Rabu, 26 Desember 2018

Terima kasih 2018

Tahun 2018 adalah tahun yang baik. Dimana tahun ini aku memiliki banyak perubahan, dan hal hal yang telah berhasil aku capai. Terlebih di tahun ini pula aku menemui hati yang nyata menurutku, sebab tuhan telah menjabah segala doa doaku. Ya tuhan, terima kasih atas segala rahmat dan karuniamu.

Aku pernah menulis 2 rencana untuk tahun 2018, dimana sebenarnya rencana itu simple tapi berat, dan sebenarnya aku sempat berhasil, hanya saja ada beberapa faktor yang membuat aku sadar bahwa aku belum bisa.

1. Punya 2 pekerjaan dan 1 kuliah.
Itu adalah hal yang konyol tapi saya sempat bisa menjalani meski tak lama, saya bisa mendapatkan pekerjaan kolam dan ojek online sekaligus kuliah. Dan itu senua membuat saya sadar kalau saya terlalu gila, bahkan saya tidak menemui waktu tidur yang pas dalam seminggu lebih. Hingga akhirnya saya harus melepas satu dari pekerjaan itu.

2. Kenaikan IPK
Untuk semester 4, saya mampu menaikkan ipk saya sedikit, meski menurut orang itu jauh dari kata cukup, namun saya mampu, dan untuk semester 5 ini adalah target kenaikan ipk yang kedua, jadi kita tinggal tunggu hasil ipknya.

Dan untuk kedua rencana itu, saya sukses dan bisa. namun sayang, seolah itu hanya menggugurkan resolusi 2018.

2018 itu adalah tahun yang menakjubkan, terlebih dari rencana itu, aku punya beberapa rencana yang bisa aku wujudkan di tahun ini, semua berjalan dengan alur yang baik. Tahun ini aku ingin sekali rasanya menjabarkan progress dari bulan ke bulan. Aku bersyukur sebab tahun ini penuh dengan kebaikan dan perubahan pada diriku.

Januari, aku mendapatkan pekerjaan baru. Menurut aku pekerjaan ini cukup untuk mengisi waktu yang kosong libur kuliah. Dan di bulan ini pula aku ulang tahun.

Febuari dan Maret, menurut aku bulan ini adalah bulan yang begitu suram, dimana aku larut dalam kesedihan, aku berkelana kemana pun itu, berdoa kepada tuhan agar aku di berikan kekasih yang mengerti apa inginku.

April, berita buruk datang soal kontrak kerja, terlebih uber di akusisi grab. Aku kehilangan 1 pekerjaan yang nantinya aku kehilangan keduanya. Dan di bulan ini adalah nada merah atas hubungan ku dengan zahra. Karna aku dan dia sudah sama sama lelah dan bosan.

Mei, bulan dimana aku menjadi pengangguran dan putus dengan zahra. Aku sebut bahwa bulan mei ini adalah bulan revolusi, di bulan ini aku mulai meninggalkan segala ritual ritual lama. Lalu di bulan ini pula aku mengenal orang yang selama ini aku cari, hingga ketika aku menulis cerita ini, aku merasa bahwa dirinya adalah doa yang selama ini tuhan kabulkan untukku.

Juni, bulan dimana aku memulai cinta dengan Tryas Andini, dimana aku menjalani cinta yang begitu bahagianya.

Juli, perdana aku camping dengan kekasih tercinta, dimana sudah sebulan aku menjalani hubungan dengannya, dan di bulan ini aku memulai keseriusan sebab aku yakin dengannya.

Agustus, aku telah diterima dengan baik di lingkungan rumah, keluarga, dan kerabatnya. Begitu juga dengan dirinya dalam kehidupanku. Dan di bulan ini pula aku memulai pengobatan rawat jalan di rs fatmawati, ditemani dengannya.

September, aku mendapatkan kontrak baru di hotel rafless, dan masih dalam perusahaan yang sama. Dengan gaji baru, dan kerjaan berikut jam yang aneh. Dan di bulan ini pula aku mengikat cinta aku dan tyas dengan 2 gram cincin berkadar 375.

Oktober, membuat rencana dengannya untuk travel bandung selama 4 hari, setelah melalui pemilihan beberapa tempat, transport, konsumsi, dan penginapan.

