Pada dasarnya, laki-laki sejati hanya akan memilih 1 wanita pendamping yang kelak akan menemani hingga akhir hayatnya. Yang akan menemaninya susah maupun senang. Wanita itu akan menjadi segala hal dari sahabat, cinta, istri, teman, bahkan lawan. Yang membangun sebuah pondasi bersama, berdebat, tertawa akan hal konyol, dan juga berbagi akan segala yang di butuhkan. Aku tau, pernikahan bukan untuk bersenang-senang, bukan untuk menghalau batas, dan bukan untuk hal yang monoton. Ketika hari pertama setelah pernikahan, disitulah kehidupan baru di mulai. Dan aku sudah memikirkannya dengan matang malam ini.
Bagiku Laki-laki itu memilih satu. Dia bisa jatuh cinta dengan banyak wanita. Tapi pada waktunya, dia hanya akan mengabdikan segala hidup juga cintanya pada 1 wanita yang dia pilih. Wanita yang menurutnya sesuai kriteria. Dan aku, memilihmu sebab dirimu adalah yang aku mau. Hitam manis, setia, tulus, mau di ajak susah, pinter mengurus rumah, bisa di andalkan untuk menjadi seorang istri dan bisa jadi sahabat terbaik. Dan sejauh ini aku menjalin hubungan denganmu, bisa ku nilai bahwa cara kita berpacaran lebih ke realita hidup sesungguhnya. Hingga aku yakin bahwa dirimulah jodoh yang selama ini semesta janjikan padaku. Aku belajar banyak darimu tentang segala hal.
Perlahan, aku melihat cobaan ini menjadi ringan dan samar. aku tak tau apa yang akan di rencanakan semesta kedepannya. Tapi aku selalu yakin bahwa semesta akan memberikan jalan terbaik untuk kita. Bilik hatiku terbius hingga aku merasa sedikit tenang dibuatnya. Aku tau manusia hanya bisa berencana, tapi sesungguhnya segala yang akan terjadi, semesta yang akan menentukan.
Di satu hari kelak aku dan dirimu bangun di pagi hari, mengusap muka dengan air yang dingin. Merias wajah dan dikepung oleh para saksi. Aku yang gugup berkeringat dingin dan dirimu yang meneteskan air mata tulus. Legarkan suara, tegakkan badan, dan kuatkan hati. Aku tau, cinta hanya akan berlabuh di satu titik, dimana hari itu mulut yang akan mengikrarkan segala hal. Dan aku tidak akan merasakan berat sama sekali, ini jalan yang aku pilih. Segalanya hanya akan ku ikhlaskan kepada yang maha kuasa. Tak ada lagi istilah aku, tak ada lagi istilah kamu, yang ada ialah kita. Kita yang hanya akan mengisi satu sama lain di setiap hari nanti. Kita yang menentukan nasib di tangan kita berdua. Yang pasti, saat ini kamu harus percaya akan kataku, "Akan ada hari yang cerah setelah badai berlalu".
Jakarta, 20 Juni 2020
03:32 A.M.
Gamal Johanes Perdana