Selasa, 30 Desember 2025

Barisan Bintang

Aku masih duduk di bawah barisan bintang desember.
Menikmati fantasi malam dengan intuisiku.
Dan masih menggenggam erat nilai yang terbentuk padamu.
Dibawah sinarnya yang kamu puja...
Ada harap yang tercipta dengan sangat baik.
Kamu sangat menikmati ketenangan setelah peperangan panjang.
Malam ini...
Kamu hidup penuh damai dalam intuisi yang selama ini menuntunmu.
Dan tetap menjadi yang paling tenang menuntun.
Kamu menikmati semuanya...
Di tahun ini.
Kamu mendapatkan jawaban yang kamu inginkan selama ini.

Gn. Luhur, 30 Desember 2025
03.34 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Mimpi kecil yang menjadi nyata

Bagaimana jika benih itu tumbuh lebih baik.
Atau...
Memang ada untuk menghiasi dunia yang tidak terduga.
Sepertinya...
Aku melihat ada yang tumbuh didalamnya.
Entah itu baik atau buruknya.
Semua pasti memiliki makna didalamnya.

Langkah kecil mereka terlihat beriringan.
Dengan suksesnya rencanamu.
Entah apa ini artinya.
Jikalau memang suaranya sudah jelas tentang tumbuh.
Hal yang paling berat adalah...
Menjaga apa yang sudah tumbuh.
hingga menjadi benih di kemudian hari.

Siklusnya akan berulang, tapi tidak dengan kisahnya.


Gn. Luhur, 30 Desember 2025
01.17 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Senin, 08 Desember 2025

Empati Dan Emosi

Hal yang saya ingat dan tak akan pernah mungkin saya lupakan. Hari itu adalah hari dimana aku merasa sangat terpuruk. Di akhir desember tahun lalu. Tenangnya pagi tak mampu menutupi riuhnya hati yang lelah dan bergejolak tak terkendali. Mungkin karna hati yang terlalu banyak menguras energi atau memang aku yang banyak di salah artikan orang lain. Tapi pada pagi itu adalah pagi dimana aku sedang tidak baik-baik saja dan tidak bersuara apapun untuk membela diri. Aku merasa semua orang menyerangku atau banyak hal kabur yang tidak bisa aku bedakan mana yang membenci dan dipihakku. Dan di belakang sebuah rumah sederhana itu aku merenungkan banyak hal tentang jerih payah yang ku anggap sia-sia kala itu.

Ditenangnya pagi dan membaranya hati. Aku sangat tidak menyangka kalau hal kecil dari sebuah empati yang tidak sengaja kutanamkanlah yang akan membuatku bangkit dan berdiri lagi bahkan sembuh secara perlahan. Berawal dari mereka yang baru saja dilantik, datang mendobrak tempat persembunyianku, dia mengucapkan terimakasih dengan riang layaknya anak polos yang baru tau dunia dan semangat yang hidup. Aku menahan haru yang kuat saat itu, pikirku adalah "ternyata saya masih memiliki harga disini". Mereka yang paham ternyata tau bahwa aku sedang lelah dan terpuruk meskipun aku tak berkata apapun. Empati adalah bahasa asing untukku, sebab aku tumbuh di lingkungan dan didikan yang minim empati dan cenderung keras. Kemudian, dua orang senior di atas saya datang menghampiri dan berbincang dengan saya, setelah itu beberapa senior tua datang dan untuk berpamitan pada saya. Saat itu saya berasa bahwa beban yang saya pikul banyak di angkat sedikit demi sedikit. Hari itu akan selalu saya ingat, siapa saja orangnya dan akan selalu saya ingat.

Empati adalah hal yang asing untuk saya, dan emosi adalah hal yang paling saya benci dari diri ini. Tapi seiring berjalannya waktu, kejadian itu membuat saya banyak bertanya soal emosi dan empati. Sebab secara naluriah, dua bahasa itu adalah bahasa asing yang saya tidak mengerti fungsinya. Sampai di tahun ini, saya membuat beberapa eksperimen sosial kecil soal empati dan emosi. Yang secara singkatnya kedua itu adalah hal yang menjadikan manusia menjadi manusiawi, emosi dan empati adalah alat yang menghubungkan batin manusia dengan manusia lain. Beberapa orang memperkuatnya dengan intuisi. Lalu saya bertanya, apakah saya bisa memiliki alat itu? Dan apa yang membuat saya tidak memilikinya selama ini? Pola didik orang tualah yang membuat saya tidak mengembangkan sisi empati dan emosi, ketika saya dilepas pada dunia yang ternyata damai, tentram, dan demokratis membuat saya merasa kalau ini aneh, bukankah perang tidak akan pernah usai?

Di tahun ini, pada akhirnya saya melepas genggaman pedang itu dan mulai belajar banyak soal empati dan emosi, memang agak menguras tenaga, tapi saya juga ingin marasa terhubung dengan orang yang mungandalkan ini sebagai komunikasi batinnya. Meskipun tidak sekuat orang yang memang memilikinya secara alami, namun saya sudah mulai bisa mengandalkan logika yang dipandu oleh intuisi alamiah saya. setidaknya, saya juga ingin dipandang sebagai manusia layaknya manusia yang berempati dan eq tinggi. Saya tau ini akan sangat menguras energi, tapi itu sudah saya tekatkan sejak saat saya terpuruk kala itu. Saya tau bahwa ada hal penting yang terlewat selama ini.

Jakarta, 08 Desember 2025.
03.58 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Senin, 01 Desember 2025

Sudut paling tenang dari sebuah mimpi

Harifahnya, manusia memang adalah mahkluk yang penuh teka-teki. Aku adalah orang logic yang sedang memecahkan algoritma tersulit di dunia tentang intuisi dan over thinking manusia. Selama ini aku menggunakan logika sebagai kompas dalam menganalisa. Tapi, satu waktu intuisi kuat memberi aku petunjuk akan satu hal. Semua itu muncul tanpa informasi kongkret di kepala, naluriah, dan spontanitas terlintas.

