Kamis, 21 Januari 2021

Menyambut Matahari Pagi

 Dini hari yang telah aku lewati, dalam lingkar keluarga kecil yang ku bangun. Malam dimana penuh kebahagiaan yang tak ada habisnya, aku sangat bersyukur akan hal itu. Tuhan menghibur kami dibalik kesedihan yang melanda kami akan penantian. Dan bersyukur akan apa yang ada adalah jalan keluar terbaiknya. Keluarga kecil yang kami bangun sangat mengasyikan. Kami hidup diberkahi dengan teman yang tiada habisnya menghibur kami akan sulitnya hidup. Kami menjalaninya dengan syukur dan apa adanya. Mungkin tuhan mmiliki rencana lain untuk kita, entah esok atau lain waktu nanti, ia akan menjawab harapan kita selama ini.

Hujan yang mengguyur deras, membasuh tubuh yang lelah bermalam akan biusnya penderitaan. Didalam gubuk yang tenang ini aku menikmati fajar dengan segelas teh hangat dan musik lembut. Diantara itu terselip perasaan yang mendalam tentang lingkar yang telah kubuat dengan istriku. Waktu yang kerap mengejar kami untuk bersikap tidak tenang, tapi aku sungguh tak perduli, aku yakin pada saatnya ada jalan untuk menyelesaikan permasalahan itu satu-persatu. 

Diatara bintang harapan, kehidupan tenang lah yang selalu ingin ada disetiap saat. Damai yang abadi dan kesederhanaan yang sejati adanya. Aku membangun semua bersamanya atas harapan yang tak begitu muluk untuk diwujudkan. Mungkin hal itu yang membuat teman berantusias pada kami, Menghilangkan pikiran kami tentang penantian yang tak kunjung bertemu di persimpangan.


Jakarta, 21 Januari 2021

07:27 A.M.

Gamal Johanes Perdana

Senin, 18 Januari 2021

Untuk Waktu

Dibatas malam dan pagi.
Pikiran ini kerap kali bertanya.
Tentang apa yang akan terjadi.
Hari ini, esok dan seterusnya.
Dan waktu...

Segala pengharapan, tujuan, dan penantian.
Yang dipikir-pikir...
Mereka akan selesai dan datang.
Semua tergantung pada prosesnya.
Aku yang sabar dan dirimu yang support.
Dan lagi-lagi waktu...

Manusia hanya bisa berencana.
Aku dan kamu menantinya datang.
Dan kita pula berusaha menyelesaikan urusan.
Selama napas kita, denyut kita, dan semangat kita ada.
Segala yang kita tunggu takkan usai.
Sebab tujuan yang membuat kita terus hidup.
Dan biarkanlah waktu...

Tak perlu ada yang dicemaskan...

Jakarta, 18 Januari 2020
06:01 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Jumat, 15 Januari 2021

Menarik Diri

Aku yang memutuskan hilang.
Entah sementara atau selamanya.
Sebab aku...
Sudah menemukan kestabilan hidup.
Ataupun ingin menjadi stabil.

Yang ku terima perubahan.
Aku tak pernah ingin jadi sama.
Sebab sama itu membosankan.

Aku membunuh kreativitas untuk sementara.
Ada yang ingin aku gapai di tahun ini.
Bersamanya...
Membangun rumah tangga selayaknya.
Serta menunggu datangnya bulan.

Tanpa tersadar...
Hidup itu terasa cepat bila kita tidak mengenang.

Jakarta, 15 Januari 2021
05:33 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Sabtu, 02 Januari 2021

Batas Malam dan Pagi

Terima kasih 2020, di tahun itu banyak sekali rintangan yang telah berhasil ku lewati bersamanya. Seseorang yang kini telah jadi istri sekaligus sahabat sehidup semati. Yang mereka tau adalah tentang bahagianya kita. Sejarah mencatat buruk dalam ingatan ini tentang 2020. Dengan keringat dan tekat bersama, aku dan dirinya mampu melewati semua rintangan, cinta yang sama saling menguatkan, mengasihi, dan memperjuangkan pernikahan terlaksana diatas kaki sendiri. Menghalau pandemi dan melawan semua bentuk penghalang keinginan kita untuk maju. Satu kata untuk tyas sebagai wanita yang ku pilih ialah "Kuat". Bahkan disaat genting soal keuangan, dan restu orang tua, dirinya tetap tahan menghadapinya. Saling merangkul, hadapi, dan kita lawan segala bentuk hambatan. Yap, aku akui kita adalah sepasang pemberontak yang menginginkan kebebasan melekati langkah kaki kita bersama. Aku bangga padamu, aku bahagia hidup bersamamu. Bagi kita kebebasan itu adalah milik kita berdua. Dan teruntuk kamu yang tercinta, jalan kita masih panjang.


Aku berharap di tahun 2021 ini, banyak halangan yang bisa kita hancurkan bersama. Aku yang fokus terhadap ekonomi keluarga kecil kita, sekaligus berusaha untuk menyelesaikan sekripsi pada tahun ini. Dimana itu adalah kunci atas kemajuan kita kedepannya. Dan aku berharap banyak pada dirimu untuk memanajemen rumah tangga ini dengan baik. Saling mengisi kekurangan dan melengkapinya. Bagaimana pun, aku takkan pernah bisa berdiri di kaki sendiri tanpa bantuanmu. Saling membangun dan merangkul. Bagiku itu lebih dari cukup. Support aku buat menyelesaikan kuliahku di tahap akhir ini, kalo perlu bantuin bikin skripsinya hehehehehe...


Penantian, aku tau kita sama-sama saling tak sabar memiliki momongan dengan cepat. Kita sama sama menanti dan khawatir. Tapi aku yakin, tuhan punya niat baik atas kita. Selalu ada sisi baik yang bisa kita ambil dari semua rencana tuhan untuk kita. Jangan pernah berburuk sangka padanya. Tuhan pasti memberikan jalan terbaik buat aku dan kamu, karna dia tau kita adalah orang baik. Pintaku pada semesta ialah diberikan kecukupan dan kebahagiaan yang melimpah. Semesta selalu mendengar doa ku. Aku selalu minta diberikan jalan terbaik untuk menempuh hidup. Dan tuhan selalu menjawab dengan hikmah. Tak perlu bergelimang harta, hanya pintaku agar dicukupkan, dan diringankan segala beban. Keindahan dunia yang sejati ialah ketenangan dan kesenangan menjalani hidup. Dan perasaan rohani selalu diatas segalanya.


Untuk apapun itu di tahun 2020, terima kasih atas segalanya. Manusia boleh berencana, tapi semesta punya rencana lain untuk kita. Bagiku, segala yang kita lewati di tahun 2020 kemarin. Adalah tolak ukur kita kedepannya, dimana aku yakin untuk semakin tangguh menghadapi segalanya. Dan untuk penantian akan anak. Mungkin semesta masih memberikan kita waktu untuk bersenang senang menikmati masa muda kita. Aku bersyukur atas hal itu, terima kasih 2020.

Aku akan selalu mengenang tahun itu...


Jakarta, 02 Januari 2020
04:54 A.M.
Gamal Johanes Perdana