Minggu, 31 Desember 2017

Tutup Buku 2017

Sudah tak terasa hari ini adalah hari dimana tahun 2017 berakhir, di awal tahun 2017 aku memiliki beberapa target, dan di antaranya ada yang telah terwujud dan ada yang sempat tertunda. Dan semoga di tahun ini bisa terwujud dengan baik. Meskipun hanya sedikit yang terwujud, aku berharap di tahun berikutnya ada peningkatan yang cukup memuaskan. Dan untuk 2018 besok, aku ingin merancang rencana baru yang nantinya bisa aku wujudkan dengan baik.

1. Menuju tanah papua.
Yah, mungkin itu adalah salah satu rencana yang belum terwujud di tahun ini, terlebih itu hanyalah sebuah wacana yang akan menjadi mimpi di tahun berikutnya. Dan untuk rencana ini biarlah menjadi sebuah impian, semoga di tahun berikutnya aku bisa mewujudkan rencana ini. Selain karna faktor dana, faktor kerabat juga menjadi satu halangan yang nyata, karna tak mungkin aku pergi sendiri tanpa ada orang yang membimbing.

2. Membangun usaha kelas menengah.
Sebenarnya di dalam rencana awal tahunku, rencananya adalah membangun usaha development dibidang IT, tapi semuanya masih dalam tahap pengembangan hingga kini, dan perkembangannya pun cukup. Walaupun status usaha ini dibilang indie dan bersifat panggilan. Aku baru sadar kalau menjadi seorang developer itu tidak mudah. Harus banyak mengenal jenis perangkat, os, dan Ui.

Sebagai tambahan dari usaha, aku telah menjadi bagian dari ojek online. Walaupun penghasilannya sedikit, lumayan untuk tambahan jajan kuliah dan bayar bulanan motor dan hp.

Dan untuk rencana taun 2018, aku ingin merancangnya lagi, dan semoga rancangan untuk taun yang akan datang itu bisa tercapai semuanya. Dan bisa menjadi acuan hidup untuk kedepannya. Aku berdoa agar bisa terwujud hingga akhir tahun 2018. Dan untuk tahun ini, aku tutup dengan angka pencapaian 63%. Selamat tahun baru 2018. Semoga do'a dan harapan dapat terkabul oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Jakarta, 31 Desember 2017
03:10 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Selasa, 05 Desember 2017

Bukalah Matamu

Setiap orang yang dilahirkan di dunia ini.
Punya watak dan karakter yang berbeda.
Meskipun sama tanggal, hari, bahkan jam.
Mereka punya keperibadian yang berbeda.
Ada yang gila akan kehormatan...
Ada yang gila akan cinta...
Ada yang gila akan harta...
Ada yang gila akan kebebasan...
Ada yang gila akan tahta...
Dan masih banyak jenis dari setiap manusia...

Dan mungkin aku terlalu ego akan kebebasanku sendiri...
Hingga aku pergi bersenang senang disana melepas penat yang ada.
Tapi kamu tak pernah tau apa sebabnya aku bisa memutuskan untuk berlibur.
Hingga akhirnya aku mengambil jalan egoku...

Memang aku pernah hidup bahagia berdua bersamamu...
Tapi itu dulu...
Aku gatau apa jalan keluarnya selain kita jalan jalan lagi kaya dulu.
Kehidupan kamu terlalu gelamor...
Dan aku yang terlalu sederhana...
Ditambah dendam kamu yang masih membara di hati...
Tentang masalalu aku yang pernah menyakitimu...
Dan sedikit alasan yang kurang logis...
Ditambah kamu yang terlalu apatis akan keluarga, kerabat, bahkan orang di sekitarku...
Kamu yang gak bisa bertoleransi akan watak aku...
Dan aku yang lelah melihat kau semakin menjadi jadi...

Benci tapi sayang...
Yah itu yang aku rasain saat ini.
Semua rasa benci aku yang selama ini membakar hati, selalu saja redup dengan rasa sayang yang membuat aku terus bertahan.
Aku memang bukan tipekal orang yang mudah dan mau untuk di atur....
Hidup aku punya pendirian yang tetap.
Aku stabil sekarang, dan relatif ambisius.
Jika kau merasa lelah, aku tak setuju kau tinggalkan cinta ini....
Tapi jika kau ingin mencari orang yang bisa membuatmu bahagia dan terima sifat kamu dengan utuh....
Silahkan zah...
Aku gak takut, kamu boleh adu sifat aku dengan yang lain...
Kamu boleh adu rasa sayang aku...
Kamu boleh adu semua nya...
Kecuali satu...
Harta.

Jakarta, 05 Desember 2017
04:05 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Senin, 04 Desember 2017

Langkah Yang Terbaca

Hening dan sunyi...
Ada satu rasa yang kini hadir di dalam hati ini.
Yaitu rasa yang penuh akan kesedihan...
Meski aku belum bisa menebaknya...
Namun, aroma ini begitu tercium.
Yah, aku meskipun tak terucap...
Aku paham.

Detukan langkah kaki yang terdengar semakin kecil...
Serta bising yang kini telah menjadi sunyi.
Berkemas...
Bersiap tuk melangkah hingga tak lagi ku lihat bayang...
Seolah ada usaha dibalik satu usahaku...
Sangat ambigu...
Seperti isi tulisan ini.

Langkah itu, membuatku sangat takut...
Dan sangat sedih.

Jakarta, 04 Desember 2017
01:05 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Sabtu, 18 November 2017

Pra Desember

Sebentar lagi desember tiba, bulan yang begitu kelam dan pahit ku kenal sejak aku beranjak sma hingga tahun kemaren. Begitu pula prediksiku tahun ini, mungkin pada tahun ini aku hanya akan terbeban oleh beberapa masalah keuangan, kuliah, dan cinta. Entah lah apa yang membuat semua ini menjadi bertolak belakang. Hidupku ini seperti terkekang oleh rantai yang tersangkut di kaki kanan. Aku bisa melihat betapa luasnya semesta, tapi aku tak bisa menjelajah jauh. Mungkin semua berawal dari hasrat keinginanku membangun masa depan yang lebih baik di tahun ini, hingga semua seperti ada dinding pembatas yang tak terlihat oleh mata. Ya semua aku awali dari angka 0 di januari 2017. Dan semua miliki kemajuan di pertengahan agustus. Hingga desember nanti aku akan tutup buku semua hal yang telah tercapai di 2017. Dan untuk desember nanti, mungkin aku akan lebih fokus untuk mementingkan segala kewajiban daripada keinginan.

Mungkin ini baru pertengahan november, tapi aku telah merasakan aura kelamnya desember nanti, dan ini adalah satu notifikasi untuk kehidupanku kedepan, agar aku bisa mempersiapkan diri untuk di akhir tahun nanti. Entah apa yang akan terjadi nanti, aku hanya berserah diri pada tuhan yang maha esa. Setelah melewati angka 25 di bulan desember, aku coba mulai menghitung segala tolak ukur yang telah aku capai di tahun ini. Dan bersiap membuat rencana di tahun 2018. Aku ingin kehidupanku semakin baik di tahun berikutnya.

Untuk november kemarin, mungkin hampir setahun yang lalu. Aku hanya titip salam, dan berdoa semoga semuanya tak berlanjut kekelaman ini. Aku tak ingin lagi merasakan hal yang ambigu menyelimuti batin yang kelam. Dan untuk desember kali ini, semoga kau tak menjadi awal desember yang buruk di tahun ini, dan tetap menjadi akhir desember yang tenang. Hingga aku memutuskan untuk menutup buku nanti. Desember 2017...

Jakarta, 18 November 2017
03:26 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Rabu, 01 November 2017

Ulasan

Ya tuhanku, mungkin malem ini aku cukup sadar akan segala yang aku punya saat ini. Yaitu sebuah cinta yang begitu panjang ceritanya, yang kala itu kau pertemukanku dengannya di selasar smp 29. Dengan raut malu dan muka lugu, aku dan dirinya resmi membangun kisah di tanggal 12. Yang kala itu, orang bilang ini  cinta monyet, aku tak ingin membahas itu. Karna penilaian orang selalu beda, dan tak pernah ada yang terdengar indah. Sungguh, selama lebih dari 5 tahun aku mengenalnya, selalu saja ada pertentangan. Dan di setiap pertentangan diantara aku dan kamu, tak pernah ada jalan keluar. Kamu maunya ini dan aku maunya itu... Dan yang aku suka disini adalah, meskipun aku dan kamu sama sama mengucapkan kata lelah, kita tetep utuh dalam cinta. Aku tetep sayang kamu dan begitupun sebaliknya...