Jakarta, 01 Desember 2025.
10.22 P.M.
Gamal Johanes Perdana


Selasa, 18 November 2025

Rasa Bangkit

Sekarang aku tau apa makna dari semuanya ini, aku sudah bangkit dan merasa lebih kuat saat ini. Setidaknya permasalahan lalu bisa menjadi pedoman dalam menyikapi segala hal yang berbau idealisme buta. Aku sudah banyak melakukan hal yang hebat sejauh ini.

Terima kasih untuk kalian semua, sekecil apapun support yang kalian berikan, akan selalu saya ingat sampai kapanpun. Semua tidak luput dari pandanganku.


Jakarta, 18 November 2025
09:33 A.M.
Gamal johanes perdana

Rabu, 12 November 2025

Lamun Ombak

Sebagaimana ombak itu selalu mengalun.
Laut akan selalu menyertainya.
Angin akan selalu mendukungnya.
Dan pasir akan selalu menyambutnya.

Ditepian samudra...
Aku memandang kosong.
Lepas tanpa penat dan pikiran.
Bagiku...
Laut adalah tempat pulang ternyaman.


Jakarta, 12 November 2025
06.19 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Resisten

Jika kamu memutuskan untuk resisten.
Itu pilihanmu...
Secara alami itu terbentuk dari sebab - akibat.
Jadi...
Bukan salahmu.

Semua hambar dan kosong...
Tandanya kamu sudah menjadi dewasa.
Sudah jatuh hina dan bangkit.
Berulang kali...
Sudah tau betapa palsunya dunia.

Dimatikan berkali kali.
Mengusahakan apapun...
Mencoba jalan apapun...
Dan kecewa sebanyak pun.

Dicintai hingga pudar...
Dikasihi hingga abai...
Perjuangkan hingga terbuang...
Atau dikejar hingga ditinggal...
Semua polanya sama.
Semua akan resisten pada waktunya.


Jakarta, 12 November 2025
02.05 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Selasa, 23 September 2025

Chikal

Nak...
Aku tau langkah kakimu agak tersendat.
Tapi kami disini ada untuk kamu.
Tolong untuk tidak bertanya tentang apa yang terjadi.
Tapi lihatlah siapa yang ada untukmu.
Siapa yang membangunmu.
Dan siapa yang membantumu keluar dari masalah.

Nak...
Kamu sudah beranjak remaja saat ini.
Kami disini ada untuk kamu.
Tolong untuk tidak memikirkan apa yang bukan kapasitasmu.
Harapku, kamu dapat tumbuh baik seperti seusiamu.
Teruslah tumbuh untukmu sendiri.
Dan jangan pernah sekalipun menyalahkan keadaan.

Nak...
Berjanjilah pada kami.
Untuk tidak mengulangi kesalahan orangtuamu kelak.
Hidup memang tidak adil.
Tapi tuhan telah mempercayakan kami untukmu.
Jadilah anak baik ya nak...

Jakarta, 23 September 2025
06.05 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Sabtu, 06 September 2025

Pemikiran panjang dari sebuah rayap kecil

Sebuah pemikiran random di sore hari, saat dimana saya sedang duduk di sebuah tempat, menikmati kopi bersama istri. Saya melihat sebuah laron tanpa sayap sedang berjuang sendirian. Laron betina itu hinggap dan berjuang berjalan tersungkur dengan mimpi kecilnya untuk membangun sebuah koloni, dimana dia akan menjadi ratunya. Saya dengan tatapan bingung karna dia mendarat di tempat kayu imitasi, dan seberusaha apapun, dia tidak akan pernah bisa menggapai mimpinya. Muncul sebuah pertanyaan di otak "sejauh apa manusia menghapus semua mimpi satwa untuk meregenerasi?". Rayap adalah hewan yang di anggap manusia sebagai hama, tapi tidak untuk alam. Mereka adalah dekomposer bagi alam. Merekalah yang bisa menghancurkan kayu pohon lebih cepat untuk kemudian nutrisinya di serap pada tanaman baru. Mereka kecil untuk di anggap sebuah individu, tapi besar ketika disebut sebuah koloni. Lalu dari situlah pikiran saya bercabang banyak.

Kita adalah makhluk hama dan infasif bagi bumi kita sendiri, aku sebagai manusia sangat mengakui bahwa banyak hal dari aktifitas kita sebagai manusia, secara tidak langsung banyak menimbulkan kerusakan. Dan anehnya, kita sesama manusia selalu bersikap saling melempar dan menyalahkan penyebabnya. Bahkan tidak jarang menjadi sikap saling memusnahkan satu sama lain. Semua aktivitas kita sebagai manusia selalu menghasilkan sampah dan polusi bagi lingkungan. Sayangnya, sangat sedikit orang yang menyadari pola pemikiran ini. Manusia sudah jauh terlena akan kenikmatan teknologi yang membuat mereka bersikap egois untuk makhluk hidup lain di dunia ini, bahkan mirisnya untuk sesama mereka. Manusia hanya memiliki iba pada hewan peliharaan, tapi sesungguhnya semua hewan juga memiliki kesadaran, mereka semua berhak diperlakukan sama. Mereka semua sama-sama hidup untuk mencari makan dan menghidupi kehidupan. Sekecil apapun makhluk itu, mereka pasti memiliki mimpi yang ingin ia gapai. Hanya saja kita tidak mengerti itu.

