Minggu, 26 Januari 2025

LEVEL UP 28

Terima kasih untuk tetap kuat.
Dengan bertambahnya usia dan pengalaman.
Banyak hal yang bisa kamu ambil pelajarannya. 
Kamu akan menjadi lebih dari yang sebelumnya.
Untuk menghadapi apapun yang ada di depan nanti.

Terima kasih untuk hal-hal baik.
Terhadap apapun yang kamu perbuat.
Sekecil apapun yang bisa kamu lalukan kemarin.
Akan membuat dunia menjadi lebih layak huni di esok hari.
Terima kasih sudah mengusahakan segalanya selama ini.

Terima kasih sudah berdamai.
Semoga perdamaian logika dan hati ini akan terus berlanjut.
Tidak ada lagi berisik yang menghilangkan fokusmu.
Tidak ada lagi hal yang menyita waktu dalam perdebatan panjang.
Kedepannya, selisih pahammu akan selalu membuahkan jalan tengah.

Semoga, di level 28 ini...
Kamu bisa menjadi lebih adil dan bijak.
Untuk semua hal yang telah mengorbit padamu.
Manusia, hewan, tanaman, dan lingkungan kecilmu.
Terima kasih untuk tetap menjaga semuanya.
Salam sayang dan tumbuh.


Jakarta, 26 Januari 2025
02.50 P.M.
Gamal Johanes Perdana


Rabu, 22 Januari 2025

Pesan Dariku Untuk Dirimu Sendiri

Setiap kali kamu terdiam, pikiranmu selalu di penuhi banyak pertanyaan. Dan selalu di pertanyakan hal yang sama, "apa tujuanmu hidup selain kematian?" Dan selalu dijawab "tidak ada, hanya ingin menjalaninya tanpa tujuan". Aku mengenalmu sebagai orang yang kosong semenjak usia 26 tahun. Kamu hanya memiliki tujuan kecil, juga berjangka pendek. Tidak ada yang spesifik seperti kebanyakan orang yang kamu kenal selama ini. Ya, ini adalah dirimu, kamu yang ada di puncak kehidupan tanpa tujuan. Kamu terlalu kosong sebagai manusia, hanya mejalani apa yang ada di depan mata, tanpa tau arahnya kemana. Kamu seperti ini pun bukan salahmu, kamu memang di takdirkan hidup seperti ini oleh tuhan. Sampai-sampai di awal kamu benci dengan hidup tanpa arah, dan sejauh ini kamu sangat menikmati perjalanannya. 

Ini semua tentang harapan, mimpi, dan keinginan. Hal sesimpel itu yang membuat kita menjadi manusia. Dan kamu kehilangan ketiganya hingga kamu menjadi kosong. Beberapa orang sepantaranmu memiliki momongan yang mereka rawat dengan harap bisa meneruskan garis keturunan, itu dasarnya. Tapi banyak yang salah kaprah juga soal keturunan. Mereka melimpahkan harapan ego orang tua kepada anaknya yang dimana itu menjadi beban mental. Kita harus ingat bahwa, "Tidak ada anak yang ingin di lahirkan ke dunia". Sejatinya kita sebagai makhluk hidup hanya ingin meneruskan evolusi genetik dari alam semesta. Dan kamu, adalah hasil dari evolusi genetik yang buruk, hal itu yang membuatmu menjadi manusia kosong. Sekali lagi, tidak ada yang disalahkan disini, ini sudah menjadi takdirmu dari semesta, maka terimalah.

Kamu sebentar lagi akan menginjak usia 28 tahun kehidupan. Di tahun 27 ini, banyak hal yang kamu petik dari setiap masalah yang sudah kamu lewati. Sekali lagi, terima kasih untuk tetap hidup untuk orang yang kamu sayang di dunia ini. Karna, meskipun kamu kosong, kamu tetap memiliki keinginan untuk menjadi pelindung buat mereka yang kamu sayang. Kamu selalu menebarkan hal-hal baik, mengajar, membimbing, hingga memberikan semua hal yang kamu punya untuk orang yang kamu sayang. Kamu telah membuat dunia ini lebih layak dan menyenangkan untuk mereka semua. Meskipun kamu taruhannya, kau tetap rela berkorban untuk mereka. Kamu percaya, dengan melihat mereka senang, itu sudah cukup membuat kamu berhasil. Mungkin kamu akan banyak belajar kedepannya, di usiamu yang 28 nanti, akan ada banyak hal yang akan kamu lewati, begitu pun seterusnya. Tetap kuat yah, jangan pernah habis akal, kamu harus selalu jadi tiang yang menyangga mereka yang kamu maksud. Berat memang jadi seperti itu, tapi itu semua keinginanmu kan?...

