Jumat, 26 Agustus 2022

Berdamai Dengan Keadaan

Kamu akan kehabisan tenaga jika memberontak.
Kamu perlu Rehat...
Dan belajar untuk tidak liar menghadapinya.
Kamu memang manusia...
Tapi kamu lebih dari rata-rata.

Tidak berekspetasi mungkin lebih baik.
Aku bisa bermimpi bahkan sering.
Tapi sepertinya mimpi lebih indah tanpa terwujud.
Dan akan tetap hidup dalam mimpi indah.
Aku memang tidak serakah.

Jika waktunya nanti aku perlu bangun.
Aku akan bangun...
Dan aku akan pergi bukan untuk mengejar mimpi.
Aku akan jalan dengannya...
Terima kasih untuk semesta.

jakarta, 26 Agustus 2022
11:35 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Rabu, 17 Agustus 2022

Edelweis

Pagi...
Ketika matahari terbit dari balik bukit.
Edelweis itu terlihat.
Kuning pucat kecokelatan.
Harumnya punya sejuta kedamaian.
Bersamamu...
Pada lembah kencana.
Pagi itu, aku melihatnya berbeda.
Penuh pesona diantara luasnya sabana.

Selepas dinginnya malam yang menusuk.
Kamu tetap hadir hangat pagi ini...
Diantara kedua bola mata yang kulihat.
Ada hal yang ingin kuberi tahu padamu.
Tentang hamparan ilalang yang mengunig.
Ditengah iklim tundra gede pangrango.
Dan kristal embun yang dilewati sinar matahari.
Aku melihatmu sepesial pagi ini.

Dan terima kasih untuk tetap tersenyum.
Pagi ini, hangat karnamu.


Surya kencana, 06 Agustus 2022
05:47 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Pendaki dan Pohon Tua

Tepat di bawah pohon..., aku mendirikan tenda sedari sore karena angin sangat dingin sore itu di surya kencana. Tak ada pilihan sebab jika aku memaksa mendirikan tenda di sabana, kita pasti akan kedinginan. Gede pangrango masih dalam cuaca musim panas, dimana angin dingin sangat menusuk ketika malam. Dan saat malam tiba...

Tepat setelah azan isya selesai, kita mendengar seekor babi hutan mengitari tenda, istri ku sangat ketakutan tapi aku tau cara mengusirnya. Babi bukan hewan agresif, jadi selama babi tidak melihat satu ancaman pada kita, dia takkan menyerang. kecuali jika babi itu sudah lapar berat. Dari babi, aku belajar kalau itu adalah tanda dimana ekosistem gede pangrango sudah banyak yang tidak seimbang. Babi harus bertemu dengan manusia untuk makan adalah hal yang buruk. Sebab 9 tahun yang lalu aku ketempat ini tidak ada kejadian semacam itu, jalur pendakian sudah sangat terbuka.

Dan untuk puing sampah, mungkin agak sedikit lebih terorganisir, sebab memang banyak pendaki yang masih acuh lingkungan dan hanya mementingkan sosmed. Gede pangrango adalah gunung yang habis di lucuti oleh warga sekitarnya. Semua kembali lagi karna uang.

Ketika jalan di sekitaran base camp putri, warga sekitar sedang sibuk membangun sebab ekonomi mereka sedang naik karna wisata yang mereka kelola secara ilegal, termasuk saya, saya adalah pendaki ilegal untuk saat ini. sebab harga yang terlampau jauh antara resmi dan ilegal.

Dan untuk Pendaki dan Pohon tua, Judul itu aku berikan sebagai pertimbanganku mendirikan tenda dibawah pohon itu. Setelah jauh menimbang nimbang dampak lingkungan, hal yang aku dapat adalah simbiosis mutualisme terhadap pohon. tenda yang kudirikan dibawah pohon melembabkan tanah sekaligus aktivitas masak dan limbah organik yang kita buang bisa di manfaatkan pohon sebagai pupuk. dan kita mendapatkan keteduhan atas pohon itu, terjaga dari terpaan angin dingin. Semakin besar, aku semakin jadi pribadi yang pemikir atas lingkungan, banyak yang aku pikirkan sebelum aku bertindak jauh. Dan memang aku manusia masih banyak salah yang sering ku perbuat. Tapi setidaknya, jika kita tidak mampu membuat lingkungan seimbang, jangan merusaknya. Itu pesan moral dariku.

Surya Kencana, 06 Agustus 2022
05:40 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Rabu, 03 Agustus 2022

Untuk Malam Ini

Malam yang aku tunggu sejak pertama aku mengenal kamu. Malam dimana akan hanya ada aku dan kamu dalam perjalanan alam liar. Aku sudah mempersiapkan mental berlapis dan tenaga lebih untuk ini, serta segala materi terakhir bulan ini. Hanya untuk tolak ukur bahwa kita bisa menjalani segalanya hanya berdua, tanpa campur tangan orang lain. Aku yang hampir genap 2 tahun menjadi suamimu dan telah 4 tahun mengenalmu. Harapku banyak akan perjalanan ini padamu. Dimana kita akan duduk di bawah bunga edelweis di luasnya hamparan surya kencana. Menjalani segalanya berdua, bercanda, tertawa, dan bersatu saling membahu. Kamu adalah Segalanya bagiku. Sahabat terbaik, teman terbaik, dan istri yang paling aku cinta.

Harap dan mimpiku atas perjalanan ini, kamu akan menjadi sosok wanita yang kuat dan mendiri. Bertambah mental dan kekuatannya, percaya diri, dan pikirnya. Kita berjalan bersama membangun semua mimpi untuk kemudian bermimpi kembali.
Kita, adalah kita yang akan berjalan melintasi Hutan berdua. Dan satu keberhasilan besar bagiku telah menjadikanmu sebagai teman hidupku yang paling baik dan setia. Bagiku, dan fokusku hanya padamu selama ini. Aku mencintaimu.


Jakarta, 03 Agustus 2022
23:44 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Senin, 01 Agustus 2022

Untuk Pagi

Pagi ini memang tanpa makna, tapi aku tau semestaku akan berlaku adil. Yang menciptakan hukum sebab akibat atas hubungan. Pagi ini, kutitipkan salam untuk semesta. Mensyukuri atas ciptaannya, dan mengagumi kebesarannya. 

Langit tau tentang apa yang aku suka. Tentang sebuah kedamaian, tentang bagai mana cara aku menikmati kehidupan. Dari secangkir kopi yang telah habis, lamaku menunggu yang indah datang pada waktu yang ditentukan. Yang terpenting, bagaimana cara aku bisa menghargai perasaanku sendiri sebagai manusia dan menghargai kehidupan lingkungan.

Sungguh, aku tak percaya tuhan itu satu atau banyak. Yang aku tau hanyalah garis evolusi yang panjang. Aku takut kegelapan bukan neraka. Aku harap abadi bukan surga. Hidup itu adalah anugerah atas kesadaran yang kumiliki.

Untuk ketenangan pagi, aku titipkan salam pada nebula dan orion.


Pamijahan, 01 Agustus 2022
06:53 A.M.
Gamal johanes Perdana