Manusia mengklasifikasikan kingdom menjadi 5. Monera, protista, fungi, plantae, dan animalia. Dimana diantara semua itu akan bercabang dan bercabang menjadi spesies. Saya sering mendengar kata seperti ini "rawat dan jaga alam kita untuk anak dan cucu" kata kata tersebut menurut saya adalah kata-kata kurang tepat. Mungkin bisa di ubah menjadi, "rawatlah semua spesies yang ada, karena mereka juga membutuhkan ruang hidup sama seperti kita". Coba ubah pertanyaan "seberapa hama sebuah hewan?" Menjadi "bisakah kita hidup berdampingan dengan mereka?" jika tidak bisa "apa masalahnya dan apa solusinya selain memusnahkan?" Kita dan makhluk lain sama sama memiliki hak untuk menikmati hidup dan kehidupan itu sendiri. Semoga sejauh ini kita sebagai manusia, bisa menjadi makhluk yang sangat bijak untuk dunia ini.

Jakarta, 06 September 2025
09.51 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Minggu, 24 Agustus 2025

Samudra tidak akan mengering

Gelombang itu perlahan menjadi riak.
Melambai tenang setelah badai siklon.
Burung camar mulai bermigrasi.
Langitnya cerah dan sesekali berawan.
Polanya menghangat dan damai.
Semuanya mendadak menyenangkan.

Mereka kembali berselancar denganmu.
Nelayan kembali mengais ikanmu.
Beberapa menyelamimu.
Setidaknya, saat ini mereka belajar banyak tentangmu.


Jakarta, 24 Agustus 2025
05.59 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Senin, 18 Agustus 2025

Maafkan Dirimu Sendiri

Jadi ternyata selama ini kamu selalu on dalam mode perang, kamu selalu ingin jenjadi unggul dam menang dalam segala pertempuran. Kamu sibuk membangun dinding yang nyaris tak tertembus apapun, kamu sibuk menyiapkan banyak strategi untuk serangan balik dan memenangkan apapun dengan segala cara. Sampai akhirnya kamu muak dengan segalanya. Kamu adalah lone wolf, yang selama ini selalu memegang teguh prinsip dan mimpi. Kamu hidup bebas dan selalu mengikuti semua apa yang kamu minati. Kamu selalu waspada, kamu nyaris tidak pernah menurunkan senjata itu di tanganmu. Bahkan kamu nyaris tak pernah tidur nyenyak dan selalu siap akan sebuah serangan mendadak. Dunia memang selalu kejam padamu, sehingga kamu selalu terjaga pada mode perang panjang. Naluri siap menghabisi lawanmu terlalu kuat, sampai sampai kamu takut dengan dirimu sendiri, kamu takut emosi menguasai badanmu satu waktu nanti. Kamu terlalu menekan dan memaksa untuk meniadakan segala emosi pada dirimu, kamu lupa kalau kamu juga manusia. Kamu menekan segalanya, kamu membungkam hatimu sendiri, emosimu, juga empatimu. Kamu nyaris tak terkalahkan bahkan oleh dirimu sendiri. Sampai akhirnya hal yang paling kamu takuti adalah kamu kehilangan kendali atas dirimu sendiri. Naluri membunuhnya sangat kuat. Bagiku itu terlalu liar, bahkan binatang.

Kamu sudah terlalu jauh membentuk karaktermu ini, dan kamu selalu berlaku keras pada dirimu sendiri, logikamu selalu kendalikan hatimu dengan tangan besi, sampai akhirnya semuanya menumpuk hingga jenuh. Logikamu sadar kalau kekuatan itu terlalu besar, bahkan setiap harinya bertambah kuat.

Selama ini kamu menerima banyak informasi, mengolahnya sendiri, menyimpulkan sendiri, dan mengeksekusi sendiri. Kamu terlalu kuat untuk mandiri, semua hidup karena egomu. Sampai di titik dimana tidak ada orang yang bisa meluruskanku lagi, aku tidak memiliki siapapun yang aku percaya selain diri sendiri. Sampai dimana akhirnya aku menemukan titik balik dari semua ini. 


Jakarta, 13 Agustus 2025
03:30 P.M.
Gamal Johanes Perdana


Senin, 21 Juli 2025

Dan Laut

Pada akhirnya, kamu menjadi laut yang kamu inginkan.
Yang dalam dan dingin.
Riam disapu angin.
Dan Biru...

Beberapa orang senang bermain denganmu.
Karena mereka sudah mengenalmu banyak hal.
Bahkan beberapa rutin menyelaminya.
Beberapa menghindari dan takut.
Beberapa membenci...
Hanya karena mereka salah beradaptasi.
Lautku terbuka untuk siapapun...
Asalkan kamu tau batasan dan resikonya.

Laut menyimpan segalanya...
Segala baik dan buruk terpendam di dalam airnya.
Yang terlihat hanya permukaannya.
Datar, bergelombang, tanpa batas.
Hangat...
Luas...
Tenang...
Ragam...
Kosong...
Misteri...
Sumber daya...
Bencana...
Serta segala yang hidup untuk menghidupi kehidupan...
Semuanya tersimpan...
Didalam birunya laut.
Yang kini menjelma menjadi dirimu sendiri.



Jakarta, 21 Juli 2025 
06.28 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Kamis, 17 Juli 2025

Level Tertinggi Sebuah Cinta


Bagiku, level tertinggi dari sebuah cinta adalah istriku. Bagaimana bisa aku bertahan hidup hingga saat ini hanya karna dia seorang. Aku sangat memperjuangkan hidupku hanya untuk dia seorang. Dan secara naluriah aku berucap "Jangan sampai aku mati lebih dulu darinya, aku harus tetap hidup untuknya." Itu semua tentang tanggung jawab. Aku tidak ingin dirinya susah karena ditinggal mati olehku. Dan selebihnya, jika satu waktu dirinya tiada, aku akan mengakhiri diriku sendiri di tengah hutan tanpa seorangpun tau, bagiku kehidupan hanyalah sebuah proses biologis. Aku akan mengakhiri cerita ini dengan baik tanpa merepotkan seorangpun. Aku selalu berucap itu pada istriku...