Malam ini, aku mengulas semua kenangan kita sejak awal kita berjumpa. Aku hanya rindu masa itu terulang, mungkin masalalu itu adalah pahit di hidupmu. Tapi coba kau lihat lagi, semua cerita yang pernah terjadi waktu itu. Kita yang dibakar oleh trik matahari dikala aku mengantarmu sampai angkutan umum. Ada satu hal yang aku rindu diantara semua cerita. Yaitu tentang aku yang kerap kali bernyanyi sebelum kau tertidur pulas. Lalu aku ucapkan beberapa kata yang indah, agar masuk ke dalam mimpimu. Aku yakin kau ingat kala aku bermain gitar dan bernyanyi untukmu... Little things. Ditepi pantai, ku tulis namamu diatas pasir nan lembut, hingga akhirnya senja menghapus mataku yang lelap tertidur dipangkuanmu.

Aku ingat, kala air matamu menetes sebab kau ingat akan semua masalalu. Kau pukul ragaku bersama amarah yang kau ungkapkan, mungkin malam itu aku hanya bisa mengusap air matamu. Tapi kau bisa petik maknanya hari ini... Didalam tulisan ini, tertulis lagi tentang aku yang sangat bersyukur mengenalmu.
Sesosok wanita yang setia dan cinta aku apa adanya... Dan malam ini, aku titip salam padamu, sebelum fajar menghapus semua perasaan yang tertulis ini. Dariku, untuk dirimu yang aku cinta...

Jakarta, 01 November 2017
03:57 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Kamis, 19 Oktober 2017

Selisih Paham

Sejauh apapun mata ku memandang...
Kurasa tak ada yang menghalangi jalan ini.
Jalan yang telah kita tempuh bersama diatas bumi.
Berulang ulang aku berkata...
Cobalah untuk cepat beradaptasi.
Namun selalu saja kudengar keluhanmu...
Dan berulangkali aku berkata padamu...
Aku adalah cerminmu.
Aku takkan berubah bila kau tetap sama.

Sebelum dirimu berkata banyak soal kekuranganku...
Cobalah kau pikir apa kekuranganmu...
Dan aku yakin banyak kau temukan selisih paham diantara kita.
Dan kala ku dengar kata lelah darimu, jangan pernah merasa kau sendiri yang rasakan.
Kau harus ingat cinta...
Mungkin kita terlalu lelah terus melangkah...
Bisapun kita terlalu jauh di mata.

Aku tak ingin banyak bicara padamu...
Mungkin kini kendaliku telah lelah.
Tapi aku akan berusaha untuk stabil sendiri.
Dan kau...
Tetap lah ditempat.

Jakarta, 19 Oktober 2017
12:43 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Minggu, 10 September 2017

Untuk Tuhan Yang Maha Esa

Mungkin ini yang dinamakan waktu.
Lambat detik, lambat tahun...
Semua dilewati begitu cepat rasanya.
Umurku yang kian hari selalu bertambah.
Hingga detik ini...
Masih ku diberikan halaian nafas padanya.
Terima Kasih ya tuhan...

Mungkin mencintai ciptaanmu itu adalah hal yang bodoh.
Namun hanya itu yang bisa membuat hidupku penuh rasa.
Karna hidup itu cuma sekali...
Bertualang, dan menjelajahi dunia yang penuh misteri.
Merajut cita dan angan cinta...
Mengisi masa muda dengan hal yang aku sukai.
Dan berusaha menebar kebaikan antar sesama makhluk ciptaanmu.
Ya tuhanku...
Maafkan aku bila aku belum bisa bertaubat di jalanmu.

Entah apa yang membuat pikiranku buta.
Hingga detik ini...
Aku hanya bisa meratapi semua dosa yang aku perbuat.
Mungkin satu waktu nanti...
Aku akan sadar dan kembali ke jalanmu.
Tuhanku...
Engkau maha tau atas segala sesuatu yang terjadi.
Meski aku jarang bersembayang...
Doaku tiap malam adalah bukti kuat.
Aku adalah manusia ciptaanmu yang tak berdaya.
Maafkanlah aku...


Gamal Johanes Perdana
Jakarta, 10 September 2017
01:35 A.M.

Sabtu, 26 Agustus 2017

Hanya Untuk Kamu

Kalau aku boleh berpendapat tentang cinta…
Cinta itu begitu indah meski tak terlihat.
Hal yang membuatku mengabadikannya dalam bentuk aksara.
Hal yang bisa membuat hati tergerak untuk melindungi.
Itulah cinta yang aku punya…
Tanpa nominal, tak bisa tehitung jumlahnya.
Aku hanya punya cinta...
Yang bikin aku semangat untuk membuatmu bahagia.
Kala pagi mulai melegarkan cahaya fajarnya…
Dan pagi itu kau memulai dengan hari barumu.

Maaf bila dirimu agak sedikit risih…
Dengan aku yang terlalu mencintaimu hingga terdengar bising di telingamu.
Semua ini adalah dampak terlalu cinta.
Aku tau apa yang ku sebut adalah hal yang janggal kau dengar.
Tapi, apakah kamu tau apa rasa dan wujud dari perasaan ini….
Apa kamu sadar sebegitu pentingnya kamu?…

Aku hanya ingin menjelaskan…
Pada hal yang telah mampu membuatku menjadi keranjingan.
Itulah hal yang telah kau tabur pada hati ini.
Setiap hari, hingga detik ini…
Kamu tunjukkan padaku apa itu rasa…
Ketika semua kembali menjadi normal.
Doakan aku untuk menjadi hal yang kamu impikan selama ini…
Aku hanya akan senang…
Bilamana kau puas dengan aku yang kini kau kenal.


Jakarta, 26 Agustus 2017
23:31 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Jumat, 18 Agustus 2017

Melodi Dan Lirik

Merdu ku dengar suara gitar...
Dan lirik yang terayun merdu terdengar di telinga.
Membangkitkan perasaan penuh kenikmatan...
Sejuk, tenang dan tentram terdengar....
Itulah musik...
Yang merangkap seni dan perasaan di dalamnya...
Musik itu memiliki kekuatan untuk merubah emosi seseorang...
Musik itu adalah hawa bagi penderita melankolis.
Yang di setiap baitnya mengandung unsur emosi bagi setiap orang yang mendengarkan.
Setuju atau tidak,...
Kalian bisa nilai dengan nalar sendiri....

Lalu apa yang membuat musik itu indah?
Nada atau makna baitnya?...
Jika pernah ada yang berpikir seperti itu.
Kalian adalah orang yang ingin menemukan juara diantara nada dan makna.
Ibaratkan malam...
Nada itu adalah gelap, derik, dan sejuk....
Dan lirik itu adalah bulan, bintang, dan awan...
Akan terasa bosan bila hanya terdengar nada...
Dan akan terasa sumbang ketika hanya lirik yang terucap...
Mereka adalah satu kesatuan yang sulit di pisahkan....

Kala nada terlantun....
Dan lirik bersenandung...
Coba kalian resapi,...
Hal yang membuat hati menjadi teduh ketika panas membakar.
Dan hal yang mewarnai kala kau tertelan di kesunyian malam.
Musik itu tercipta sebab adanya seni dalam kehidupan ini.
Maka dari itu....
Cintailah kehidupa ini...

Jakarta,18 Agustus 2017
12:25 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Senin, 14 Agustus 2017

Manusia Yang Sama

Dunia ini adalah panggung persandiwaraan.
Dimana kita bisa liat berbagai macam sifat dan watak orang...
Memiliki banyak perbedaan pendapat...
Membangun dan menjatuhkan antar sesamanya.
Melihat, mendengar, cobalah kalian lihat di sekitar...
Dimana setiap individu punya keunikan dalam dirinya.
Beragam emosi, beragam kesibukan...
Sampai kita lihat kita ada dalam satu peradaban....

Ada yang mementingkan sebuah kaum dan ras...
Ada juga yang memiliki rasa toleransi tinggi...
Ada yang ingin menang karna uang...
Ada pula yang ingin membangun karna jiwa nasionalismenya...
Cobalah kalian amati ditengah kerumunan manusia...
Mereka semua ada dan nyata,...

