Senin, 14 November 2022

Aku Masih Mencintaimu

Aku bersyukur hingga detik ini masih mencintaimu, memandangmu dikala pagi datang, dan melihatmu dikala mata terpejam. Dengan segala keterbatasanku, kamu adalah seorang wanita yang tetap menemaniku sepanjang waktu, bahkan disaatku lelah. Dan untuk beberapa hari ini memang hari-hari yang melelahkan bagiku. Maaf bila sifatku banyak dikitnya berubah, aku sedang butuh disupport tentang peranku pada pertunjukan ini. Aku memang hobi merepotkan diri sendiri, tapi aku yakin disinilah aku bisa belajar untuk kedepannya. 

Dipagi ini, mataku memandangmu penuh cinta. Dua tahun sudah kita berjalan bersama tanpa arah tujuan. Kita masih menantikan harapan kosong, atau lebih tepatnya peluang kecil. Hidup kita lebih ke permainan selama dua tahun ini, entah apapun itu hal yang membuat kita bahagia secara sederhana. Mencari kesibukan yang sebenarnya tak perlu, tapi apa lagi?. Kita menayukuri nikmat apa adanya dengan alasan bahwa banyak pasangan yang ingin seperti kita. Setidaknya memang kita sama-sama berbagi akan pahit manisnya dunia.

Kita masih tahap membangun, membangun tanpa arah tujuan, mau kemana kita? entah itu urusan nanti, dan kita tak pernah perduli akan hal itu, bahkan saat tulisan ini aku buat, aku tak perduli, aku hanya ingin cerita, kalau aku dan kamu adalah pasangan yang langka. Dan aku sangat bangga akan hal itu. Untuk urusan esok, sebulan, atau setahun kedepan itu bukan kita yang atur, ada semesta yang punya kehendak akan hal itu. Dan semesta sayang kita dengan cara seperti ini.

Jakarta, 14 November 2022
06:32 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Sabtu, 22 Oktober 2022

Habitat

Malam semusim panas...
Dimana siang tadi hujan mengguyur kota.
Setelah beberapa minggu tak temui hujan.
Segalanya bukan berarti membaik.
Sudah dua malam dirimu hadir tanpa ku mau.
Entah apa maksud dan tujuan...
Dan hal utama yang kulihat adalah bola mata itu.
Senyuman itu...
Pada kenyataannya berbuah ingatan...

Bagai hujan ditengah padang gurun nan tandus.
Aku sudah mampu menciptakan habitatku.
Meskipun tandus, namun segala didalamnya hidup damai.
Lalu hujan datang...
Semuanya bukan berarti membaik...
Hujan itu datang memporak-porandakan seisinya.
Mematikan segala flora dan fauna.
Hati...

Membangun ulang...
Menatanya lagi bukan hal yang mudah.
Diantara bulan dan bintang yang ku tatap.
Yang ku temukan hanya keresahan.
Dan doa agar semua kembali membaik.


Jakarta,05 Oktober 2021

Gamal Johanes Perdana

Pengabdian

Hari, bulan, dan tahun...
Meskipun jauh dari sewindu atau satu dekade.
Namun sejauh ini aku sangat menikmatinya.
Pengabdian yang akan menjadi cerita hidup.
Hal yang indah setiap kali ku buka mata.
Ialah melihat dirimu...

Makhluk yang setiap harinya selalu mengisi.
Satu yang kusebut cinta...
Dan aku akan terus mengabdi.

Tak akan ada hal yang berat selagi mencintai.
Dan bagiku...
Hidup hanya berdua sampai akhir bukan masalah besar.
Sampai tiba satu waktu diantara kita tiada.
Setidaknya, aku bisa hidup tanpa sia-sia.
Tentang pengabdian panjang...

Aku pernah bertanya tentang kehidupan.
"Untuk apa selama ini aku diciptakan?"
Dan kamu membuatku mampu menjawab itu.
"Kita dilahirkan untuk merasakan indahnya hidup, Mengabdi, dan Meneruskan kode Genetik yang selama ini kita bentuk."


Jakarta, 22 Oktober 2022
03:24 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Rabu, 21 September 2022

Kode Program DNA

Secara tidak langsung, kita adalah struktur DNA terkompleks di alam semesta. Kesadaran kita lahir dari barisan kode yang berbentuk asam amino. Aku, kamu dan mereka adalah manusia, hasil kloning dari kedua orang tua. Dimana evolusi itu terbentuk dari jutaan mutasi yang terus berlanjut, hingga saat ini. Tentang perasaan, hati, pikiran, tingkah, prilaku, hobi, bahkan selera. Kita ada dalam kendali kode DNA kita. Dan yang aku suka adalah, semuanya natural terjadi secara acak.