Sayangnya, kita tidak ada yang tau apa yang akan terjadi kedepannya. Manusia bisa berencana, tapi umur bisa berkata lain. Aku adalah laki-laki yang memiliki resiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi. Aku belum memiliki rencana bila mana aku yang tidak berumur duluan. Sejauh ini yang aku lakukan hanyalah waspada saat berkerja. Mengusahakan segalanya yang terbaik agar aku pulang sehat ke rumah untuk menemuinya. Dan itu adalah level cinta tertinggi dari sebuah cinta yang aku punya saat ini. Aku sangat mencintainya, dan ini adalah hal yang paling sempurna. Dimana cinta bisa membuatku selalu berusaha untuk tetap hidup untuk menghidupi.

Tanpa istriku, aku hanyalah manusia kosong...

Jakarta, 17 Juli 2025
11:08 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Minggu, 06 Juli 2025

Bersinar Lebih Terang

Hujan rintik dipagi ini membawa pikiranku kearah yang tidak ku rencanakan sebelumnya. Beberapa rencana yang kedepannya sudah banyak ku siapkan, tinggal takdir yang membawa itu kearah mana dan akan ku arahkan ke arah yang paling memungkinkan. Namun, pagi ini adalah hal yang tidak aku duga dari sebuah efek domino 6 bulan lalu. Emosi menghancurkan rencanaku secara perlahan dari yang sebelumnya sudah aku rancang. Aku sadar kalau semuanya sudah terjadi dan hanya tinggal menyambungkan ke hal-hal terlogis saja. Aku tidak menyalahkan mereka dalam hal ini, aku yang menuai hal yang telah aku tanam hari ini. Dari sini aku belajar bahwa pentingnya konsistensi.

Di lain hal, sudah seminggu ini secara tidak langsung saya mendapatkan informasi menarik dan beberapa fakta penting. Sejauh ini, setelah beberapa kesempatan terakhir, aku memutuskan untuk tetap mendidik kembali mereka dengan banyak syarat yang aku jalani, aku menyelam lebih dalam agar tidak terlalu terekspos. Bagiku terlalu menonjol juga tidak baik, banyak orang yang tidak suka akan kemajuan yang telah ku buat, dan aku harus membentengi itu. Aku menonaktifkan instagram dan membuat akun baru yang isinya hanya beberapa orang yang sejauh ini dekat denganku. Beberapa orang mempertanyakan keberadaanku, aku tau bahwa orang itu pernah bermasalah denganku dan dia pun sepertinya sudah tau role apa yang akan aku lakukan. Melalui mediasi dia meminta aku untuk membangkun komunikasi lagi. Entah untuk apa, insting membawaku ke arah defense. Insting berkata kalau mereka bermaksud untuk menyetirku lagi, dan yup, upaya pertemuan itu aku gagalkan, dan faktanya kelompok itu akan mengadakan rencana sebuah legitimasi. Itu membuat aku terbahak-bahak. Aku adalah seorang diri yang melakukan tugas untuk membangun generasi ke arah yang baik, selalu mengorbankan segalanya untuk generasi berikutnya satu organisasi, tapi mereka yang senior merencanakan sebuah legitimasi untuk seorang gamal. Helo, saya cuma 1 orang diri dan kalian berkelompok, sesulit itu ya melawan seorang yang idealis ini. Aku akan berdamai jika hanya mereka melakukannya dengan baik baik, bagiku sejauh ini apa yang mereka lakukan adalah hanya untuk memanfaatkan saja. Hitamnya mereka semakin terlihat dan aku semakin bersinar terang.

Kasus ke 3, seorang pematik yang terbakar sendiri. Kasus ini juga adalah efek domino dari seorang pematik, yang membuat tragedi semakin memburuk 6 bulan lalu, dan rencana sejauh ini sukses untuk membuat efek jera padanya, dia terbakar dengan isi kepalanya sendiri. Satu hal, dia meminta untuk berdamai melalui mediasi, sekali lagi, jika kepercayaan itu sudah retak, saya tidak akan mempercayakan kedua kali. Dan perdamaian ini saya abaikan, aku membiarkan api itu habis menghanguskan hatinya sebagai efek jera. Aku tidak membalas apapun, aku hanya diam dan abai ketika dunia tidak adil padaku. Aku percaya akan hukum tebar tuai.

Dan pada akhirnya aku tidak membalas semuanya, aku hanya diam ketika mereka berusaha menjatuhkanku. Aku hanya menyerap kerusakan itu untuk orang yang ada di belakangku. Aku pun sering di salah pahami orang lain, hanya karena aku tidak pernah menunjukan apa yang sudah aku korbankan sejauh ini. Aku bisa makmur jika aku mau, tapi aku tidak menikmati hidup jika aku melakukan itu. Aku lebih suka dengan aku yang saat ini, hidup sederhana, bebas, dinamis, dan bersyukur.

Secara tidak langsung, kamu bersinar cukup terang, Sampai kamu kewalahan untuk menutupi sinarmu. alih-alih menjadi lubang hitam, justru kamu menjadi katai putih untuk mereka yang tetap mengorbit padamu.


Jakarta, 06 Juli 2025
08.17 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Rabu, 28 Mei 2025

Melihat Semuanya Tumbuh

Aku datang hanya untuk memastikan saja bahwa kalian akan terus tumbuh sesuai rencana. Melihat kalian mengajar lagi, berinisiatif, menjalankan semuanya apa yang dulu pernah aku usahakan hidup, Jujur aku senang melihatnya. Bukti nyata bahwa didikanku berjalan dengan baik, tumbuh dengan sempurna, dan mampu beradaptasi. Dari sekian banyak hal yang pernah aku ajarkan, semuanya tidak sia-sia. Entah sejauh mana kita sama-sama berubah, aku akan selalu ada di untuk kalian, kapanpun kalian butuh. 