Puisi ini ku buat khusus untuk mereka...
Yang pernah di diakriminasi karna agama.
Yang pernah di kucilkan karna ras.
Yang pernah di hakimi karna tidak bersalah.
Yang pernah menyimpan dendam membara sebab tidak adanya keadilan di dunia ini...

Pada dasarnya semua manusia adalah sama...
Terbentuk dari tulang yang ditutupi oleh kulit...
Tuhan telah menciptakan kita, dengan beragam warna...
Ada yang hitam, dan ada yang putih.
Ada yang berbadan sempurna, dan ada yang disabilitas.
Saya dari minahasa, dan dia dari sunda...
Tidak ada yang berbeda antara aku, kamu dan mereka...
Sama sama butuh makan, sama sama butuh tidur...
Ini adalah alurnya hidup...
Ada manis, dan ada pahit...
Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan...
Maka dari itu...
Cobalah untuk menghargai rasa toleransi terhadap sesama.

Jakarta,12 agustus 2017
08:10 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Untuk Kesayangan

Untuk kamu yang sempat terlelap tidur disana...
Mingkin hanya antara rasa batinku dan batinmu yang berbicara.
Dalam jarak antara waktu dan ruang....
Mencintaimu adalah anugerah terindah yang diberikan tuhan untuk kita nikmati bersama...
Dibawah kilap bintang yang kusebut sayang...
Tuhan, terima kasih kau telah berikanku cinta yang begitu setianya menyayangiku...
Cinta yang selama ini kucari cari...
Namun aku tak pernah sadar kalau dia tumbuh di dekatku...

Tuhan, hapuskan luka lalu dalam hatinya malam ini....
Padanya....
Sosok wanita yang tertidur lelap bersama mimpi indahnya...
Sampaikan salam maafku padanya ya tuhan...
Dan kembalikan rasa kepercayaannya padaku.
Yang sempat hancur meluluh lantahkan hatinya beberapa tahun yang lalu...
Sampaikan salam cintaku padanya....
Tuhan, jagalah tidurnya malam ini, esok dan seterusnya...
Ya tuhanku...
Aku sangat mencintainya....

Sukamantri, 6 Agustus 2017
05:14 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Minggu, 30 Juli 2017

Ingin Mencoba Hal Baru

Terkadang, aku suka berpikir untuk apa aku kuliah...
Sedangkan teman dan saudaraku semua sudah berpenghasilan.
Dan untuk aku sendiri kini hanya berdiam diri disini...
Hampir tak ada penghasilan dan uang...
Hingga kehidupanku seperti katak dalam tempurung...
Hanya di rumah, duduk, layaknya seorang pengangguran.
Digeluti rasa malas dan bosan berada di lingkup yang sama...
Dalam waktu yang berkepanjangan.
Tak ada akses keluar,...

Sungguh, aku hidup dimana zaman penuh teknologi...
Dan aku adalah salah satu orang yang terus mengenyam sistem keamanan.
Namun takut untuk mencoba hal baru...
Dimana semua hal yang berbau internet bisa menjadi uang.
Yang membuat aku tak ada apa apanya dibandingkan mereka...
Ingin buka usaha, tapi ragu...
Ingin buka peluang, tapi malas mencoba.
Beginilah kehidupanku...

Tuhan, berilah aku jalan keluar dari semua ini...
Aku hanya ingin semua berjalan dengan baik...
Membantu orang tua...
Memenuhi keinginan aku dan kekasihku...
Dan bisa saling berbagi dengan kerabat dan saudara...
Aku hanya ingin semua ini berjalan sesuai rencanaku....
Tolong kabulkanlah tuhan...
Dan berikanlah aku inspirasi agar aku bisa mewujudkannya...

Jakarta, 28 Juli 2017
09:50 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Untuk Kita Renungkan

Ya tuhan, sebenarnya aku sangat mencintainya...
Tak mengerti lagi apa yang bisa buat pikirannya menjadi sadar.
Hal yang membuat perasaan aku menjadi berubah drastis adalah kelakuannya...
Aku juga butuh dihargai layaknya seorang kekasih...
Namun entah sampai saat ini aku selalu merasa kurang...
Terlebih disaat amarahnya meledak-ledak.
Hal yang membuat aku akhirnya menjadi acuh akan keinginannya...
Dan maaf jika sifat aku kurang mengenakan saat ini...
Aku akan baik ketika kamu berprilaku baik padaku...
Begitu juga sebaliknya....

Kalau dirimu kurang merasa di hargai, cobalah kau ingat...
Kalau kamu tidak bisa aku peringatkan dengan mulut...
Biar aku tunjukkan...
Mungkin aku lelah dalam berkata untukmu...
Tapi cobalah kau lihat di sekitarmu...
Open Your Eyes... And Open Your Mind...
Aku rela di caci dan di maki dengan hal yang belum tentu kamu kira buruk...
Hanya katanya...
Jika hendak kau cari yang lain...
Beritau aku bawasannya kau temukan hal yang lebih baik dari aku...
Dan aku tau kalau dari fisik memang aku serba kurang dimatamu...

Mungkin malam ini cukup untuk aku memikirkanmu...
Aku hanya ingin jadi yang terbaik.
Bilang kalau aku yang terlalu kekanak-kanakan...
Aku akan rubah itu untukmu.
Dan sebelum aku tutup...
Jika kau ingin diperlakukan dengan baik dan penuh rasa sayang...
Coba deh...
Sebelum terdengar keluhanmu di telinga ini.
Lihat, apakah kamu lakukan hal yang baik padaku?...
Jika ya, katakan dengan bukti.
Agar aku tau dan mau merubah sifatku, menjadi apa yang kamu mau...

Jakarta, 30 Juli 2017
05:16 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Senin, 17 Juli 2017

Saling Mandukung

Hal yang paling sulit di hidup aku...
Menyatukan cinta dan alam.
Dimana keduanya ku kenal saling bertolak belakang.
Aku lah sebagai perantara diantaranya...
Bukankah menyatu itu lebih indah rasanya.
Aku sampai kewalahan menghadapi realita ini...

Coba kau bayangkan...
Ketika kita berdua ada di dalam keindahan alam yang membentang...
Ombak yang menyapu pasir putih.
Atau bintang yang membujur dengan garis khayal...
Suara derik jangkrik nan tenang...
Dan dirimu yang hadir disamping ketenangan ini.

Kita rajut mimpi dan masa depan bersama-sama...
Aku dan cintamu yang tertanam dibalik keteduhan hati...
Sungguh, aku hanya ingin semuanya damai dan tentram bersamamu.
Yang pada dasarnya...
Semua akan lebih indah rasanya.
Bilamana kita saling mendukung satu sama lain...

Aku yang hidup tenang bersamamu di tengah alam...
Dan dirimu yang hidup senang bersamaku di ruang 21...


Jakarta, 17 Juli 2017
11:40 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Kamis, 29 Juni 2017

Mungkin Hanya Akan Jadi Mimpi

Mungkin akan selamanya menjadi mimpiku...
Duduk ditengah alam bersamamu.
Memandang langit sambil bergandeng tangan.
Meniti doa dan harapan bersama kelak hari tua.
Menyimpan angan indah diatas rumput dan dawai nada...
Mengucap janji, menyusun mimpi dibawah awan nan putih seperti kapas.
Lembut seperti cintamu...
Dan halus seperti helaian rambutmu...
Aku masih bermimpi akan romansa berdua denganmu dibawah rindang pohon kakao...
Dilereng bukit, ditengah hamparan rumput hijau...

Mungkin ini akan selamanya jadi mimpiku...
Berbaring bersamamu diatas rumput memandang langit...
Malam penuh bintang di halimun.
Berdua merajut asa dan cerita bersama...
Seolah dunia hanya milik aku dan kamu.
Mendengar alunan merdu dan menangis terbawa haru...
Mungkin bila itu terjadi satu saat nanti...
Sudah kupastikan kau takkan terganti.
Entah selama ini kamu tak mengerti aku...
Atau tidak suka dengan ketenangan yang aku maksud...

