Kamis, 24 September 2020

Hantu Pikiran

Hay kamu...
Aku benci ingatan ini.
Tapi kamu harus tau sedikit tentang ini.
Teruntuk perbatasan leuwiliang.
Cibodas, halimun, dan lembah salak.
Meski tensi yang semakin menurun tetap saja aku risih.
Hal yang aku benci adalah mengapa aku bisa mengenalmu.

Meski tak seintens dulu...
Tetap segalanya menyita waktu.
Aku tak temukan apa manfaat dan efek dari semua ini.
Yang jelas...
Aku hanya inginkan kedamaian.
Tidak ada bayang bayang jemari memetik senar.
Atau tentang tulisan lampau.

Aku hanya ingin tenang dengan jalanku.
Maka, pergilah...


Jakarta, 24 September 2020
03:10 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Rabu, 09 September 2020

Tentang Apapun Itu

Katika senja yang kupanggil hadir.
Di sebuah lembah edelweis itu.
Segala yang selama ini diimpikan terwujud.
Hingga satu ketika dengan sengaja aku terbangun.
Aku adalah orang yang paling bahagia saat ini.
Saat puisi ini kutulis...
Pada ketinggian 2740 meter dari permukaan laut.
Aku dengannya...

Ini semua tentangnya...
Yang kuperkenalkan segala hal yang gila.
Dari isi kepalaku.
Di sebuah ladang yang sejuk.
Lembah yang paling menagjubkan untuk melihat senja.
Pula bintang yang bersinar menolek.
Sekali lagi...
Aku menjadi orang paling bahagia.
Sebab aku berhasil membawamu kesini.

Tempat yang penuh ketenangan...
Deruan angin...
Tertutup kabut...
Dan ketika semua menghilang.
Dirimu mampu melihat dunia yang luas.
Dan kau tau...
Bawasannya manusia teramat kecil untuk berlaku angkuh.
Ditempat ini...
Dirimu tau apa yang membuatku cinta pada semesta.

Surya kencana, 01 September 2020
22:50 P.M.
Gamal Johanes Perdana