Maaf atas segala hal buruk belakangan ini. Hidup memang akan selalu berubah dan kita harus terus beradaptasi. Bahkan organisasi yang dulu aku cintai ini, sekarang jadi hal yang paling aku benci. Aku hanya tetap menyayangi kalian sebagai hasil didikanku. Selebihnya, kebebasan ada di tangan kalian semua. Banyak pelajaran yang aku ambil disini, melihat kalian tumbuh dengan loyalitas, idealis, inovatif itu jadi tolak ukur keberhasilanku, meskipun dalam praktik lapangannya, masa kejayaan itu redup, tapi kalian mampu beradaptasi. Setidaknya kita pernah ada di masa puncak kemajuan kala itu, dan aku yakin kalian akan mengulanginya kelak. Entah butuh beberapa tahun, aku yakin kalian pasti akan kembali. Maafkan aku untuk hal yang tidak berjalan baik akhir-akhir ini. Teruslah tumbuh bebas dan orisinil, masaku akan segera habis dalam waktu dekat. Cepat atau lambat, semuanya pasti akan ada di tangan kalian. Tugasku sekarang hanya memantau pertumbuhan kalian, karna kalian yang akan memegang tongkat ini selanjutnya. Aku selalu memunggu waktu itu untuk tiba, karna aku sudah lelah. Aku sudah menghabiskan masa mudaku dengan sangat sempurna.


Jakarta, 28 Mei 2025 
06.37
Gamal Johanes Perdana

Minggu, 18 Mei 2025

Air Laut

Angin itu menyeret air kearah kakiku...
Mengajak aku untuk menyelami samudranya.
Tapi...
Aku tidak seberani itu untuk menyelami.
Aku tetap memandang dengan takjub.
Tanpa harus menyelami.

Sebagaimana baiknya...
Intuisi ini tetap ada dibalik derunya air.
Kita terhubung...
Selama ombak itu tetap berderu kencang.
Terumbu itu akan tetap terlihat indah di tempatnya.

Jakarta, 18 Mei 2025
01.00 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Kamis, 08 Mei 2025

Korosi

Dari riuhnya gelombang di tengah samudra...
Arus itu perlahan membawaku ke entah berantah.
Lalu...
Aku putuskan untuk menyelam lebih dalam.
Membiarkan seluruh badan ini tenggelam.
Sedalam mungkin...

Laut itu akan melarurkan segalanya...
Mengikis karya yang pernah ku usahakan hidup.
Membuatnya korosif dan karam dengan sendirinya.
Tugasku saat ini....
Hanya memastikan itu terjadi secara lambat.

Jakarta, 08 Mei 2025
07.57 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Selasa, 06 Mei 2025

Mode Survival

"Kamu memang tidak sepenting itu dimata orang, Tapi rencanamu itu hakmu"

Dan semua ini tentang kepalsuan. Semakin bertambahnya umurmu, semakin banyak kamu mengungkap tentang dunia, dan semakin intens kamu berada pada mode waspada. Semakin kesini, kamu semakin mempertebal armor, bahkan menutup semua celah sekecil apapun yang kamu anggap sebagai ancaman. Kamu tak pernah perduli akan penilaian orang tentang dirimu, yang pasti mereka menilaimu sebagai orang yang buruk. Tapi ini bukan soal citra, ini soal bagaimana kamu bisa hidup tanpa memikirkan penilaian orang terhadapmu, dan bagaimana kamu bisa mewujudkan keinginanmu. Banyak orang yang tidak senang melihat kamu hidup dengan standar yang kamu punya, dan kamu harus mengetahui mereka semua. Ada yang mudah di temukan dan bisa langsung di pilah dan ada yang tersamar. Dan itu bagian sulitnya, kamu harus menemukannya.

Aku tidak akan pernah percaya akan kata kekeluargaan, bahkan keluarga pun bisa membuatmu hancur. Semua berlandaskan ego, setiap manusia pasti memiliki keinginan dan tujuan. Setiap aku bertemu dengan orang, aku selalu menanyakan apa keperluan mereka. Jika ingin bersahabat, aku akan mematikan mode waspada itu dan akan bersikap santai. Dan beberapa orang yang memang sudah tidak aku percaya, aku akan tetap pada mode siaga. Itu yang membuatku benci akan keramaian, karna aku bingung menempatkan diri di mode apa. Yang pada akhirnya aku memilih menjadi kaku dan waspada. Dan orang yang mengenalku secara personal pasti paham bahwa ada yang tidak beres.

Terlalu banyak peperangan yang kamu lewati, sehingga kamu menjadi seperti ini. Hanya sedikit orang yang kamu percaya, hingga kamu cenderung lebih tertutup akan segala hal. Terima kasih untuk kalian yang sudah berlaku baik padaku.



Jakarta, 06 Mei 2025
06.14 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Rabu, 23 April 2025

Kerinduan

Bukan aku yang berubah, tapi kita. Yah, semakin lama usia pernikahan kita, semakin banyak hal yang hilang didalamnya. Apapun itu, tentang keharmonisan, budaya, perhatian, kehangatan, dan lainnya. Kamu selalu berisik menyuarakan bahwa aku tidak seperti dulu saat pertama kamu kenal, sedangkan aku hanya diam dan meratapi nasib akan banyaknya perubahan kamu yang semakin jauh. Sebab aku paham bahwa manusia itu sangat dinamis, tapi mengapa?, mengapa kita seperti ini sekarang, dan mengapa ego kita semakin kuat satu sama lain. Aku tau kalau kejenuhan itu selalu ada dalam hubungan, tapi bisakah kita berpura pura seperti saat kita bertemu di awal cinta. Aku merindukan kehangatannya, segalanya yang kini hilang, dan digantikan hal dan sifat baru kita yang asing. Bisakah di dunia ini cukup hanya ada kita saja, atau setidaknya kita tidak memikirkan apapun layaknya kita bertemu di awal. Aku hanya ingin kamu yang dulu aku kenal, yang selalu hangat dan mencintaiku secara intens.