Mungkin selama ini kita hanya berdebat antara mall dan gunung....
Tapi pernah kah kamu berpikir kalau kita sama-sama punya mimpi indah dari itu semua.
Aku yang ingin memandang bintang ditengah lereng bersamamu....
Dan kamu yang ingin memandang layar film dalam ruang kedap bersamaku....
Aku tak ingin bersanda gurau denganmu.
Aku hanya inginkan hal yang romantis yang belum pernah kita lakukan...
Cobalah untuk masuk dalam pikiranku...
Aku tidak menyuruh kamu ikut dalam dunia liarku...
Aku hanya ingin sekali saja...
Itu sudah cukup membuat aku bahagia bersamamu.

Hilangkan pikiran egomu...
Cobalah buat aku merasa bahagia menjalain hubungan denganmu...
Selama 5 tahun lebih...
Aku hanya ingin kita menyatu...
Bukan saling bertengkar....

Jakarta, 29 juni 2017
09:46 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Minggu, 11 Juni 2017

Aku Sangat Mencintainya...

Ya tuhan, cintanya adalah anugerah terindah untukku...
Mungkin dirinyalah doaku pada waktu itu.
Satu perasaan cinta yang begitu lama ku pertahnkan statusnya.
Sungguh cintanya sempurna ku rasakan...
Sayangnya tulus mengarahkanku...
Mungkin selama ini aku salah...
Dirinya, lebih dewasa dari yang aku kenal dulu...
Aku sangat mencintainya...

Dia mampu merubah segalanya dalam waktu singkat...
Dalam kata sendunya, dia mampu mengunci rasa cintaku padanya.
Hingga aku rela kehilangan segala deminya...
Dialah yang kau ciptakan sebagai teman hidupku kelak di hari tua...

Dan langkah terakhir adalah menghapus sebuah kenangan yang pernah membuatnya terluka....
Sungguh, aku tak ingin lagi dia menangis karna ku...
Kesempatan yang terakhir ini harus aku gunakan dengan sebaik mungkin...
Tuhan, aku hanya ingin hidup damai berdua bersamanya...
Dalam dunia kita berdua, tanpa ada orang ketiga...
Tuhan, jagalah cintanya agar tetap untukku...
Tuhan, aku sangat mencintai kekasihku...

Jakarta, 11 Juni 2017
21:56 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Jumat, 28 April 2017

Pesan Dari Hatiku Untuknya

Udara pagi membangunkan ku dari lelahnya hari kemarin.
Segala kerinduanku padanya...
Berbuah pertanyaan yang besar di dalam hati ini.
Selama bertahun tahun aku menunggu perubahan itu padanya.
Kesabaranlah yang membuatku tidak banyak bicara.
Aku sangat mencintainya...
Tapi, masihkah terukir namaku di dalam hatinya?
Tanpa adanya komunikasi yang memadai.
Antara aku dan dirinya...
Yang kini aku rindukan.

Dia tak jua mengerti apa yang aku maksud dari semuanya.
Atau mungkin...
Keegoisannya yang menutup mata hatinya padaku.
Yang lalu berbuah kerinduan dalam hatiku.
Aku tetap akan diam dalam gelap kerinduan...
Aku tak ingin banyak bicara soal semuanya.

Dan untuk pagi ini...
Aku titipkan salam untuknya pada burung.
Meskipun salamku tak pernah dia dengar.
Cintaku tetap ada di hati ini...
Dan untuk dirinya...
Waktu yang akan membuatmu sadar.
Bahwa semua wujud perlakuanmu selama ini salah.
Aku telah jauh mengenal kehidupanmu.
Tapi kau belum sama sekali mengenal kehidupanku.
Apakah ini yang dinamakan cinta?...


Jakarta, 28 April 2017
05:45 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Rabu, 12 April 2017

Dibalik Angka Dua Belas

Mungkin hanya 12 januari yang membuat aku mengingat segalanya.
Dimana kala itu pukul 10 malam aku memulai segalanya...
Dari pertama aku mengenalnya di lapangan basket.
Hingga kini aku mengingatnya di depan layar...
Dibawah rasa rindu yang menggebu, dan sayang yang menderu.
Mungkin 12 adalah angka yang begitu sepesial di hidupku.
Semenjak aku kenali dia 63 bulan yang lalu...
Aku tau akan batasan-batasan hidup yang mungkin...
Aku sendiri adalah penentang dari batasan itu.
Dan aku tau rasanya di sayang dengan caranya memarahiku.
Tuhan tau dirinyalah yang terbaik untukku...

Diantara helaian napas yang berhembus...
Teringat segala hal yang indah pernah dialami bersama.
Meski lebih banyak hal yang pahit.
Semua itu adalah rekayasa penyeimbang yang pernah terbentuk.
Dalam usia yang begitu lama...
Namun aku percaya...
Kalau semua akan indah pada waktunya...
Semoga kini hatinya bisa ku percayakan penuh...

Dan tuhan...
Buatlah cinta ini abadi dalam hati.
Mungkin perjalananku masih teramat panjang.
Dan aku harap dirinya adalah doaku 7 tahun lalu...
Di malam nan sunyi bersama perasaan ini.
Perasaanku cukup kuat menyentuh tiap karakter.
Tuhan...
Aku hanya ingin cinta ini utuh sampai salah satu dari kita menutup mata.
Dan tetap terjaga hingga kau pertemukan kita di alam yang sama.
Disisimu tuhanku...


Jakarta, 12 April 2017
02:12 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Senin, 10 April 2017

Update Pola Pikir

Aku bukan lagi yang kalian kenal dulu.
Aku telah merubah segala pola yang ada di pikiran.
Merombak habis dan membuka lembar baru.
Mungkin kalian pikir semudah itu merubah sifat.
Dan menurutku inilah alurnya...

Aku telah menaruh masa depan pada satu hati disana...
Yang kini sedang tertidur lelap...
Dengan sejuta impian dan aturannya padaku.
Mungki dia adalah bagian dari doaku 7 tahun yang lalu.
Dia adalah cinta...
Yang ku jumpai pada 12 januari 2012 lalu...

Dan untuk sifat...
Kalian akan temui sedikit tempramen pada diriku.
Tak peduli apapun yang terjadi...
Dan lebih sedikit tertutup akan segala aspek sosial.
Aku tak ingin kenal apapun lagi di luar sana.
Mungkin ini buruk, namun aku tak peduli lagi...

Bukan karna apa atau apa...
Menutup akses adalah satu jalan untuk menghilangkan masa lalu.
Yang kelam akan hilang perlahan.
Aku merubah semua ini hanya untuk nadifa tercinta.
Yang tertidur pulas bersama do'a ku malam ini.
Dalam mimpi indahnya...


Jakarta, 10 April 2017
01:00 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Sabtu, 01 April 2017

Untuk Mama

Semangkuk sup...
Yang kau taburi pala adalah bukti kehangatanmu.
Dalam malam yang dingin...
Rempah-rempah itu hangat terteguk.
Hanguskan segala amarah yang terpendam.
Maaf, aku adalah anak yang durhaka...
Tapi aku bukan anak yang lupa akan jasamu.
Mendidik, membina, dan merawat aku dengan penuh kasih.
Ya tuhan...
Sehatkanlah badannya dan panjangkan umurnya.
Dalam tidur lelapnya malam ini...
Aku sangat menyayangi ibuku.

Semangkuk pala yang menyadarkanku betapa mulianya dia.
Semurni itukah kasih sayangnya padaku?...
Meski terkadang sumbang ku dengar mulutnya berbicara.
Itu adalah bukti...
Bahwa aku adalah anak keras kepala.
Tapi, di balik ini semua...
Aku yakin bahwa dia mengerti kalau aku sangat menyayanginya.
Mungkin rasa sayangku hanya sepanjang gala...
Namun aku paham bahwa dia adalah seorang ibu.
Yang rasa sayangnya sepanjang jalan untukku...
Hanya caranyalah yang belum bisa aku mengerti.

Dan untuk mama malam ini...
Terima kasih atas sayur biji pala buatanmu malam ini.
Masakanmu sungguh nikmat.
Sungguh...
Aku akan menunggumu untuk membuatkanmu sup lagi esok hari.
Kaka sayang mama...


Jakarta, 01 April 2017
02:23 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Rabu, 29 Maret 2017

Malam Kerinduan

Malam penuh kerinduan...
Diantara aku dan dirinya yang lama tak jumpa.
Aku sangat mencintainya...
Aku harap dia mengetahui apa yang aku usahakan kini.
Untuknya...

