Detik yang menentukan takdir.
Bagaimana jika detik itu tidak terjadi?...Mungkin hidupku akan selamanya seperti nebula.
Terombang ambing pada mimpi indah tanpa akhir.
Hadirnya bagaikan obat.
Bila diminum rutin, bisa mengurangi gejala hingga sembuh.
Semesta mempertemukanku dengannya...
Adalah hal yang sangat baik.
Kehadirannya mengubah mataku memandang dunia.
Simbiosis mutualisme...
Hingga sekarang bahkan nanti kita saling membutuhkan.
Saling mengisi, mengajari, mengasihi.
Aku sadar bahwa aku sangat mencintainya.
Cinta yang terikat janji abadi.
Syukurku...
Bisa menjalani sisa umurku bersamamu.
Dibuat dan membuat bahagia.
Tau rasanya mensyukuri hidup bersama.
Tau rasanya cinta yang berbalas.
Tau rasanya bertualang bersama.
Dan terakhir...
Tau rasanya menjadi kepala keluarga.
Hanya untukmu...
jakarta, 22 Januari 2022
03:54 A.M.
Gamal Johanes Perdana