Teruslah hidup dengan kekosonganmu, dan caramu selagi itu baik untuk orang lain dan jangan lupakan dirimu sendiri. Karna, dirimu adalah prioritas utama untuk mereka semua.

Jakarta, 22 Januari 2025
01.39 P.M.
Gamal Johanes Perdana


Selasa, 21 Januari 2025

LAUT YANG MERINDUKAN SUNGAI

Sungai itu terus mengalir berkelok lambat.

Pasif tanpa muara…

Sangat menikmati prosesnya.

Terus mengarus lambat dengan harapkan samudra.

Ia sangat menangisi jeramnya.


Samudra sangat menantikannya hadir.

Jiwanya membuka sebuah sambutan lama tak kunjung jua.

Dibawah langit kamu memanjatkan doa.

Semoga hujan segera datang…


Sepanjang jalanmu.

Kamu lelah melewati segala bentuk reaksi.

Kamu terlalu jenuh dengan ini.

Kamu perlu keluar segera untuk evaporasi.

“Kamu akan segera menemuinya.”

Janji bumi…


11 Januari 2025

20.31

Gamal Johanes Perdana

Matahari

Aku menantimu kala fajar tiba...
Aku selalu terbangun lebih dahulu sebelum cahaya.
Hingga saat tiba...
Kamu terbit dan mengubah iklim dunia.
Membuat segalanya menjadi hidup...
Sekuat itu energimu.

Waktu membawaku ke dimensi berbeda...
Tanpa tujuan, hanya untuk melanjutkan hidup.
Hingga waktu membawaku pada sore hari...
Aku tau, aku buruk dalam menikmati hariku.
Tapi setidaknya...
Aku menghargai fajar dan senjamu kali ini.
Hingga malam aku terjaga...
Aku selalu berharap fajar itu bisa ku lihat lagi di hari berikutnya.
Meskipun aku tau malam ini akan berlangsung cukup lama.

Jakarta, 21 Januari 2025 
08.13 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Senin, 20 Januari 2025

SUPERNOVA


Bintang itu terlalu lelah menyinari gelapnya semesta. Dia tidak cukup besar dimensi dan cahayanya, tapi dia tetap bersinar hingga fusinya tidak cukup menopang hidupnya. Bintang itu terhubung dengan bintang lainnya dalam konstelasi orion. Bintang itu bersinar cukup cerah di akhir masa hidupnya, yang artinya dia ada di fase Supernova. 

Supernova adalah ledakan dahsyat dari sebuah bintang yang sudah hampir mati. Ledakan serta cahayanya berjuta kali lebih kuat dari masa sebelumnya, itulah tahap akhir sebuah bintang dalam siklusnya. Ledakannya menjadi akhir dan mulainya kehidupan baru bagi alam semesta, bintang itu mati tidak dengan sia-sia. Dan bintang itu tidak akan meledak dengan habis, bintang itu bisa menjadi lubang hitam atau bintang neutron, Itu pilihannya. Seberapa besar kehancuran dan penyebabnya lah yang akan menentukan nasibnya kedepan akan menjadi apa. Kurang lebihnya itu adalah sebuah perumpamaan tentang aku. Sebuah bintang yang dalam tahap supernova di konstelasi kartika kirana.

