Jumat, 29 November 2019

Hitam Pembius Waktu

Hitam itulah keabadian.
Yang terselimutkan duka dan kehampaan.
Ruang tak terhingga dan penuh tanda tanya.
Yang pasti ialah.
Hitam adalah akhir segalanya...

Hitam sang pembius waktu...
Penghidup imajinasi dan segala ketenangan.
Semua tentang hal yang tidak nyata.
Dan tak ada pula yang indah.
Kegelapan hampa tanpa batas.

Hitam...
Semesta menciptakan awal dengan cahaya.
Semesta pun mengimbanginya dengan gelap.

Hitam itu fakta.
Berdiri di ruang tanpa batas dengan luasnya kegelapan. 

Jakarta, 29 November 2019
03:52 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Senin, 25 November 2019

Note

Malam itu....
Segalanya ku bangun dari awal.
Setelah anomali rasa memporak porandakan segala.
Aku memulai cinta lagi...
Menata ulang hati dan pola pikir.
Dengan harap...
Aku dapat membangun segalanya dengan baik.

Aku bertemu dengannya...
Malam itu, lirikan matanya menusuk ulu hati.
Lalu dia memenangkan segalanya.
Dengan diikrarkannya kata pada 1 april tepat jam 12 malam.
Aku resmi menggenalnya dengan dekat.
Dan aku memulai cerita kembali.

Semua perkakas hati ini.
Ku tata ulang berama.
Hingga semua tersusun nyaris sempurna.
Akupun tau indahnya dicintai sebabnya.
Aku temui kehidupan baru.
Dimana tiada hari tanpanya.
Aku tau ialah cinta sejatiku...


Jakarta, 25 November 2019
03:33 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Senin, 18 November 2019

Senja

Waktu setempat ini...
Senja mewakili segala tekanan dalam hidupku.
Lambang dari berakhirnya tekanan yang membatin.
Tapi awal dari kehidupan nyata.
Tentang aku yang memberanikan diri terjun kedalam lingkaran kehidupan.

Sore...
Adalah akhir daripada hari...
Aku memulai segala kehidupan gelap gulita.
Menyusun rencana...
Bahkan lebih kompleks dari hal sebelumnya...
Aku butuh bantuanmu.
Untuk meredakan beban sekaligus bulatkan tekat dan niat.

Jingga kelabu november...
Akan membawaku ke jurang...
Dimana aku tak lagi ada pada jajahan orang tua.
Aku akan memproklamasikannya beberapa bulan kedepan...
Dimana aku akan mendapatkan sahabat sehidup semati.

Jakarta, 18 November 2019
05:18 PM
Gamal Johanes Perdana

Kamis, 14 November 2019

Aku Yang Hina

Sekarng ini aku hina...
Dimata mereka.
Aku tak ingin memunculkan diri.
Untuk beberapa waktu.

Air itu tampak tenang.
Aku tau gerakan di bawahnya.
Ada hal yang bergejolak.
Yang mereka tutup serapat mungkin.
Tentang aku...
Yang sehina ucapan mereka.

Menarik diri, sebab aku tau diri...
Untuk saat ini.
Hingga kata itu tak terngiang di kepala.
Tentang hal yang hina...
Padaku.


Jakarta, 14 November 2019
01:36 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Minggu, 10 November 2019

Sempurna

Dia dalah orang sempurna dimatakku.
Senyumnya...
Pola pikirnya...
Bahkan tulisan tangannya...
Adalah hal yang paling ku kagumi di dunia.
Aku mencintainyaa semesta.

Banyak hal yang aku ambil dari hidupnya...
Dari gaya sosialnya....
Hingga hatinya yang begitu menakjubkan...
Semestaku...
Inikah caramu menunjkukkan kesempurnaannya...

Aku perlu penjelasan atas masalah berkepanjangan.


Jakarta, 10 November 2019
03:50 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Selasa, 05 November 2019

Hujan

Hujan rintik membasahi tanah nan tandus malam ini.
Tanah itu telah lama tak terbasuh kesegaran.
Dimana musim panas yang panjang membius segala perasaan.

Aku sempat lupa....
Kapan terakhir puisi terindah pernah tercipta.
Dimana melankolis akut yang menjangkit batin ini.
Dan obat penawarnya ialah menulis.
Segala yang pernah aku tulis pun aku tak ingat.
Sebab yang aku tau, setelah aku menulis lega rasanya.

Tentang apapun itu...
Hujan...
Aku sangat membenci aroma akhir tahun.
Dimana melankolis ini melonjak sempurna.
Hingga desember mengakhiri tanggalnya.

Jarang aku menemukan kebahagiaan di awal musim hujan ini...
Penderitaan yang indah bersama intuisi.


Tak ada yang sepesial, namun ada yang sempurna ku rasa.



Jakarta, 05 November 2019
02:39 A.M.
Gamal Johanes Perdana