Hubungan ini semakin rumit, aku tau kepudaran itu pasti ada, tapi ada hal kecil di hatiku yang inginkan kepudaran ini berakhir. Aku sudah memberikan segalanya untukmu, mengorbankan apapun untuk orang yang paling di cinta, tapi kamu selalu bersikap seperti itu. Jika memang jenuh, katakanlah. Dan pergilah, cari apa yang bisa membuatmu puas, aman, dan nyaman selain aku. Aku sudah muak dengan ego... Hal yang kukira kita sekarang sudah menjadi kamu dan aku. Dan aku tetap akan selalu merindukan kita yang dulu.
 

Jakarta, 23 april 2025
03.57 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Senin, 14 April 2025

Menyelam Lebih Dalam

Kamu sudah memutuskan untuk menghilang dari edaran. Dan hanya beberapa orang yang memiliki akses bertemu denganmu. Keterbukaan membuatmu tidak bisa mengendalikan apa pun yang sudah kamu rencanakan. Tapi kamu sudah berhasil sejauh ini.

Tahun ini kamu sedang bersih-bersih masalah orang yang bisa kamu percaya. Yah, trusst issue adalah hal yang sangat kamu perhatikan. Sebab, kita tidak akan pernah tau kedepannya siapa yang akan menjadi musuhmu. Banyak orang yang tidak suka akan kebaikan yang kamu tebar selama ini, dan selalu berusaha menjatuhkanmu. Dimanapun, sikap berhati-hati ini semakin kuat di tahun ini. Saya hanya takut salah menilai orang yang bener tulus mensupport dan palsu. Tapi itu akan terungkap dengan sendirinya.

Mungkin tidak akan ada yang sadar dengan saya menghapus akun instagram lama saya, saya benci dengan orang yang suka menspionase untuk kemudian memblow up hal-hal yang tidak-tidak. Ada orang yang memang berempati dan ada orang yang hanya ingin menebarkan kebencian. Siapa yang terbawa dan siapa yang pandai memilah, Itu hal yang tidak bisa kita ketahui...

Selalu berusaha meredam kebencian saya sendiri, saya sangat takut segalanya menjadi dendam. Saya berusaha untuk meredam segala berisiknya pikiran dan mengalihkannya ke hal yang positif untuk diri sendiri.

Saya selalu mengupdate dan mempertebal proteksi kepercayaan kepada orang, dan sampai saat tulisan ini saya buat. Maaf, saya hanya butuh pencerahan dari orang yang tepat. Saya akan membawa diri saya menyelam lebih dalam dibawah samudra.

Bukan untuk sebuah kekalahan, tapi untuk misi berikutnya...


Jakarta, 14 April 2025
06.11 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Selasa, 01 April 2025

Bintang Selatan

Bintang selatan itu harusnya menjadi sebuah pertanda...
Hanya saja aku yang kurang peka.
Aku bisa menghargai diri sendiri.
Menjadi lebih menyayangi aku sebagai pengendali.
Apapun itu...
Kamu layak diberi penghargaan.

Ini semua tentang intuisi...
Bagaimana bisa, tanpa tanda.
Bintang selatan ternyata adalah jalan keluar.
Aku berjalan mundur bukan untuk menyerah.
Tapi untuk diriku sendir...

Yang kini orang kenal...
Sebagai pengubah dunia.

Jakarta, 01 April 2025
04.22 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Senin, 03 Maret 2025

Sebuah Perayaan Diri

Terima kasih karna sudah selalu merayakan diri sendiri, bersikap egois dan apatis itu ternyata sangat menyenangkan juga. Kamu bisa fokus membangun diri kamu sendiri dengan bebas, tanpa mempertimbangkan apapun tentang omongan orang. Aku tau kamu sudah cukup bisa beradaptasi tentang keputusan ini. Fokuslah dengan menambah berat badanmu, jangan pikirkan apapun, dan jangan perdulikan apapun yang membuat kamu menjadi kurus yang sebenarnya itu tidak terlalu penting. Karna sejauh ini, kamu sudah terlalu banyak memberikan hal yang tidak perlu kepada mereka. Kamu membakar semua uang dan tenagamu hanya untuk pemuas batin tanpa ada timbal balik atas masa depan dan dirimu sendiri. 

Aku sangat nyaman dengan semua ini. Selalu ada hari yang cerah setelah badai berlalu, kejadian kemarin aku anggap sebagai bentuk teguran tuhan untuk menyadarkanku bahwa mementingkan dirimu sendiri adalah prioritas utama. 

Jakarta, 03 Maret 2025
11:45 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Minggu, 26 Januari 2025

LEVEL UP 28

Terima kasih untuk tetap kuat.
Dengan bertambahnya usia dan pengalaman.
Banyak hal yang bisa kamu ambil pelajarannya. 
Kamu akan menjadi lebih dari yang sebelumnya.
Untuk menghadapi apapun yang ada di depan nanti.

Terima kasih untuk hal-hal baik.
Terhadap apapun yang kamu perbuat.
Sekecil apapun yang bisa kamu lalukan kemarin.
Akan membuat dunia menjadi lebih layak huni di esok hari.
Terima kasih sudah mengusahakan segalanya selama ini.

Terima kasih sudah berdamai.
Semoga perdamaian logika dan hati ini akan terus berlanjut.
Tidak ada lagi berisik yang menghilangkan fokusmu.
Tidak ada lagi hal yang menyita waktu dalam perdebatan panjang.
Kedepannya, selisih pahammu akan selalu membuahkan jalan tengah.

Semoga, di level 28 ini...
Kamu bisa menjadi lebih adil dan bijak.
Untuk semua hal yang telah mengorbit padamu.
Manusia, hewan, tanaman, dan lingkungan kecilmu.
Terima kasih untuk tetap menjaga semuanya.
Salam sayang dan tumbuh.