Dan aku buat ini menjadi tulisan khusus di bulan November, dimana bulan yang begitu paling bersejarah di tahun ini, aku punya beberapa kejadian di bulan ini. di awal bulan, aku travel dengan tyas ke bandung selama 4 hari. Dan benar bandung itu adalah kota romantis, selama 4 hari itu aku dengannya selalu senang dan merasa bahwa aku telah menjadi suaminya secara utuh. Dimana hari pertama berangkat menuju bandung, dan hari kedua rainbow garden, hari ketiga orchid forest, dan hari ke 4 pulang.

Di pertengahan bulan aku mulai membeli kamera dslr, dimana barang yang selama ini aku impi impikan, sebab ketidak puasan travel di bandung dengan minim kamera.

Dan tepat tanggal 24 november, aku mendapat kabar oprasi dari fatmawati tanggal 26 november, tepat ketika hari ulang tahun tyas, dan informasi itu dalah informasi yang membuat aku dengannya sangat terpukul. Lalu 25 nya aku mulai di rawat, dan selama aku di rawat di rumah sakit, aku selalu di temani dengannya, dan hal yang membuatku haru adalah mengucapkan happy birthday ketika usai oprasi. Dan bulan ini menurutku adalah bulan nano nano.

Desember, bulan yang singkat, sebab aku cuti kerja selama sebulan, lalu bulan ini aku selalu di temani tyas, dia tetap setia apapun kondisiku saat ini, dia tetap ada dan hadir untukku, dan di bulan ini pula aku menyusun resolusi yang sangat kompleks untuk tahun 2019, resolusi ini bukan individual, melainkan resolusi yang serius, insha allah terwujud.

Sekian cerpen 2018 yang aku buat sesuai kronologis, aku sangat bersyukur akan tahun ini, karna banyak sekali pelajaran yang bisa aku dapatkan, terlebih soal tentang kehidupan, tahun ini aku merasa lebih dewasa dari tahun sebelumnya, meskipun jauh dari kata sempurna. Aku hanya berdoa untuk rencana tahun esok semoga sesuai dengan keinginan aku dengan tyas, aminnn...

Jakarta, 26 Desember 2018
04:48 A.M.
Gamal Johanes Perdanap

Senin, 17 Desember 2018

Kehilangan Beberapa Rencana

Aku kehilangan beberapa mimpiku di bulan ini, bulan yang tadinya memiliki rencana yang cukup haru. Aku juga kehilangan beberapa identitas diri disini. Dimana biasanya aku adalah orang yang mellow soal perasaan, dan kaya akan tulisan dan karya sebab hasil dari rasa sedih yang ku derita. Hingga akhirnya aku bahagia dengannya, aku temukan semua yang aku inginkan selama ini. Dan karnanya, aku jarang menulis kisah sedih lagi sebab aku telah sepenuhnya bahagia. Namun mungkin untuk bulan ini, sepertinya aku akan melewatkan kebiasaan aku di setiap tahunnya, dimana semua ini harus aku ikhlaskan sebab aku sedang fase penyembuhan, dimana tanggal 26 november kemarin aku divonis untuk menjalani oprasi kriptokismus. Entah lahh, aku hanya bisa berkata bahwa tuhan punya rencana baik di balik semua ini.

Berita yang ku dapati pada bulan kemarin cukup membuat aku terpukul, sebab aku menjalani oprasi pada penyakit ini sudah 2x. Yang dimana oprasi pertama di lakukan pada febuari 2015. Dan pada tahun ini di lakukan oprasi yang kedua, dan khusus oprasi ini, aku rahasiakan sebab aku hanya ingin di rawat oleh orang yang benar benar sayang dengan diriku. Tuhan, terima kasih kau telah pertemukan antara aku dengannya.

Aku kehilangan beberapa rencana dibulan ini, yang pertama kehilangan kegiatan tahunan, yang biasanya di bulan ini aku sibuk membantu anggota muda sisgahana untuk membuat pdgh, karna biasanya aku tak pernah absen soal bantuan pada mereka. Dan yang kedua aku kehilangan moment dimana biasanya aku memandang gemerlap bintang di malam bulan desember. Dimana bintang orion yang sedang cerah cerahnya itu, aku hanya bisa melihatnya dari jakarta, dan itu pun tak secerah yang ku harapkan. Aku hanya ingin memandang bintang itu bersama tryas andini, aku hanya inginkan itu terkabul sebelum akhir bulan desember, dimana aku memandang bintang itu berdua dengannya, dengan memutar lagu on the night like this dan disuguhi teh dan rokok, serta aku dan dirinya melontarkan mimpi dan harapan pada bintang harapan. Kita tunjuk satu bintang untuk pedoman langkah kita di tahun berikutnya... Semoga mimpiku ini terwujud...

