Rabu, 13 Oktober 2021

Tentang Secangkir Kopi

Malam yang stabil kala itu.
Pukul 2 dini hari bersamamu.
Pada selasar rumah orang tuamu.
Momen dimana kita bersantai.
Dengan secangkir kopi beraroma khas.
Dan aku mendapatkan itu.

Tentang gelak tawa kebersamaan kita.
Aku yang melantun lagu dengan ukulele.
Dengan dirimu dibawah gemerlap bintang.
Kamu yang ku sebut sahabat hidup.

Setiap harinya, semua cerita kita buat.
Perjalanan, bertualang, sakit dan jatuh.
Dan kita masih temukan jua kebahagiaan.
Teruntuk malam itu...
Tentang ketenangan yang menyelimuti kita.
Kedamaian itu pasti akan datang lagi.

Jakarta, 13 Oktober 2021
01:14 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Minggu, 03 Oktober 2021

Perbaikan

Lelah dengan mengurus semua kepentingan orang, sedangkan diri sendiri belum pulih sepenuhnya. Rencana yang selalu tertunda, urusan yang belum tuntas, sampai keinginan yang tak tercapai. Aku selalu mengikuti kemauannya, yaitu mengurus kepentingan orang lain, yang sebenarnya tidak terlalu penting. Istriku lupa akan hal penting lainnya, aku belum menemukan zona nyaman selepas pindah, tapi semuanya diperburuk dengan mengurus semua kepentingan orang. Entah dia tidak merasa risih atau memang tak peduli. Tempat ini belum aku sebut rumah sebab ini masih perlu banyak pembenahan, tapi aku tidk pernah cukup punya waktu.

Aku perlu waktu dan tenaga ekstra untuk menyelesaikan semua ini. Semua orang menjengkelkan. Selama ini aku hanya menuruti semua kepentingan ego orang yang sebenarnya dia tak akan bertimbal balik. Tapi, sudahlah, mulai detik ini. Aku hanya ingin memperbaiki kebutuhan rohani. Sulit rasanya menghilang dari edaran. sebab, istriku telalu terbuka akan keadaan. Aku hanya ingin ketenangan.

Jakarta, 03 Oktober 2021
09:11 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Antidepresan

Bila cara normal tidak memungkinkan.
Terpaksa aku harus merusak diri.
Entah dengan antidepresan tipe ssri.
Atau ekstrak daun pegagan.
Yang jelas, hanya solusi itu yang terlihat.

Pilihannya dituruti atau merusak diri.
Aku masih mencari jalan opsi kedua.
Entah mungkin jalan anti inflamasi.
Bukan efek utama.
Namun efek samping yang dicari.

Hanya itu yang bisa ku tempuh.
Untuk memanjakan egomu...

Parung, 02 Oktober 2021
05:45 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Jumat, 01 Oktober 2021

Penjelajah Teh

Secangkir teh kala itu di kaki gunung sumbing, saat dimana 3 km jalan sudah ditempuh. Ada seorang yang memberikan teh, lalu ku teguk. Rasa itu membuat ku jatuh hati pada segala teh. Teh itu beraroma wangi, terasa pait beraroma manis, menenangkan, dan yang paling terkesan adalah rasa yang masih teringat hingga 7 tahun berlalu. Dan sampai tulisan ini kubuat, teh itu menjadi teh terenak yang tak lagi ku temukan dalam pencarian panjang. Rasa mint berbaur dengan hijau teh dan kuning nikotin. Teh itu bertanggung jawab atas rasa penasaran sejauh ini. Sumbing pada saat itu memang menyimpan segala kenangan yang takkan kulupa. Termasuk teh itu.

Pencarian yang berawal berkunjung ke pasar garung, dimana mungkin teh itu di jual bebas tak kunjung bertemu, mencoba semua brand teh terkenal di indonesia, hingga mencoba teh TWG yang harganya ratusan ribu 1 sachet. Memang teh TWG memiliki cita rasa mirip tapi bukan itu. Rasa penasaran yang menghanyutkanku kedalam dunia teh. Hingga istri ku menyarankan untuk mencoba teh dandang, dimana teh itu memiliki rasa yang kuat dan aroma yang kuat tapi masih kalah kuat. Dan mungkin setiap teguknya teh selama ini yang kuingat hanya Pos Malim kala itu.

Teh melati yang menenangkan, mungkin menjadi favorit, tapi pencarian masih aan berlanjut, ini seperti teka-teki tanpa deskripsi jelas, sebab cita rasa dan aroma hanya aku yang tau. Tapi dibalik penjelajahan teh ini, aku tau kalau teh layaknya kopi. Setiap orang punya seleranya sendiri. Secangkir teh beraroma melati bagiku menggambarkan keteduhan, ketenangan, dan kedamaian hidup.

Jakarta, 01 Oktober 2021
04:29 A.M.
Gamal Johanes Perdana