Jakarta, 26 Januari 2025
02.50 P.M.
Gamal Johanes Perdana


Rabu, 22 Januari 2025

Pesan Dariku Untuk Dirimu Sendiri

Setiap kali kamu terdiam, pikiranmu selalu di penuhi banyak pertanyaan. Dan selalu di pertanyakan hal yang sama, "apa tujuanmu hidup selain kematian?" Dan selalu dijawab "tidak ada, hanya ingin menjalaninya tanpa tujuan". Aku mengenalmu sebagai orang yang kosong semenjak usia 26 tahun. Kamu hanya memiliki tujuan kecil, juga berjangka pendek. Tidak ada yang spesifik seperti kebanyakan orang yang kamu kenal selama ini. Ya, ini adalah dirimu, kamu yang ada di puncak kehidupan tanpa tujuan. Kamu terlalu kosong sebagai manusia, hanya mejalani apa yang ada di depan mata, tanpa tau arahnya kemana. Kamu seperti ini pun bukan salahmu, kamu memang di takdirkan hidup seperti ini oleh tuhan. Sampai-sampai di awal kamu benci dengan hidup tanpa arah, dan sejauh ini kamu sangat menikmati perjalanannya. 

Ini semua tentang harapan, mimpi, dan keinginan. Hal sesimpel itu yang membuat kita menjadi manusia. Dan kamu kehilangan ketiganya hingga kamu menjadi kosong. Beberapa orang sepantaranmu memiliki momongan yang mereka rawat dengan harap bisa meneruskan garis keturunan, itu dasarnya. Tapi banyak yang salah kaprah juga soal keturunan. Mereka melimpahkan harapan ego orang tua kepada anaknya yang dimana itu menjadi beban mental. Kita harus ingat bahwa, "Tidak ada anak yang ingin di lahirkan ke dunia". Sejatinya kita sebagai makhluk hidup hanya ingin meneruskan evolusi genetik dari alam semesta. Dan kamu, adalah hasil dari evolusi genetik yang buruk, hal itu yang membuatmu menjadi manusia kosong. Sekali lagi, tidak ada yang disalahkan disini, ini sudah menjadi takdirmu dari semesta, maka terimalah.

Kamu sebentar lagi akan menginjak usia 28 tahun kehidupan. Di tahun 27 ini, banyak hal yang kamu petik dari setiap masalah yang sudah kamu lewati. Sekali lagi, terima kasih untuk tetap hidup untuk orang yang kamu sayang di dunia ini. Karna, meskipun kamu kosong, kamu tetap memiliki keinginan untuk menjadi pelindung buat mereka yang kamu sayang. Kamu selalu menebarkan hal-hal baik, mengajar, membimbing, hingga memberikan semua hal yang kamu punya untuk orang yang kamu sayang. Kamu telah membuat dunia ini lebih layak dan menyenangkan untuk mereka semua. Meskipun kamu taruhannya, kau tetap rela berkorban untuk mereka. Kamu percaya, dengan melihat mereka senang, itu sudah cukup membuat kamu berhasil. Mungkin kamu akan banyak belajar kedepannya, di usiamu yang 28 nanti, akan ada banyak hal yang akan kamu lewati, begitu pun seterusnya. Tetap kuat yah, jangan pernah habis akal, kamu harus selalu jadi tiang yang menyangga mereka yang kamu maksud. Berat memang jadi seperti itu, tapi itu semua keinginanmu kan?...

Teruslah hidup dengan kekosonganmu, dan caramu selagi itu baik untuk orang lain dan jangan lupakan dirimu sendiri. Karna, dirimu adalah prioritas utama untuk mereka semua.

Jakarta, 22 Januari 2025
01.39 P.M.
Gamal Johanes Perdana


Selasa, 21 Januari 2025

LAUT YANG MERINDUKAN SUNGAI

Sungai itu terus mengalir berkelok lambat.

Pasif tanpa muara…

Sangat menikmati prosesnya.

Terus mengarus lambat dengan harapkan samudra.

Ia sangat menangisi jeramnya.


Samudra sangat menantikannya hadir.

Jiwanya membuka sebuah sambutan lama tak kunjung jua.

Dibawah langit kamu memanjatkan doa.

Semoga hujan segera datang…


Sepanjang jalanmu.

Kamu lelah melewati segala bentuk reaksi.

Kamu terlalu jenuh dengan ini.

Kamu perlu keluar segera untuk evaporasi.

“Kamu akan segera menemuinya.”

Janji bumi…


11 Januari 2025

20.31

Gamal Johanes Perdana

Matahari

Aku menantimu kala fajar tiba...
Aku selalu terbangun lebih dahulu sebelum cahaya.
Hingga saat tiba...
Kamu terbit dan mengubah iklim dunia.
Membuat segalanya menjadi hidup...
Sekuat itu energimu.

Waktu membawaku ke dimensi berbeda...
Tanpa tujuan, hanya untuk melanjutkan hidup.
Hingga waktu membawaku pada sore hari...
Aku tau, aku buruk dalam menikmati hariku.
Tapi setidaknya...
Aku menghargai fajar dan senjamu kali ini.
Hingga malam aku terjaga...
Aku selalu berharap fajar itu bisa ku lihat lagi di hari berikutnya.
Meskipun aku tau malam ini akan berlangsung cukup lama.

Jakarta, 21 Januari 2025 
08.13 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Senin, 20 Januari 2025

SUPERNOVA


Bintang itu terlalu lelah menyinari gelapnya semesta. Dia tidak cukup besar dimensi dan cahayanya, tapi dia tetap bersinar hingga fusinya tidak cukup menopang hidupnya. Bintang itu terhubung dengan bintang lainnya dalam konstelasi orion. Bintang itu bersinar cukup cerah di akhir masa hidupnya, yang artinya dia ada di fase Supernova. 