Jakarta, 17 Desember 2018.
09:47 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Sabtu, 01 Desember 2018

Selamat Pagi Desember

Pagi di awal bulan desember, dimana setelah sekian lama aku sudah tidak menulis tentang dunia melankolisku. Entah ada beberapa faktor yang membuat aku tak lagi update soal pelajaran hidup ini. Tapi untuk kali ini aku tak ingin membahas beberapa faktor itu, aku hanya ingin menuliskan sedikit dari beberapa hal yang membuat saya terharu akan segala apa yang saya raih hingga detik ini, mungkin ini salah satu bentuk syukur saya terhadap tuhan yang maha esa. Entah aku merasa bahwa selama ini tuhanku mendengar semua keinginan dan jerit di balik semua doa yang pernah aku panjatkan, entah itu di gunung, hutan, bahkan tanah lapang yang kala itu wajah ini menghadap ke langit dan meminta pada bintang harapan. Seolah selama ini doa itu di akumulasi dan di wujudkan satu persatu semua apa yang aku inginkan, ya tuhan, aku bersyukur sekali atas nikmat dan karuniamu. Sebab baru kali ini hamba merasakan bahagia yang terlalu mendalam, dan itu juga yang membuat aku jarang bikin tulisan tulisan yang sedih, sebab kini aku merasa hati yang sepenuhnya terisi oleh cinta. Meskipun saya telah di vonis bahwa saya keilangan semua teman dan sahabat saya, kecuali kartika kirana. Namun saya tak merasakan sedih sedikit pun akan hal itu, justru malah hal itu yang membuat saya berpikir bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk bersiap siap membangun rumah tangga bersamanya. Dan saya sudah merencanakan hal itu sebagai resolusi 2019. Mungkin ini terlalu cepat, namun aku tak ingin cinta ini menjadi usang karna tak ada kepastian.

Desember ini, aku sangat berharap akan tidak seburuk desember sebelumnya, meskipun kekelaman desember kian taun kian menurun, aku berharap desember kali ini indah. Sebab semenjak tahun 2013, desember itu adalah bulan yang aku takuti sebab ada saja hal yang tidak mengenakan hingga saya merasa tersiksa batinnya di bulan desember. Dimulai dari desember 2013, dimana aku di tempa habis habisan oleh sisgahana. Desember 2014, aku di tekan secara mental untuk mendidik calon anggota. Desember 2015, defisit anggota yang membuat saya dan angkatan saya harus merasakan tekanan dari alumni. Desember 2016, dimana aku di maki maki oleh orang yang pernah aku cinta, sebab semua tulisannya terbongkar oleh seseorang. Desember 2017, dimana kala itu aku bertengkar dengan mantan dan keduanya memutuskan untuk bersiap siap berpisah. Dan awal tahun 2018 aku putuskan untuk mengubur semuanya dalam dalam. Dan bagiku di tahun 2018 ini, adalah tahun perubahan yang lebih dari perkiraan saya, entah itu uang, impian, dan cinta.

Di tahun 2018 ini, aku sangat bersyukur akan kehadiran seseorang di hidup aku yang membuat segala galanya berubah total. Dia adalah Tryas Andini, dirinya datang dan mengubah segala aspek di hidup aku yang lebih baik, dia menghargaiku sebagai lelaki, dan bahkan dia sangat menyayangiku melebihi dirinya sendiri, mungkin kemarin adalah hal yang sangat memukul batinnya, dimana saat 26 november adalah tanggalnya ulang tahun, aku di putuskan untuk menjalani oprasi, dan dia tetap mementingkan diriku, bahkan merawatku disaat badan ku panas, dia memandikanku, menyuapiku, bahkan dia sendiri sampai lupa akan kesehatannya. Dan itu adalah hal yang membuatku terharu, dan untuk desember pagi ini, aku berdoa supaya segalanya berjalan dengan baik dan semua rencana aku dan tyas bisa berjalan sesuai yang kita berdua inginkan. Aminn...

Jakarta, 01 Desember 2018
08:56 A.M.
Gamal Johanes Perdana