Mungkin aku telah memboikot segala kehidupanku.
Tapi, Diantara semua ini... Pasti ada hikmah nya...
Dan sudah 3 bulan aku hanya di rumah bersama kegiatan.
Aku jenuh akan kehidupan ini...
Tapi, aku lakukan ini semua khusus hanya untuknya disana.

Diantara kabut malam...
Bersama sisa kerinduan yang ada di hati.
Aku hanya bisa menulis kata cinta disini...
Dan meninggalkan pesan semoga tergapai cita-citamu...
Untuk beberapa bulan ini, fokuslah ke pelajaranmu.
Tunjukkan kalau kamu bisa lebih dari aku....
Dari ku, untukmu....
Zahrandf...


Jakarta, 29 Maret 2017
11:54 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Rabu, 22 Maret 2017

Factory Reset

Aku bisa hidup tenang...
Setenang samudra.
Membujur dari barat hingga timur...
Membuang semua kenangan.
Lalu merangkai tulisan baru.
Luka yang pulih membuatku jera...
Nyalakan api...
Hanguskan puisi...
Mencari, memilah, muat ulang, lalu hanguskan.
Aku adalah orang yang mencintai diri sendiri.

Tak ingin lagi aku melihat ke belakang.
Sebab aku punya masa depan...
Aku punya hidup yang lebih indah dari masa lalu.
Tanpa beban batin...
Perlahan aku tumbuh dewasa...
Aku bisa berpikir dengan etis.
Langkahku berjalan maju bersamanya.
Cinta sejatiku...

Jakarta, 22 Maret 2017
08:25 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Selasa, 14 Maret 2017

Sejuta Kedamaian

Hidup tentram dengan dunia yang damai...
Ketika aku bisa terima semua apa adanya.
Yang cantik tetaplah cantik...
Serta mampu merajut satu mimpi nan asri di atas seni...
Kehidupan yang datar dan teratur...
Pendidikan yang semi formal...
Serta mulai merajut masa depan selangkah bersamanya.

Mungkin untuk beberapa waktu aku vakum atas kegiatan alam.
Aku merasa waktu telah mengubah semua pola pikir.
Ketika aku mampu mencintai diri sendiri....
Ketika itu pula aku bisa menjadi diri sendiri...
Hidup berjalan sesuai dengan alur.
Yang artinya segala kegiatan mampu berjalan dengan damai.
Diantara aku kerabat dan kekasih...

Sebelumnya...
Aku belum pernah merasakan kehidupan se-setabil ini.
Diantara semua orang yang sibuk akan kehidupannya.
Aku mampu mengerjakan semua hal dengan baik.
Tidak merasa kekurangan...
Juga tidak merasa sangat terbeban dengan sesuatu.
Dan aku hidup di dalam kesederhanaan...
Benar kata mereka...
Kalau bahagia itu memang sederhana...


Jakarta, 14 Maret 2017
10:10 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Senin, 06 Maret 2017

Taruna Intelijensi

Tak perlu aku berharap banyak...
Dan aku hanya ingin berdoa pada tuhan yang maha Esa.
Nasib ku ada di tanganku...
Tapi takdirku ada di tangan tuhanku.
Aku hanya ingin meminta padanya agar di permudah jalannya.
Dan pula diberikan jalan terbaik kedepannya.
Ya tuhan, abdiku pada negara teramat besar...
Dan kumohon perkenankanlah tahun ini.

Aku tak ingin lagi kecewa atas perjuanganku tahun ini.
Tak mungkin aku menunggu 1 tahun lagi, karna ini cukup lama.
Usiaku kini menginjak dua dasawarsa...
Maka perkenankanlah tuhan...
Aku hanya ingin menggapai cita-cita dengan baik.
Meski aku tergolong orang yang kurang cerdas.
Bagi mereka...
Tapi aku yakin...
Engkau ciptakan manusia dengan akal dan pikiran.
Aku adalah ciptaanmu...
Perkenankanlah tuhan...
Untuk menjadi taruna di tahun ini...


Jakarta, 06 Maret 2017
09:23 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Minggu, 26 Februari 2017

Garis Khayal Sebuah Kerinduan

Ada beberapa hal yang membuat aku rindu berkelana.
Dimana saat fajar menggelegar...
Diantara bukit yang hijau tercium kabut.
Lalu hilang tertiup angin yang sejuk tanpa timbal.
Yang mana penjelajahan itu hadir seolah tanpa pacuan.
Tak tau apa yang aku cari...
Di dalam riuhnya suasana pagi dengan kicauan.
Aku rindu...

Ketika senja yang menghapus duka diantara kata.
Aku punya satu cita dari jejak petualangan...
Dimana aku merasa itu adalah bagian divisiku.
Merangkai kata dibawah langit sore yang tenang.
Habiskan waktu sembaring menunggu berganti malam.
Tentang aku yang hidup diantara gelapnya kata cinta.
Aku adalah orang yang tuhan ciptakan untuk hidup di alam.
Tenang dengan hamparan angin senja...

Ketika kelam yang menuai garis khayal diatas angkasa.
Membentuk rasi yang begitu memukau diantara cantiknya bintang.
Garis lintang dan garis bujur yang membentuk keindahan astral.
Hidup dibawah alam sadar sekian lama...
Secangkir teh dan secarik kertas yang kulipat dengan baik.
Memandang langit penuh gemerlap cahaya...
Dan untuk semua langkah kaki...
Mereka akan terhapus oleh air yang begitu lembut mengalir.
Dan perasaan cintaku akan kehidupan alam...
Adalah wujud pengabdian dan rasa pengorbanan yang ikhlas.
Di dalam divisi yang ku geluti dengan tekun...


Jakarta, 26 februari 2016
09:35 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Selasa, 21 Februari 2017

Hadirnya Di Hidupmu

Malam yang hambar...
Dan untukmu...
Aku ingin berbicara.
Sebelum kau akhirnya jatuh cinta lagi...
Aku adalah orang yang setia menunggumu.
Kalau kau punya angan tentang semua rasa.
Atau kamu beralih untuk dapatkan yang lebih dariku.
Silahkan kamu adu rasa kasih sayang ini...
Yang setia dibalik derunya hujan.
Yang rela berkorban limpahkan semua tenaga.
Tanpa kata dan air mata.
Kau takan temui sifatku dalam dirinya...

Aku memang hanya manusia...
Dan soal cintamu padaku...
Itu adalah satu pertanyaan besar.
Ketika dirinya masuk kedalam hidupmu dan mengubah segalanya.
Aku tetap gamal yang hidup dalam kesetiaan itu.
Bukan aku tak memperjuangkanmu...
Satu saat cinta yang akan membuatmu sadar.
Dan aku yakin kalau akulah yang terbaik.
Jika kau mau adu rasa sayang aku, silahkan...
Aku tak takut, karna aku yakin akulah juaranya.


Jakarta, 21 Februari 2017
11:30 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Sabtu, 18 Februari 2017

Selamat Ulang Tahun

17 Februari adalah hari yang istimewa untukmu.
Di tahun 2017...
Usiamu telah ganjil 17 tahun.
Doa yang terpapar luas yang terpanjat hanya untukmu.
Serta keistimewaan yang penuh...
Telah menjadikan dirimu pusat perhatian dunia jumat lalu.
Izinkan aku untuk melukis hari harimu dengan rajutan seni.
Yang aku khususkan hanya untukmu.

Sosok gadis yang memiliki sifat akuarian...
Lahir di bulan febuari dengan sejuta rasa kehormatan.
Aku dan dirinya adalah cinta dalam satu bintang.
Air yang tenang bagai lautan...
Kala rasa sayang yang tumpah meruah.
Kau datang temani hidup penuh pesona.
Tanpa pena...
Aku ucapkan bahwa aku mencintaimu.
Di usiamu yang menginjak angka 17...
Semoga aku adalah makna dibalik semua doamu itu.


18 Februari 2017
06:24 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Sabtu, 11 Februari 2017

Belajar Programing

Hujan yang mengguyur jakarta di pagi hari...
Secangkir teh...
Rokok dan notebook yang temani.
Dimana tak ku dengan suara kicauan burung...
Yang ku dengar hanyalah jemari yang berdetuk.
Menari merajut sebuah kode...
Pemrograman...