Alam semesta menciptakan semua mahluk hidup secara bertahap, dan semuanya ada di bumi. Satuhal yang sangat aku takut hingga detik ini, Yaitu kematian. Meskipun itu termasuk dalam siklus daur ulang alami. Tapi kematian bagiku sangat mengerikan. Dimana hilangnya kesadaran kita yang entah takkan lagi ada kehidupan yang kita rasa. Maka dari itu, sejauh ini aku sangat menghargai kehidupan itu sendiri. Maaf, aku hampir tak mempercayai agama soal ini.

Manusia pada abad ini mulai tumbuh pesat ilmu pengetahuannya, dan semua terbukti oleh sains, valid dan logis. Bagiku satu hal yang sangat bisa dipertanggung jawabkan. Jika kamu tidak bisa punya keturunan, kamu bisa bayi tabung, dan jika tidak bisa juga, masih ada produk rekayasa genetik yang langka karna masih berbelit dengan norma dan adab. Jika kamu ingin swasembada pangan, ada teknik transgenik. Jika kamu ingin tahu dunia, itu ada di genggaman tanganmu sekarang. Manusia telah berhasil menghimpun semua informasi dalam sebuah basis data besar. Kita hanya tinggal mencari pada mesin pencari data google. Sehebat itu DNA manusia.

Rasa keingin tahuanku membuatku tak lagi percaya tahayul, dan bagiku ini termasuk mutasi modern. Dimana generasi open minded tercipta pada abad ini. Dan akan menjadi hal yang baru pada abad mendatang.

Pagi ini aku tak bisa tidur karena pikirku amat ramai, aku tuliskan segalanya disini. Ini akan menjadi tolak ukur kedepannya dimana semua ilmu akan ku serap lebih dari ini. Aku punya cita-cita besar akan ilmu pengetahuan yang satu saat orang bisa melihat bahwa abad ini tidak lagi berlaku bagi orang-orang yang kolot.

Jakarta, 21 September 2022
06:18 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Jumat, 26 Agustus 2022

Berdamai Dengan Keadaan

Kamu akan kehabisan tenaga jika memberontak.
Kamu perlu Rehat...
Dan belajar untuk tidak liar menghadapinya.
Kamu memang manusia...
Tapi kamu lebih dari rata-rata.

Tidak berekspetasi mungkin lebih baik.
Aku bisa bermimpi bahkan sering.
Tapi sepertinya mimpi lebih indah tanpa terwujud.
Dan akan tetap hidup dalam mimpi indah.
Aku memang tidak serakah.

Jika waktunya nanti aku perlu bangun.
Aku akan bangun...
Dan aku akan pergi bukan untuk mengejar mimpi.
Aku akan jalan dengannya...
Terima kasih untuk semesta.

jakarta, 26 Agustus 2022
11:35 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Rabu, 17 Agustus 2022

Edelweis

Pagi...
Ketika matahari terbit dari balik bukit.
Edelweis itu terlihat.
Kuning pucat kecokelatan.
Harumnya punya sejuta kedamaian.
Bersamamu...
Pada lembah kencana.
Pagi itu, aku melihatnya berbeda.
Penuh pesona diantara luasnya sabana.

Selepas dinginnya malam yang menusuk.
Kamu tetap hadir hangat pagi ini...
Diantara kedua bola mata yang kulihat.
Ada hal yang ingin kuberi tahu padamu.
Tentang hamparan ilalang yang mengunig.
Ditengah iklim tundra gede pangrango.
Dan kristal embun yang dilewati sinar matahari.
Aku melihatmu sepesial pagi ini.

Dan terima kasih untuk tetap tersenyum.
Pagi ini, hangat karnamu.


Surya kencana, 06 Agustus 2022
05:47 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Pendaki dan Pohon Tua

Tepat di bawah pohon..., aku mendirikan tenda sedari sore karena angin sangat dingin sore itu di surya kencana. Tak ada pilihan sebab jika aku memaksa mendirikan tenda di sabana, kita pasti akan kedinginan. Gede pangrango masih dalam cuaca musim panas, dimana angin dingin sangat menusuk ketika malam. Dan saat malam tiba...

