Senin, 09 Maret 2020

Teruntuk Semesta

Diantara rintik hujan...
Yang turun samar bersama harapan.
Aku terdiam...
Aku berpikir lebih tenang dalam perjalanan ini.
Yang terlihat begitu besar menghadang langkah.
Terus menghalau demi terwujudnya satu mimpi besarku.
Pernikahan...

Semesta memberiku sedikit rintangan baginya.
Tapi bagiku itu banyak...
Setapak demi setapak, aku melangkah perlahan.
Takut aku menapaki satu jejak kesalahan.
Aku tau...
Semesta mengujiku, apakah aku layak mendapatkannya.
Analitisku membuatku semakin lambat menyelesaikan semuanya.

Teruntuk bintang timur...
Aku harap, aku mendapatkan yang terbaik dalam hidupku.
Segala jalan yang mudah dan kebahagiaan abadi.
Engkau tau apa yang aku cari.
Semestaku....
Aku tau kau mendengar ini.


Jakarta, 09 Maret 2020
03:37 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Jumat, 06 Maret 2020

Jalan Liku

Teruntuk malam ini, aku terdiam bingung untuk melanjutkan bagai mana cerita pernikahan yang sedang aku rencanakan. Aku benci dengan orang tua ku yang jawabannya selalu menggantung tentang kelanjutan pertemuan antar kedua orang tua aku dan tyas. Seolah mereka meragukanku padahal aku sudah sangat serius memandang kedepannya. Aku yakin semesta akan memberikan hal terbaik kedepannya.

Aku hanya ingin mengusahakan bahwa pertemuan antar orang tua itu terealisasikan. Dan bila tidak, aku akan ambil jalan kedua pada awal april, aku akan mengurusnya sendiri ke kua untuk mewujudkan segalanya. Aku hanya ingin menemukan teman hidup dimana segala sesuatunya akan di jalani bersama dengannya. Yang penting kita sama sama setia, sisah kekurangannya, itu bisa di cari jalan keluarnya. 



Jakarta, 06 Maret 2020
22:53 P.M.
Gamal Johanes Perdana