Aku mulai memiliki ide untuk membuat sebuah website pribadi.
Yang dimana itu adalah langkah awalku menggeluti dunia maya.
Memang terbilang rumit tapi pasti mungkin...
Menyerap semua ilmu...
Inovasi, dan experiment...
Dimana aku bisa berkreasi sesuka hati...
Tanpa batas.
Dimana ada niat dan tekat...
Aku yakin pasti ada jalan.


Jakarta, 11 Februari 2017
06:45 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Kamis, 09 Februari 2017

Terlintas Lalu Abaikan

Ada satu rasa yang merasuk dalam jiwa...
Kala senyap dalam gelap.
Aku bisa merasakannya, tapi aku tak bisa mengelak...
Perasaan ini mengayun dalam sukma.
Hanguskan rasa butakan mata.
Sungguh aku takkan lupa...

Tertunduk haru...
Dalam satu malam yang sunyi tanpa bintang.
Ketukan salamnya ingatkanku ke masa...
Dimana aku tak memiliki harga diri.
Sebab cinta...
Hingga berbuah luka tanpa lebam.
Aku tunduk akan benih rasa yang hinggap dalam sukma.
Tumbuh semakin besar...
Berkembang dan hanyut dalam mimpi indah.
Payah...

Aku telah memohon ampun pada dewi cinta.
Dia tak berkata...
Hanya memberiku terjangan begitu kuat.
Aku tetap kuat...
Meski sempat ku terjerat.
Perasaan ini memang benar tak bisa hilang sepenuhnya.
Hingga detik ini...
Masih ada rasa sayang yang tersisa.
Hargai lalu abaikan...

Jakarta, 09 Februari 2017
02:13 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Selasa, 07 Februari 2017

Cinta Akan Mengingatmu

Pernahkah kau merasakan...
Bahwa disini aku memikirkanmu.
Atau kau pernah tau isi dan niat hatiku padamu.
Kau adalah orang yang ku kenal 5 tahun silam...
Melintasi savana cinta dalam mimpi yang panjang.
Tanpa air...
Hanya dengan sebuah kesederhanaan.
Kau jalani rasa penuh kekuatan...
Aku sadar kalau aku hanya punya kau seorang.

Tak perlu ku mengejar jauh di ujung mata...
Dan tak perlu aku merasa kurang.
Aku berusaha untuk lengkapi kekosongan.
Dimana kamu yang ku sebut...
Bergerak leluasa kiri dan kanan.
Aku punya hati yang bisa ku sebut dirinya penyayang.
Mungkin...
Hanya cinta yang akan mengingatmu.

Jalanku...
Adalah jalanmu.
Jika kau mampu melengkapi kekuranganku.
Kau lah tempatku berlabuh...
Setelah ku puas dengan masa mudaku.


Jakarta, 07 Februari 2017
01:50 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Selasa, 31 Januari 2017

Masuklah Dalam Duniaku

Bukankah engkau yang berikan teladan baik.
Di sepanjang aku berjalan melintasi desir pasir yang lembut...
Diantara lebur ombak yang amis menuju sore...
Yang kala itu ku tulis namamu di atas pasir yang lembut.
Lalu hancur terhapus ombak...
Aku rindu akan rangkulanmu di pantai.
Tak ada camar, tak ada cemar...
Dan disitu hanya ada aku dan kamu di tepian.

Bukankah engkau yang ajarkan aku untuk tegar...
Kala roda dua turun dari gunung yang tenang.
Kau peluk tubuhku erat, seakan tak ingin kau melepasku.
Alam telah mendekatkan kita dibawah air terjun...
Yang sejuk dan penuh ketenangan.
Sebelum akhirnya mendung menghapus langkah kita.
Kala itu di tapak salak yang hijau membentang...
Selama kamu pergi bersamaku...
Tak perlu kawatir, aku akan melindungimu.
Aku akan membuatmu tenang dan nyaman disisi ini.
Keluhmu kan ku dengar...
Langkahmu akan ku bina hingga kau pulang dengan selamat.
Ketika aku berani mengucap kata cinta padamu...
Itu tanda aku yang siap menjaga, melindungi, dan membuatmu nyaman.
Dalam perlindunganku...

Jika ini jalan kita...
Raihlah tanganku.
Jangan takut untuk jelajahi dunia lebih dalam.
Cobalah untuk masuk dalam duniaku....


Jakarta, 31 Januari 2017
03:27 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Jumat, 27 Januari 2017

Gamal Johanes Perdana Eman


Tepat 20 tahun yang lalu, aku lahir di rumah sakit Putra Kinasih, pukul 06:45 Pagi, Tanggerang Selatan. Dimana pagi itu, aku hidup berkat perjuangan ibuku. Dan aku telah menjadi bagian dari keluarga besar keluarga Eman yang selalu di junjung tinggi kehormatannya. Aku tanpa nama kala itu, dan banyak dari mereka yang ingin berpartisipasi menamaiku. Aku adalah anak yang sangat di banggakan di keluarga Eman, sebab aku adalah anak pertama yang nantinya akan menjadi penerus marga.

Kala itu, aku diberi nama gamal oleh oma, dimana nama itu di ambil dari tokoh mesir yang bernama gamal abdul nasser. Lalu Johanes, banyak dari keluarga aku tidak setuju akan penyematan nama itu pada diriku. Dengan alasan kalau nama itu mirip dengan nama surat di injil, tapi karena kedua orang tuaku adalah orang yang toleransi beragama, akhirnya nama itupun di sematkan pada diriku. Nama itu diambil dari Dirck Johanes Eman, beliau adalah kakek ayahku. Kemudian Perdana, Nama ini adalah pemberian dari ibuku, Pipalupi rahayu. Ia memberikan nama ini dengan tujuan memberikan amanat besar bahwa aku adalah pemimpin dari keluarga besarku. Perdana artinya ialah pertama. Dan hingga kini, namaku adalah Gamal Johanes Perdana Eman.

Hai, aku adalah gamal yang di kenal orang sebagai sosok yang humoris, memiliki semangat nasionalis yang tinggi dan berusaha menjadi manusia yang baik. Aku tak pernah memiliki nama samaran, bahkan orang segan untuk memberiku nama samaran. Sebab selama 20 tahun aku selalu bersifat kaku terhadap semua orang, Banyak dari mereka yang ingin tau siapa aku sebenarnya, sebab setiap kali aku bercerita jarang ada yang percaya akan kata kata ku. Aku adalah manusia, jadi meski aku humoris melankolis, bukan berarti aku anak yang baik, dan bukan berarti aku adalah anak yang buruk dan kriminal. Setiap orang punya rasa penilaian tersendiri tentangku, banyak orang berkata tapi aku tak perduli.

Aku besar dalam lingkungan yang keras, namun aku tetap menjaga etika baik aku sebagai manusia beradab. Aku adalah orang sosialis yang bisa mengkondisikan letak dan keberadaan diriku di satu lingkungan, sifat dan rasa sosial aku dapatkan dari SMA, dimana aku belajar bersosialisasi dengan baik dan benar, mendapatkan teman di segala penjuru. Namun tuhan menciptakan aku sebagai orang yang memiliki ingatan pendek, sebanyak apapun teman yang aku punya, aku akan lupa namanya. Tak ada gading yang tak retak...

Dan hingga usiaku 20 tahun, aku sadar kalau usiaku bertambah dewasa. Pikiran yang cemerlang, dan gagasan gagasan baru muncul. Berpikir apa yang telah aku perbuat dan yang akan aku perbuat. Ya tuhanku, Segala doa mereka panjatkan untukku, mereka khususkan untukku di hari ulang tahunku, orangtua, sahabat, kirana, saudara, kekasih, mereka ingat dan mengucapkan kalimat baik untuk ku di masa yang akan mendatang. Perkenankanlah doa mereka, segala ucapan baiknya di hari yang sepesial kemarin. Dan tuhan, aku sangat mencintai kehidupan ini, panjangkanlah umurku, lapangkanlah pikiranku, limpahkanlah rejeki ku, sebanyak dan sebaik ucapan doa mereka yang ku dengar di hari itu. Aku sadar kalau setiap manusia pasti akan mengalami kematian.

Mereka telah mengajarkan banyak pada diri ini, ucapan terima kasih terbesar ku tujukan pada kedua orangtua ku yang telah membina dan mengasu ku dengan segala jerih payahnya. Tepat pada jam aku di lahirkan ke dunia, mereka adalah orang yang pertama mengucapkan kata selamat kepadaku. Dan sebelum ku akhiri tulisan ini, tuhan, panjangkanlah unur kedua orangtua ku, sehatkanlah badannya, agar aku bisa membalas sedikit kebaikan yang telah mereka tanamkan kepadaku ini. Cintanya untukku sepanjang jalan... salam...