Tepat setelah azan isya selesai, kita mendengar seekor babi hutan mengitari tenda, istri ku sangat ketakutan tapi aku tau cara mengusirnya. Babi bukan hewan agresif, jadi selama babi tidak melihat satu ancaman pada kita, dia takkan menyerang. kecuali jika babi itu sudah lapar berat. Dari babi, aku belajar kalau itu adalah tanda dimana ekosistem gede pangrango sudah banyak yang tidak seimbang. Babi harus bertemu dengan manusia untuk makan adalah hal yang buruk. Sebab 9 tahun yang lalu aku ketempat ini tidak ada kejadian semacam itu, jalur pendakian sudah sangat terbuka.

Dan untuk puing sampah, mungkin agak sedikit lebih terorganisir, sebab memang banyak pendaki yang masih acuh lingkungan dan hanya mementingkan sosmed. Gede pangrango adalah gunung yang habis di lucuti oleh warga sekitarnya. Semua kembali lagi karna uang.

Ketika jalan di sekitaran base camp putri, warga sekitar sedang sibuk membangun sebab ekonomi mereka sedang naik karna wisata yang mereka kelola secara ilegal, termasuk saya, saya adalah pendaki ilegal untuk saat ini. sebab harga yang terlampau jauh antara resmi dan ilegal.

Dan untuk Pendaki dan Pohon tua, Judul itu aku berikan sebagai pertimbanganku mendirikan tenda dibawah pohon itu. Setelah jauh menimbang nimbang dampak lingkungan, hal yang aku dapat adalah simbiosis mutualisme terhadap pohon. tenda yang kudirikan dibawah pohon melembabkan tanah sekaligus aktivitas masak dan limbah organik yang kita buang bisa di manfaatkan pohon sebagai pupuk. dan kita mendapatkan keteduhan atas pohon itu, terjaga dari terpaan angin dingin. Semakin besar, aku semakin jadi pribadi yang pemikir atas lingkungan, banyak yang aku pikirkan sebelum aku bertindak jauh. Dan memang aku manusia masih banyak salah yang sering ku perbuat. Tapi setidaknya, jika kita tidak mampu membuat lingkungan seimbang, jangan merusaknya. Itu pesan moral dariku.

Surya Kencana, 06 Agustus 2022
05:40 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Rabu, 03 Agustus 2022

Untuk Malam Ini

Malam yang aku tunggu sejak pertama aku mengenal kamu. Malam dimana akan hanya ada aku dan kamu dalam perjalanan alam liar. Aku sudah mempersiapkan mental berlapis dan tenaga lebih untuk ini, serta segala materi terakhir bulan ini. Hanya untuk tolak ukur bahwa kita bisa menjalani segalanya hanya berdua, tanpa campur tangan orang lain. Aku yang hampir genap 2 tahun menjadi suamimu dan telah 4 tahun mengenalmu. Harapku banyak akan perjalanan ini padamu. Dimana kita akan duduk di bawah bunga edelweis di luasnya hamparan surya kencana. Menjalani segalanya berdua, bercanda, tertawa, dan bersatu saling membahu. Kamu adalah Segalanya bagiku. Sahabat terbaik, teman terbaik, dan istri yang paling aku cinta.

Harap dan mimpiku atas perjalanan ini, kamu akan menjadi sosok wanita yang kuat dan mendiri. Bertambah mental dan kekuatannya, percaya diri, dan pikirnya. Kita berjalan bersama membangun semua mimpi untuk kemudian bermimpi kembali.
Kita, adalah kita yang akan berjalan melintasi Hutan berdua. Dan satu keberhasilan besar bagiku telah menjadikanmu sebagai teman hidupku yang paling baik dan setia. Bagiku, dan fokusku hanya padamu selama ini. Aku mencintaimu.


Jakarta, 03 Agustus 2022
23:44 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Senin, 01 Agustus 2022

Untuk Pagi

Pagi ini memang tanpa makna, tapi aku tau semestaku akan berlaku adil. Yang menciptakan hukum sebab akibat atas hubungan. Pagi ini, kutitipkan salam untuk semesta. Mensyukuri atas ciptaannya, dan mengagumi kebesarannya. 

Langit tau tentang apa yang aku suka. Tentang sebuah kedamaian, tentang bagai mana cara aku menikmati kehidupan. Dari secangkir kopi yang telah habis, lamaku menunggu yang indah datang pada waktu yang ditentukan. Yang terpenting, bagaimana cara aku bisa menghargai perasaanku sendiri sebagai manusia dan menghargai kehidupan lingkungan.

Sungguh, aku tak percaya tuhan itu satu atau banyak. Yang aku tau hanyalah garis evolusi yang panjang. Aku takut kegelapan bukan neraka. Aku harap abadi bukan surga. Hidup itu adalah anugerah atas kesadaran yang kumiliki.

