Tepat di bawah pohon..., aku mendirikan tenda sedari sore karena angin sangat dingin sore itu di surya kencana. Tak ada pilihan sebab jika aku memaksa mendirikan tenda di sabana, kita pasti akan kedinginan. Gede pangrango masih dalam cuaca musim panas, dimana angin dingin sangat menusuk ketika malam. Dan saat malam tiba...
Tepat setelah azan isya selesai, kita mendengar seekor babi hutan mengitari tenda, istri ku sangat ketakutan tapi aku tau cara mengusirnya. Babi bukan hewan agresif, jadi selama babi tidak melihat satu ancaman pada kita, dia takkan menyerang. kecuali jika babi itu sudah lapar berat. Dari babi, aku belajar kalau itu adalah tanda dimana ekosistem gede pangrango sudah banyak yang tidak seimbang. Babi harus bertemu dengan manusia untuk makan adalah hal yang buruk. Sebab 9 tahun yang lalu aku ketempat ini tidak ada kejadian semacam itu, jalur pendakian sudah sangat terbuka.
Dan untuk puing sampah, mungkin agak sedikit lebih terorganisir, sebab memang banyak pendaki yang masih acuh lingkungan dan hanya mementingkan sosmed. Gede pangrango adalah gunung yang habis di lucuti oleh warga sekitarnya. Semua kembali lagi karna uang.
Ketika jalan di sekitaran base camp putri, warga sekitar sedang sibuk membangun sebab ekonomi mereka sedang naik karna wisata yang mereka kelola secara ilegal, termasuk saya, saya adalah pendaki ilegal untuk saat ini. sebab harga yang terlampau jauh antara resmi dan ilegal.
Dan untuk Pendaki dan Pohon tua, Judul itu aku berikan sebagai pertimbanganku mendirikan tenda dibawah pohon itu. Setelah jauh menimbang nimbang dampak lingkungan, hal yang aku dapat adalah simbiosis mutualisme terhadap pohon. tenda yang kudirikan dibawah pohon melembabkan tanah sekaligus aktivitas masak dan limbah organik yang kita buang bisa di manfaatkan pohon sebagai pupuk. dan kita mendapatkan keteduhan atas pohon itu, terjaga dari terpaan angin dingin. Semakin besar, aku semakin jadi pribadi yang pemikir atas lingkungan, banyak yang aku pikirkan sebelum aku bertindak jauh. Dan memang aku manusia masih banyak salah yang sering ku perbuat. Tapi setidaknya, jika kita tidak mampu membuat lingkungan seimbang, jangan merusaknya. Itu pesan moral dariku.
Surya Kencana, 06 Agustus 2022
05:40 A.M.
Gamal Johanes Perdana