Ini tentang pertanyaan besar pada bidang filsafat. Yang sukses membuat saya tidak bisa tidur semalam suntuk. Yaitu "Mengapa kehidupan ada untuk tiada?" Dan "Mengapa makhluk hidup begitu keras mempertahankan hidup walau pada akhirnya akan mati juga?", Semua tentang nalar dan logika.
Ini tentang alam semesta yang saya puja, sebab karna semesta itu, kita tercipta. Kita adalah keturunan bintang. Dimana segalanya tercipta sesuai hukum, ilmu, dan logika. Dari tak terhingganya ruang hampa, saya sadar bahwa manusia itu adalah makhluk yang mungil, tapi manusia selalu haus akan ilmu pengetahuan. Semua berawal dari pertanyaan dan tak selalu berakhir dengan jawaban. Saya selalu mencari kebenaran yang nyata, sebab saya sangat muak dengan banyaknya kebohongan di dunia ini.
Saya percaya tuhan itu ada, sebab tak terhingganya semesta alam ini adalah bukti kebesarannya. Saya percaya tuhan itu sempurna dan baik. Saya percaya agama adalah rahmat buat alam semesta. Saya tau agama itu ada untuk mengajarkan kebaikan kepada sesama umat manusia, lalu mengapa ada perang badar, salib, kontatinopel, dan lain sebagainya. Mengapa perbedaan pendapat dan pandangan itu digunakan untuk saling memusnahkan. Dimanakah kebaikan yang di ajarkan oleh agama dan tuhan?
Kembali ke pembahasan yang harus kita pikirkan, "Mengapa kita ada untuk tiada?".
Jakarta, 14 Mei 2019
08:07 A.M.
Gamal Johanes Perdana