Rabu, 29 April 2020

Buaian

Aku sangat mencintainya...
Pada dirinya yang ada disaat risau melanda.
Dirinya yang kusebut buaian.
Yang mengisi hati dan menenangkan jiwa.
Dia yang setia denganku.

Aku sangat menyayanginya...
Pada dirinya yang selalu peduli denganku.
Dirinya yang kusebut sempurna.
Yang mau terima akan susahnya hidupku.
Dan hanya dirinya seorang...
Yang mampu mencintaiku tulus dan penuh.

Dia yang ku sebut...
Kala mimpi disaat pagi menjulang.
Cintanya...
Sempurna padaku.


Jembatan Cidokom
Selasa, 28 April 2020.
05:20 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Sabtu, 25 April 2020

Memo...

Diantara derasnya hati bersenandung.
Ada satuhal yang kerap kali diputarkan.
Rasa yang sudah terpaut jauh dari pikiran.
Yang saat ini terlihat usang dan hanya tersisa ingatan.
Kala aku ada di detik itu...
Terbawa dan aku sangat menikmatinya.

Hasrat melankolis yang sangat menggebu.
Diantara dinginnya suhu yang kala itu teringat...
Serta beberapa puntung rokok berserakan.
Malam itu, beberapa suara yang terekam asri.
Menjadi saksi atas indahnya segala kerinduan.
Yang hampir tak ingat akan kehilangan.

Hingga saat aku gagal akan segala angan.
Hal yang masih kupelajari hingga saat puisi ini kutulis ialah Merelakan.


Jakarta, 25 April 2020.
04:45 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Minggu, 05 April 2020

Semestaku Suka Bercanda

Semesta memang suka bercanda.
Dia tau dan ingin tau tentang semuanya.
Tentang kita...
Yang ingin mulai berjalan dan berlari bersama.
Semestaku memang seperti itu.

Baginya mudah bagiku sulit.
Tapi aku yakin aku bisa melewatinya.
Dunia ini sebab akibat.
Dan hai, aku marasa terejek dengan semua kesulitan ini.
Aku mencoba bangun dan lagi tersandung.
Bukan aku yang banyak alasan.
Tapi cobaan yang datang silih berganti.

Aku kerap meminta pada semesta.
Ia menjawab dengan hikmah.
Aku tau semua akan berjalan...
Mungkin aku yang hilang kesabaran.
Semesta memang seperti itu.


Jakarta, 05 April 2020
05:32 A.M.
Gamal Johanes Perdana