalu minta diberikan jalan terbaik untuk menempuh hidup. Dan tuhan selalu menjawab dengan hikmah. Tak perlu bergelimang harta, hanya pintaku agar dicukupkan, dan diringankan segala beban. Keindahan dunia yang sejati ialah ketenangan dan kesenangan menjalani hidup. Dan perasaan rohani selalu diatas segalanya.


Untuk apapun itu di tahun 2020, terima kasih atas segalanya. Manusia boleh berencana, tapi semesta punya rencana lain untuk kita. Bagiku, segala yang kita lewati di tahun 2020 kemarin. Adalah tolak ukur kita kedepannya, dimana aku yakin untuk semakin tangguh menghadapi segalanya. Dan untuk penantian akan anak. Mungkin semesta masih memberikan kita waktu untuk bersenang senang menikmati masa muda kita. Aku bersyukur atas hal itu, terima kasih 2020.

Aku akan selalu mengenang tahun itu...


Jakarta, 02 Januari 2020
04:54 A.M.
Gamal Johanes Perdana