Rabu, 28 Mei 2025

Melihat Semuanya Tumbuh

Aku datang hanya untuk memastikan saja bahwa kalian akan terus tumbuh sesuai rencana. Melihat kalian mengajar lagi, berinisiatif, menjalankan semuanya apa yang dulu pernah aku usahakan hidup, Jujur aku senang melihatnya. Bukti nyata bahwa didikanku berjalan dengan baik, tumbuh dengan sempurna, dan mampu beradaptasi. Dari sekian banyak hal yang pernah aku ajarkan, semuanya tidak sia-sia. Entah sejauh mana kita sama-sama berubah, aku akan selalu ada di untuk kalian, kapanpun kalian butuh. 

Maaf atas segala hal buruk belakangan ini. Hidup memang akan selalu berubah dan kita harus terus beradaptasi. Bahkan organisasi yang dulu aku cintai ini, sekarang jadi hal yang paling aku benci. Aku hanya tetap menyayangi kalian sebagai hasil didikanku. Selebihnya, kebebasan ada di tangan kalian semua. Banyak pelajaran yang aku ambil disini, melihat kalian tumbuh dengan loyalitas, idealis, inovatif itu jadi tolak ukur keberhasilanku, meskipun dalam praktik lapangannya, masa kejayaan itu redup, tapi kalian mampu beradaptasi. Setidaknya kita pernah ada di masa puncak kemajuan kala itu, dan aku yakin kalian akan mengulanginya kelak. Entah butuh beberapa tahun, aku yakin kalian pasti akan kembali. Maafkan aku untuk hal yang tidak berjalan baik akhir-akhir ini. Teruslah tumbuh bebas dan orisinil, masaku akan segera habis dalam waktu dekat. Cepat atau lambat, semuanya pasti akan ada di tangan kalian. Tugasku sekarang hanya memantau pertumbuhan kalian, karna kalian yang akan memegang tongkat ini selanjutnya. Aku selalu memunggu waktu itu untuk tiba, karna aku sudah lelah. Aku sudah menghabiskan masa mudaku dengan sangat sempurna.


Jakarta, 28 Mei 2025 
06.37
Gamal Johanes Perdana

Minggu, 18 Mei 2025

Air Laut

Angin itu menyeret air kearah kakiku...
Mengajak aku untuk menyelami samudranya.
Tapi...
Aku tidak seberani itu untuk menyelami.
Aku tetap memandang dengan takjub.
Tanpa harus menyelami.

Sebagaimana baiknya...
Intuisi ini tetap ada dibalik derunya air.
Kita terhubung...
Selama ombak itu tetap berderu kencang.
Terumbu itu akan tetap terlihat indah di tempatnya.

Jakarta, 18 Mei 2025
01.00 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Kamis, 08 Mei 2025

Korosi

Dari riuhnya gelombang di tengah samudra...
Arus itu perlahan membawaku ke entah berantah.
Lalu...
Aku putuskan untuk menyelam lebih dalam.
Membiarkan seluruh badan ini tenggelam.
Sedalam mungkin...

Laut itu akan melarurkan segalanya...
Mengikis karya yang pernah ku usahakan hidup.
Membuatnya korosif dan karam dengan sendirinya.
Tugasku saat ini....
Hanya memastikan itu terjadi secara lambat.

Jakarta, 08 Mei 2025
07.57 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Selasa, 06 Mei 2025

Mode Survival

"Kamu memang tidak sepenting itu dimata orang, Tapi rencanamu itu hakmu"

Dan semua ini tentang kepalsuan. Semakin bertambahnya umurmu, semakin banyak kamu mengungkap tentang dunia, dan semakin intens kamu berada pada mode waspada. Semakin kesini, kamu semakin mempertebal armor, bahkan menutup semua celah sekecil apapun yang kamu anggap sebagai ancaman. Kamu tak pernah perduli akan penilaian orang tentang dirimu, yang pasti mereka menilaimu sebagai orang yang buruk. Tapi ini bukan soal citra, ini soal bagaimana kamu bisa hidup tanpa memikirkan penilaian orang terhadapmu, dan bagaimana kamu bisa mewujudkan keinginanmu. Banyak orang yang tidak senang melihat kamu hidup dengan standar yang kamu punya, dan kamu harus mengetahui mereka semua. Ada yang mudah di temukan dan bisa langsung di pilah dan ada yang tersamar. Dan itu bagian sulitnya, kamu harus menemukannya.

Aku tidak akan pernah percaya akan kata kekeluargaan, bahkan keluarga pun bisa membuatmu hancur. Semua berlandaskan ego, setiap manusia pasti memiliki keinginan dan tujuan. Setiap aku bertemu dengan orang, aku selalu menanyakan apa keperluan mereka. Jika ingin bersahabat, aku akan mematikan mode waspada itu dan akan bersikap santai. Dan beberapa orang yang memang sudah tidak aku percaya, aku akan tetap pada mode siaga. Itu yang membuatku benci akan keramaian, karna aku bingung menempatkan diri di mode apa. Yang pada akhirnya aku memilih menjadi kaku dan waspada. Dan orang yang mengenalku secara personal pasti paham bahwa ada yang tidak beres.

Terlalu banyak peperangan yang kamu lewati, sehingga kamu menjadi seperti ini. Hanya sedikit orang yang kamu percaya, hingga kamu cenderung lebih tertutup akan segala hal. Terima kasih untuk kalian yang sudah berlaku baik padaku.



Jakarta, 06 Mei 2025
06.14 A.M.
Gamal Johanes Perdana