Untuk ketenangan pagi, aku titipkan salam pada nebula dan orion.


Pamijahan, 01 Agustus 2022
06:53 A.M.
Gamal johanes Perdana

Rabu, 27 Juli 2022

Melati Putih

Semerbak harum ditengah malam.
Melati itu memberikan sebuah ketenangan.
Dengan kesejukan yang asri terasa.
Bagiku...
Ketenangan dan kesunyian adalah hiburan.

Yang teduh terasa bersama wangi dupa.
Dan secangkir teh...
Melupakan segala masalah yang menerpa.
Dari segala kepalsuan dan kemunafikkan.
Aku menghindar sebab aku berbeda.
Aku tidaklah palsu.


Aku terbiasa hidup menyendiri.
Selama ini aku hanya terbawanya.
Ini bukan identitas asliku.
Aku hanya tidak ingin jadi palsu lagi.
Melati punya caranya sendiri.


Jakarta, 27 juli 2022
12:30 A.M.
Gamal Johanes Perdana


Jumat, 15 Juli 2022

Tarian Hujan

Aku harap bukan hanya malam ini.
Ketika hujan mengguyur ketenangan itu nyata terasa.
Sunyi hanya ada lantunan musik.
Ditengah derunya gemercik air.
Tak ada beban dan pikiran.
Mungkin...
Ini caraku menikmati kesendirian.

Malam yang kusebut damai.
Diantara teduhnya hati yang kerap terhujat otak.
Dimana aku sangat menikmati kesendirian ini.
Bersama secangkir kopi...
Dan lagu klasik yang kuputar.
Aku menari bahagia dibalik derunya hujan.

Jakarta, 15 juli 2022
11:07 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Rabu, 04 Mei 2022

Siburuk Rupa

Tidak tau sulit, hanya tau senangnya.
Tidak tebar benih, hanya ingin memetik.
Hanya ingin dikata baik dan dilihat baik.
Tanpa dia tau salahnya.
Tanpa dia tau segalanya.
Tanpa dia paham satu hal yang dituju.
Pandai berkomentar pandai menilai.
Tak pandai berbuat.
Simaha sempurna menurutnya.

Parung, 04 Mei 2022
05:55 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Sabtu, 30 April 2022

Kosong Dan Usang

Aku kosong...
Wadah yang diciptakan untuk diisi.
Aku bisa bermanfaat jika digunakan dengan baik.
Namun kini, aku kosong.

Diam tak menuntut...
Dan semakin jauh kulihat.
Aku semakin kosong dibuat.
Digunakan tapi tak terawat.
Uasang...

Aku alat berbentuk manusia...
Aku perlu dirawat.
Sebab akibat...
Dan aku tetap tak terawat.
Meski akibatnya sudah kamu rasa.
Tak jua kau berpikir.

Aku kosong dan usang...

Jakarta, 30 April 2022
07:30 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Perbincangan

Diniku nyaman...
Pagiku tenang...
Dan bagiku ini lebih dari cukup.
Setidaknya kami tak merasa kesepian.
Ada hal yang mengerti kita dan kita mengertinya.
Syukurku...
Bisa bertemu kalian.

Dari percakapan...
Aku sadar bahwa aku nyaman.
Aku paham jika aku senang.
Dan aku tau satu hal...
Tentang luasnya samudra yang terhias cakrawala.
Tentang perbincangan pahit manis hidup.
Atau tentang pencapaian dan harap.
Dan perbincangan yang membuat bersahaja itu.

Untuk kalian selebihnya...
Aku jadi tau tentang berbagi itu baik.
Jika dilakukan pada orang tepat.
Bukan soal timbal balik...
Setidaknya, aku tau bahwa aku tak hidup sendiri.
Lagi...

Jakara, 30 April 2022
08:10 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Senin, 28 Februari 2022

Sesalmu

Untukmu yang kusebut sempurna...
Yang menutupi segala kurangnya aku.
Yang selama ini menuntunku.
Dan yang selama ini menjadi tombak hidupku.

Emosi itu membuatmu mengucapkan kata sesal.
Aku memang sekuat baja.
Tapi aku tetap punya titik lemah.
Dan katamu tepat mengenai titik itu.
Diamku adalah sakitku.
Dan aku tak ingin berbagi itu padamu.
Itu hakku...

Aku tau akan segala kekuranganku.
Dan kamu tak tau rasanya jadi aku.
Aku tak bisa jadi orang sesempurna itu.
Berat...
Seberat itu hatiku menerima kata sesalmu.
Dan sesakit itu jika adanya kau memang benar menyesaliku.