Jakarta, 26 Januari 2017
Gamal Johanes Perdana

Senin, 23 Januari 2017

Fase Pemulihan

Jika satu kebangkitan yang tak ku temukan.
Akankah ku gagal akan semua rencana ini...
Meski sakit telah lumpuhkanku beberapa hari.
Dalam sunyinya ruangan yang tenang...
Hingga aku haus akan adrenalin.
Rasa basa masih saja menggeluti lidah...

Jika jalanku masih perih untuk ku tembus.
Mengapa harus di keluhkan...
Aku tau dunia ini terlalu keras untuk di lawan.
Tak perlu berbalik arah...
Dan aku...
Haya coba untuk mengikuti arahnya saja.

Sakit ini adalah bukti bahwa...
Aku belum bisa mencintai diri sendiri.
Aku masih saja asik pada duniaku sendiri...
Biarlah ku coba...
Sebelum aku berlanjut pada langkah selanjutnya.
Aku yakin tuhan melindungiku...

Jakarta, 23 Januari 2017
01:44 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Rabu, 18 Januari 2017

Revival

Matahari yang terbit dari timur...
Dan benih yang berkecambah menjadi tunas.
Adalah sebuah kehidupan baru...
Yang siap menggantikan kehidupan lama.
Membangunkan orang yang tertidur...
Dan membuat mereka menjadi sibuk.
Sebuah kebangkitan yang aku rasakan penuh semangat.
Dari tuhan yang maha Esa...
Untuk mereka yang buta.

Mereka yang hidup dalam ras berbeda...
Tak perlu merasa terkucilkan oleh takdir yang kau dapat.
Tuhan telah memberkahinya, dan telah menciptakan hikmah.
Tak perlu pandang agama, sebab tuhan itu satu.
Tak perlu pertumpahan darah dan diskriminasi.
Kita semua sama di mata tuhan, kita semua sederajat...
Perlu makan, butuh minum, dan pecandu oksigen.
Tak ada yang kuat, dan lemah...
Kita semua sama, kita semua punya nyawa...

Benar adanya kalau manusia pintar dan cerdas...
Namun apa artinya pintar...
Kalau otaknya hanya untuk digunakan sebagai alat pemusnah masal.
Hanya karna sebuah diskriminasi...
Pertentangan yang tak jua temukan solusi.
Kita hidup, sama-sama butuh menginjak tanah.
Cobalah untuk menjadi hal yang lebih bermanfaat bagi orang...
Anda bukan tuhan, dan saya bukan hewan.
Mengertilah kawan...


Jakarta, 18 Januari 2017
12:37 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Minggu, 15 Januari 2017

Salam Maafku

Nada yang tercipta di setiap petikan...
Melunturkan hati yang kaku.
Dimana malam tadi...
Aku hadir diantara mereka.
Bermain gitar dan bercerita bersama.
Meski ada sedikit rasa canggung yang menghantui.
Aku coba untuk bersikap biasa.
Sebab aku merasa bersalah dengan apa yang telah terjadi.
Maafkan aku...

Perasaan memang tak bisa di hilangkan...
Tapi setidaknya aku berhasil mengurangi.
Sebuah rahasia umum...
Diantara mereka yang bersanda gurau.
Aku membaur dengan sejuta perasaan yang tersimpan.
Kendalikan suasana, kendalikan tingkah...
Bukan aku acuh...
Tapi aku hanya tidak ingin mengganggu.
Hingga malam larut...
Aku hanya ingin titip salam seribu maaf...
Dari tulisan ini.
Untukmu...
Atas kebodohanku kala itu...


Jakarta, 15 Januari 2017
03:21 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Sabtu, 14 Januari 2017

Januari Dalam Memori

Dari lereng bukit yang curam...
Terdapat air yang mengalir beriak dan merusak.
Menurutku mereka adalah kata...
Dimana setiap patahnya bermakna dalam.
Kala mentari yang berbisik halus dengan gugur daun.
Di musim penghujan, januari...

Musim teduh dengan deru air yang membasahi tanah.
Dari tuhan untuk kita semua...
Yang lahir dari kabut yang pekat.
Tersimpan memori dikala air yang membasahi tubuh ini.
Dimana kala itu senyum mu tak lagi ku cerna.
Tanpa makna...

Sebuah rajutan seni yang telah menjadi sejarah.
Dimana kini semua tak mungkin terulang...
Sebab masa yang berbeda...
Bila ku ingat lelahku...
Bersembunyi dalam derita yang kau buat...
Yang kala itu...
Cintamu sempat beku dan hilang dari hatiku.
Dalam pelarianmu...
Untuk sebelumnya, kamu harus tau ini.
Cinta telah memaafkanmu dan menerimamu kembali.
Dan berharap kau jera akan apa yang terjadi.
Akulah orang yang kau cari...


Jakarta, 14 Januari 2017
01:19 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Jumat, 13 Januari 2017

Berkembang

Dalam suka dalam duka tetap berjuang.
Mencari ilmu...
Mencari dan mencari seperti orang haus akan suasana.
Suasana yang mencekam...
Dibawah rasa yang begitu menyimpan dendam.
Aku hidup diantara mereka yang pintar.
Aku hidup diantara semak belukar.
Aku hidup dalam jiwa petualang.
Mencari dan mencari...
Entah itu pengalaman ataupun pengamalan.
Tanpa dendam...
Tanpa putus asa demi terciptanya suka cita.
Dalam rasa petualangan...

Pergi dan tinggalkan jejak kata...
Diantara reruntuhan tanah dan batu.
Aku mulai belajar tapaki jejak pendahulu.
Dimana aku, harus punya potensi yang berkembang.
Tanpa ledakan tanpa jeritan...
Dan hanya ada perdamaian yang menenangkan.
Masih aku coba berjalan...
Susuri hidup tanpa rasa takut.
Dengan tujuan yang hampir mutlak.
Aku...
Berdiri dan mencari jati diri...

Jakarta, 13 Januari 2017
03:01 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Kamis, 12 Januari 2017

12 Januari

Lima tahun sudah aku mengenalmu, sosok wanita yang setia temaniku suka duka. Sosok yang ku kenal pendiam, tempramental, dan tegas. Akan tetapi dirinyalah yang setia menjaga rasa, meski terkadang lelah, dirinya bagaikan pelita yang terangnya suci seperti maksudnya. Entah tuhan telah anugerahkan dirinya untuk temani hidupku yang begitu kelam. Kehadirannya adalah awal dimana aku menemukan cinta sejati yang hampir mutlak sifatnya, dirinya yang mengajarkanku apa arti kesetiaan sesungguhya. Hingga detik ini cintanya terus terangi jalan hidupku yang begitu berliku. Meski terkadang dirinya keras terhadap kehidupanku, aku tetap bersyukur bahwa dibalik kekasaran yang ia miliki, terselip makna kalau sesungguhnya dia sangat menyayangiku, dengan cara yang menurut dirinya benar. Dia adalah sosok wanita koleris yang sangat menyayangiku, tuhan telah mentakdirkan segalanya yang terbaik untukku. Semoga cinta dan sayangnya abadi untukku...


Lapangan basket adalah saksi dimana aku mengenalmu. Dari koridor depan kelas tatapan itu takkan ku lupa, saat dimana dirimu tersipu malu kala kusapa. Dimana kala itu kau datang mengobati perasaanku yang terluka sebab terhianati. Hingga akhirnya pada kamis, 12 januari 2012 aku resmi menjadi pacarmu. Kita rajut semua mimpi dan janji bersama, dibawah kilau bintang di bangku selasar rumahmu. Kita buat mimpi itu seindah lagu, dimana kala itu kau tertidur di pangkuanku. Sosok wanita yang ku kenal di bangku SMP Negri 29, dia adalah kekasih sejatiku. Yang sangat menyayangiku dengan tulus dan dengan di kombinasikan oleh sifat egonya yang koleris. Apapun dirinya yang ku kenal, aku tetap mencintainya penuh.