Supernova adalah ledakan dahsyat dari sebuah bintang yang sudah hampir mati. Ledakan serta cahayanya berjuta kali lebih kuat dari masa sebelumnya, itulah tahap akhir sebuah bintang dalam siklusnya. Ledakannya menjadi akhir dan mulainya kehidupan baru bagi alam semesta, bintang itu mati tidak dengan sia-sia. Dan bintang itu tidak akan meledak dengan habis, bintang itu bisa menjadi lubang hitam atau bintang neutron, Itu pilihannya. Seberapa besar kehancuran dan penyebabnya lah yang akan menentukan nasibnya kedepan akan menjadi apa. Kurang lebihnya itu adalah sebuah perumpamaan tentang aku. Sebuah bintang yang dalam tahap supernova di konstelasi kartika kirana.

2024 adalah tahun dimana aku mulai memasuki masa supernovaku. Semulanya cahayaku redup dan timbul sebagai pertanda awal keruntuhan internal diriku, sampai pada akhirnya akhir tahun menjadi hal terburuk untukku. Ketika energiku habis, kesabaranku habis, hingga loyalitasku habis, disitu emosi mengambil alih diriku. Semua orang membicarakanku, dari hal buruk hingga hal baik. Sebuah ego yang tak terbendung hingga akhirnya aku putuskan menarik diri dan meledakkan semua amarah yang sudah aku tahan sebelumnya selama 2 tahun. Aku putuskan untuk pergi dari organisasi yang dulunya paling aku cinta. Keputusan itu aku ambil dalam rangka sebuah rasa kekecewaan besar serta akan menjadi awal kemunduran yang buruk. Aku di hadapi 2 pilihan setelah aku memutuskan untuk pergi. Yaitu, tetap mencintai anak didikanku untuk mensupport mereka (bintang Neutron), atau menghancurkan semuanya dengan tangan sendiri (Lubang Hitam). Banyak pertimbangan yang aku pikirkan setelah kejadian akhir tahun kemarin. Aku tau dengan berjalannya waktu, semua akan membaik pada diri ini. Tapi faktanya, selama proses pemulihan, aku selalu memperkuat benteng dan selalu di hantui dengan rasa ingin menghancurkan yang kuat. Sedangkan dari sisi hati aku tidak ingin melakukannya. Dari kejadian ini, banyak orang peduli yang datang serta mengobati semua luka yang aku punya, terutama pengobatan itu datang dari anak didik sendiri. Disitulah aku berpikir kalau aku ternyata selama ini sudah menciptakan obat penawarnya. Dan aku tidak ingin menjadi musuh mereka di kemudian hari. Sejak saat itu aku memilih untuk tetap mencintai mereka sebagai didikanku.
Aku sangat berterima kasih pada mereka yang beratensi tulus padaku, aku bisa merasakan siapa saja orangnya, dan mereka yang telah membuatku tenang akan hal ini. Mampu mengobati dan menenangkanku, intuisiku selalu berkata benar pada orang yang berbuat baik dengan tulus. Aku akan selalu mengenang kalian. Terima kasih sudah mau peduli denganku.

♥️

Senin, 20 Januari 2025
08.20 A.M.
Gamal johanes Perdana


Selasa, 14 Januari 2025

Untuk Kemenangan Besar

Ini adalah sebuah cerita panjang tentang sebuah pertandingan yang telah aku menangkan. Dan aku ingin membuat sebuah perayaan kecil untuk sejuta kemenangan yang kudapat, setidaknya untuk sebuah periode kecil. Nilai baiknya adalah aku selalu di pandang remeh dan bodoh oleh banyak orang, dan akan selalu jaga nilai itu pada mereka untuk kemenangan selanjutnya. Dan kemenangan itu aku persembahkan untuk mereka.


Tak banyak orang tau tentang seberapa besar sebuah pengorbanan untuk ini, yang jelas aku telah banyak mempertaruhkan sebuah kehidupan dan rumah tangga untuk mimpi ini. Beberapa pekerjaan telah yang kulepas untuk sebuah mimpi loyalitas besar dan dedikasi penuh. Benar kata pepatah "Sesuatu yang dibuat dari hati, akan sampai ke hati yang tepat". Aku tak memperhitungkan seberapa banyak hal yang sudah dikorbankan demi sebuah mimpi kecil yang tidak berarti besar bagi banyak orang, tapi memiliki arti mendalam untuk aku dan istriku. Membangun sebuah tatanan dan mengadaptasikannya dengan jaman ini bukanlah hal yang mudah. Tapi hari ini, sebuah siklus akan selesai dan aku sebut itu adalah sebuah kemenangan kecil untuk kita yang sudah mengorbankan banyak hal. Terima kasih untuk yang sudah membantu kita, datang dan perginya kalian tetap aku kenang tenaganya.





Menang itu mudah, yang sulit itu mempertahankan kemenangan. Dan saat fase itu nyata, aku hanya akan menjadi kontrol untuk mereka dan selalu menjadi orang yang ada di setiap mereka butuhkan. Mereka sudah punya inisiatif sendiri dan mereka sudah bebas seperti apa yang aku rasakan dulu. Mereka sudah matang dan banyak menyerap ilmu yang sudah aku pelajari. Dan yang terpenting adalah mereka jauh mengembangkannya. Mereka tidak lagi dididik untuk menjadi penurut, tapi mereka adalah sikeras kepala yang punya kehendak bebas untuk bereksplorasi. Mereka menerapkan apa yang sudah kutanamkan "jangan pernah puas akan sebuah pengalaman, masa remaja hanya sebentar, bergeraklah bebas sesuka kalian". Peranku hanya membimbing agar mereka baik-baik saja, dan memastikan untuk bertanggung jawab apa yang telah mereka mulai.

Mereka tak perlu tau seberapa kotornya nama kita dimata orang banyak. kebenaran akan menemukan jalannya sendiri, dan aku sangat percaya diri untuk ini. Mereka telah tumbuh dengan bebas dan baik. Membawa Sisgahana lagi menjadi ekskul penggerak di sekolah.


Jakarta, 26 April 2024

Gamal Johanes Perdana