Maaf jika aku jauh dari yang kamu harapkan.

senin, 28 Februari 2022
10:22 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Sabtu, 22 Januari 2022

Jika Waktu Itu Tidak Ada

Detik yang menentukan takdir.
Bagaimana jika detik itu tidak terjadi?...
Mungkin hidupku akan selamanya seperti nebula.
Terombang ambing pada mimpi indah tanpa akhir.
Hadirnya bagaikan obat. 
Bila diminum rutin, bisa mengurangi gejala hingga sembuh.

Semesta mempertemukanku dengannya...
Adalah hal yang sangat baik.
Kehadirannya mengubah mataku memandang dunia.
Simbiosis mutualisme...
Hingga sekarang bahkan nanti kita saling membutuhkan.
Saling mengisi, mengajari, mengasihi.
Aku sadar bahwa aku sangat mencintainya.
Cinta yang terikat janji abadi.

Syukurku...
Bisa menjalani sisa umurku bersamamu.
Dibuat dan membuat bahagia.
Tau rasanya mensyukuri hidup bersama.
Tau rasanya cinta yang berbalas.
Tau rasanya bertualang bersama.
Dan terakhir...
Tau rasanya menjadi kepala keluarga.

Hanya untukmu...


jakarta, 22 Januari 2022
03:54 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Minggu, 02 Januari 2022

Teruntuk 2022

Cukup lelah aku berkerja pada perusahaan out sourceing kolam renang, bukan soal gaji yang teramat kecil, tapi tentang penghargaan yang di berikan. aku selaku karyawan lama sekaligus orang yang paling berpengaruh pada perusahaan berasa seperti di anak tirikan, sebab menjadi leader itu ga semudah yang ada di lapangan, terkait jam kerja dan SOP yang ga jelas, ditambah lagi selalu harus on time di saat ada masalah pada sistem mekanikal. Mungkin karna hanya saya yang paham dari A-Z soal mekanikal kolam renang hotel raffles yang ruett parah, banyak hal yang janggalnya. Bahkan enggineer hotel selalu menyerahkan hal itu karna mereka tidak paham segala kerusakannya. Jujur aku lelah dan ingin ada perubahan di tahun ini. Bukan soal berat menjadi leader, waktu yang harus on time, dan skema kerja yang gak pasti. Hal yang menjadi masalah besar pada perusahaan saya adalah penghargaan itu sendiri. Sering terjadi ketika saya berkerja dengan memberikan hal terbaik, sebab saya yang tau sistemnya, jadi saya yang kena omelan karna tidak ikuti instruksi yang menurut saya sangat tidak efisien. Dan ketika masalah besar datang saya yang di uber untuk mencari solusi sedangkan solusi itu memang sudah saya sarankan sebelumnya. Disitu saya merasa sangat tidak di hargai. segala jerih payah dan semua ilmu yang saya cari sendiri berasa menjadi bumerang buat saya sendiri. Disalahkan karna benar itu sangat tidak enak. 

Keputusan saya sudah bulat untuk keluar dan singgah di kerjaan yang lebih sehat, dan ber SOP jelas. Hanya saya masih memikirkan beberapa hal, terutama waktu. Saya bukan tipekal orang yang disiplin waktu. Mungkin karna saya belum terbiasa atau belum mencoba. Tapi untuk hal ini bukan hal yang disebut coba coba, sebab saya sudah berkeluarga. Pertanyaannya mau atau tidak?. Dan untuk perusahaan Sebelumnya, terima kasih atas 4 tahunnya. 4 tahun tanpa peningkatan siknifikan, tanpa ada reward yang saya terima, dan segala tekanan yang kerap saya pikul selama saya menjadi karyawan hingga pengawas lapangan. Saya akan pergi bersama ilmu yang telah saya ambil dari pengalaman kerja selama ini, saya tidak akan memberikan itu 100%, agar bos belajar 1 hal, Menghargai karyawan itu No 1, Saya akan hilang di telan bumi, hingga 1 waktu ada masalah pada sistem mekanikal, saya tidak akan memberitau solusinya. Karna ilmu yang saya punya harganya mahal. Setara dengan harga diri saya yang sudah di injak-injak. Mungkin ini jalan terbaik yang semesta berikan pada saya. Saya juga pun gerah dengan hidup yang tidak memiliki kemajuan. Saya tertinggal sangat jauh dengan sifat plagmatis saya.

Parung, 02 Januari 2022
05:50 P.M.
Gamal Johanes Perdana