Zahra Nadifa, Lahir pada hari kamis, 17 Februari 2000. Dalam zodiak Aquarius sama sepertiku. Wanita yang ku kenal manja dan pendiam, di iringi dengan senyuman manisnya yang membuatku rindu akan pertemuan berikutnya. Cinta ini penuh dengan aturan sebabnya, hingga aku muak dengan segala aturannya yang menjauhkan hidupku dengan kegemaranku. Banyak hal yang bertolak belakang dengannya, akan tetapi perbedaan itu yang membuat aku sadar kalau setiap orang butuh itu. Perbedaan itu yang membuat aku dan dia bertahan dan saling belajar untuk bertoleransi. Entah apa jadinya kalau aku tak kenal dia kala itu di lapangan basket. Dimana namanya ku kenal di kantin sekolah. Sungguh tak ku sangka sebelumnya kalau sejauh ini kita melangkahkan kaki bersama.


Cintamu sejati untuk ku tekuni. Lima tahun sudah usianya, kita berjalan melewati kabut, hujan, panas, dingin, dan segala mimpi buruk yang pernah membuat kita sama sama terluka. Dibalik semua keributan kita yang tidak jelas apa karenanya, ada satu karunia tuhan yang tidak pernah kita sadari. Dimana ucapanmu adalah bukti bahwa aku adalah pasangan setiamu. Terserah engkau mau pergi sejauh apapun, aku tau kau takan bisa temukan perasaan sayang sepertiku. Kebebasanku adalah bukti bahwa cara sayangku dengan bentuk toleransi. Tuhan, berkatilah hubunganku dengannya.

"Tuhan, Jika benar dirinya adalah jodohku, dekatkanlah aku dengannya" -Zahra Nadifa


Jakarta, 12 Januari 2017
03:15 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Rabu, 11 Januari 2017

Merajut asa dan cerita

Jalan ini terlalu berliku...
Penuh perjuangan untuk kita lewati.
Penuh darah dan luka yang telah membekas.
Tapi aku bangga akan semua yang telah lalu.
Sayangmu adalah pelita yang baik untuk ku tapaki...
Doa yang telah terucap...
Bahkan perjuangan yang telah menjadi sejarah.
Dirimu tetap jadi apa yang bermakna.

Mimpimu indah kala dijabarkan...
Lalu kita rajut perlahan tanpa rasa beban.
Kita buat kata seindah permata...
Kita buat masa sedemikian rupa...
Tuhan telah takdirkan semua yang ada.
Sebab cinta...
Engkau hidup bahagia denganku...
Hargailah rasa.
Lalu berlarilah mengejar asa.
Aku dan dirimu...
Bersama mimpi yang kita bentuk bersama.
Dan ku yakin...
Tuhan mendengar doa kita.


Jakarta, 11 Januari 2017
01:45 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Senin, 09 Januari 2017

Membuka Mata Dan Telinga

Kehidupan itu benar indah adanya.
Dimana aku, kamu, dan mereka...
Hidup berdampingan dengan sejuta cerita dan peristiwa...
Punya banyak rasa sedih, senang, suka, duka...
Dari yang indah...
Hingga kekaguman yang tiada duanya...
Cinta yang hampir menghiasi hati setiap insan.
Dan duka yang begitu merusak batin...

Aku merasa seperti mendengar kata-kata indah disana...
Ketika sinar mentari sedikit terlihat dari ufuk timur.
Berkata kalau cinta itu selalu berakhir duka...
Dengan sentuhan yang begitu lembut diantara semilir embun pagi.
Yang sejuk berdengung diantara reruntuhan dinding.
Terdekap oleh ketenangan yang kualami...
Katanya hilang dari telinga selang berganti dengan desir ranting.

Saat malam menjadi sunyi...
Orion mampu menarik aku keluar dari alam sadar.
Dan masuk ke alam batin...
Dimana segala perasaan habis terkuras dalam alfabet.
Ketika kecintaanku tentang kehidupan ini hadir...
Aku tak siap untuk menemui akhir...
Sebelum aku membuka mata dan telinga...
Dan bergegas pergi untuk menaburkan benih kebaikan.


Jakarta, 09 Januari 2017
04:00 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Jumat, 06 Januari 2017

Tenangkan Jiwa Segarkan Pikiran

Malam ini...
Malam dimana hujan hinggap pada atap setiap rumah.
Yang didalamnya terdapat keberkahan yang hangat.
Dari tuhan yang kita yakini adanya...
Dan aku tetaplah aku yang menyendiri diantara mereka.
Bersikap tenang dengan lagu...
Tak sendu namun haru...

Manjakan diri, lupakan segala masalah ini...
Hirup udara segar dengan sejuta rintik yang basahi tanah.
Tak ku lihat lagi kilatan cahaya yang datang menyentuh hati.
Meski sepi tanpa bintang...
Ini jalan yang telah ku pilih...
Aku hanya ingin menatap kedepan dengan sejuta impian.
Tak lagi fokus ke satu tujuan,,,
Jalan masih terlalu jauh untuk memikirkan cinta...
Aku hanya ingin menikmati masa muda.
Di dalam rimba...

Dan untuk semuanya...
Ketenangan ini masih menyelimuti.
Sejukkan hati dan pikiran...
Dimana fase demi fase ku lakukan dengan baik...
Agar aku bisa...
Menjadi orang yang mampu menyayangi diri sendiri.
Dengan ketenangan rintik hujan...
Dan kesejukan malam yang selalu membuatku nyaman.


Jakarta, 06 Januari 2017
08:30 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Selasa, 03 Januari 2017

Mencintai Diri Sendiri

           Diawal tahun ini, Aku memiliki banyak rencana yang memang hampir terangkai sempurna di dalam pikiran ini. Sebab prediksiku adalah 2017 adalah tahun yang menyenangkan, dimana doa dan harapan akan lancar terlaksana, semoga semua berjalan dengan baik di tahun ini. Dan semua rencana yang kini ku rangkai dengan baik ku awali dengan rasa mencintai diri sendiri, lalu setelah aku mencintai diri sendiri, lanjutlah menanamkan rasa menjadi diri sendiri. Dan aku yakin, itu adalah landasan yang cukup kuat untuk membina diriku untuk maju menjadi orang yang baik diantara orang baik. Membangun karakter kepribadian yang sopan dan lebih bertanggung jawab, lapang dada dan tekun, serta tawakal. Itu adalah landasanku di awal tahun yang nantinya akan menjadi tolak ukur ke kehidupanku yang lebih maju lagi.

          Rencana besar di tahun ini ialah bergerak menuju tanah papua, yang nantinya itu akan ku manfaatkan untuk bersosialisasi dan mengajar. Ini terlihat berat, tapi itu mungkin untuk ku lakukan sebab dunia kampus telah membuka peluang yang besar. Terlebih waktu luang yang memungkinkan aku untuk melakukan itu selama sebulan suntuk, yang intinya rencana ini 25% sudah dibentuk di tahun sebelumnya. Mewujudkan sebongkah cita-cita lama itu lebih baik daripada belajar untuk menerima keadaan. Dan untuk rencana ini, apabila aku belum berhasil untuk menjalankannya, aku akan masukkan rencana ini ke tahun depan, hingga rencana ini benar terwujud.

           Rencana selanjutnya adalah membangun usaha kelas menengah bersama kerabat lama. Membuka usaha memang tak semudah merencanakan, tapi apa salahnya untuk mencoba. Dan untuk usahanya, aku ingin bergerak di bidang aksesoris elektronik, dan mencoba menciptakan inovasi baru didalam lingkup elektronik yang kini marak digunakan sehari-hari. Memang sudah dari jauh jauh hari aku membincangkan ini dengan kerabat lama, Dan ini harus terwujud di tahun yang baik ini. Dengan mengumpulkan modal berkecukupan lalu memutar modal menjadi investasi. Semoga itu terwujud dan berjalan dengan  baik.

           Mungkin kedua rencana diatas terlihat berat, tapi itu mungkin untuk membuatku maju di kemudian hari. Dan sebelum memulai semua rencana itu adalah, aku harus membangun pondasi mimpi itu dengan baik dengan cara mencintai diri sendiri dan menjadi diri sendiri. Sebelum akhirnya aku beranjak untuk memulai rencana selanjutnya. Sengaja ku tulis impianku agar aku terus ingat dan malu apabila aku belum berhasil. Semoga Allah Dan Doa kedua orang tuaku menyertai langkah kakiku.

Jakarta, 03 Januari 2017
11:11 P.M.
Gamal Johanes Perdana