2024 adalah tahun dimana aku mulai memasuki masa supernovaku. Semulanya cahayaku redup dan timbul sebagai pertanda awal keruntuhan internal diriku, sampai pada akhirnya akhir tahun menjadi hal terburuk untukku. Ketika energiku habis, kesabaranku habis, hingga loyalitasku habis, disitu emosi mengambil alih diriku. Semua orang membicarakanku, dari hal buruk hingga hal baik. Sebuah ego yang tak terbendung hingga akhirnya aku putuskan menarik diri dan meledakkan semua amarah yang sudah aku tahan sebelumnya selama 2 tahun. Aku putuskan untuk pergi dari organisasi yang dulunya paling aku cinta. Keputusan itu aku ambil dalam rangka sebuah rasa kekecewaan besar serta akan menjadi awal kemunduran yang buruk. Aku di hadapi 2 pilihan setelah aku memutuskan untuk pergi. Yaitu, tetap mencintai anak didikanku untuk mensupport mereka (bintang Neutron), atau menghancurkan semuanya dengan tangan sendiri (Lubang Hitam). Banyak pertimbangan yang aku pikirkan setelah kejadian akhir tahun kemarin. Aku tau dengan berjalannya waktu, semua akan membaik pada diri ini. Tapi faktanya, selama proses pemulihan, aku selalu memperkuat benteng dan selalu di hantui dengan rasa ingin menghancurkan yang kuat. Sedangkan dari sisi hati aku tidak ingin melakukannya. Dari kejadian ini, banyak orang peduli yang datang serta mengobati semua luka yang aku punya, terutama pengobatan itu datang dari anak didik sendiri. Disitulah aku berpikir kalau aku ternyata selama ini sudah menciptakan obat penawarnya. Dan aku tidak ingin menjadi musuh mereka di kemudian hari. Sejak saat itu aku memilih untuk tetap mencintai mereka sebagai didikanku.
Aku sangat berterima kasih pada mereka yang beratensi tulus padaku, aku bisa merasakan siapa saja orangnya, dan mereka yang telah membuatku tenang akan hal ini. Mampu mengobati dan menenangkanku, intuisiku selalu berkata benar pada orang yang berbuat baik dengan tulus. Aku akan selalu mengenang kalian. Terima kasih sudah mau peduli denganku.

♥️

Senin, 20 Januari 2025
08.20 A.M.
Gamal johanes Perdana


Selasa, 14 Januari 2025

Untuk Kemenangan Besar

Ini adalah sebuah cerita panjang tentang sebuah pertandingan yang telah aku menangkan. Dan aku ingin membuat sebuah perayaan kecil untuk sejuta kemenangan yang kudapat, setidaknya untuk sebuah periode kecil. Nilai baiknya adalah aku selalu di pandang remeh dan bodoh oleh banyak orang, dan akan selalu jaga nilai itu pada mereka untuk kemenangan selanjutnya. Dan kemenangan itu aku persembahkan untuk mereka.


Tak banyak orang tau tentang seberapa besar sebuah pengorbanan untuk ini, yang jelas aku telah banyak mempertaruhkan sebuah kehidupan dan rumah tangga untuk mimpi ini. Beberapa pekerjaan telah yang kulepas untuk sebuah mimpi loyalitas besar dan dedikasi penuh. Benar kata pepatah "Sesuatu yang dibuat dari hati, akan sampai ke hati yang tepat". Aku tak memperhitungkan seberapa banyak hal yang sudah dikorbankan demi sebuah mimpi kecil yang tidak berarti besar bagi banyak orang, tapi memiliki arti mendalam untuk aku dan istriku. Membangun sebuah tatanan dan mengadaptasikannya dengan jaman ini bukanlah hal yang mudah. Tapi hari ini, sebuah siklus akan selesai dan aku sebut itu adalah sebuah kemenangan kecil untuk kita yang sudah mengorbankan banyak hal. Terima kasih untuk yang sudah membantu kita, datang dan perginya kalian tetap aku kenang tenaganya.





Menang itu mudah, yang sulit itu mempertahankan kemenangan. Dan saat fase itu nyata, aku hanya akan menjadi kontrol untuk mereka dan selalu menjadi orang yang ada di setiap mereka butuhkan. Mereka sudah punya inisiatif sendiri dan mereka sudah bebas seperti apa yang aku rasakan dulu. Mereka sudah matang dan banyak menyerap ilmu yang sudah aku pelajari. Dan yang terpenting adalah mereka jauh mengembangkannya. Mereka tidak lagi dididik untuk menjadi penurut, tapi mereka adalah sikeras kepala yang punya kehendak bebas untuk bereksplorasi. Mereka menerapkan apa yang sudah kutanamkan "jangan pernah puas akan sebuah pengalaman, masa remaja hanya sebentar, bergeraklah bebas sesuka kalian". Peranku hanya membimbing agar mereka baik-baik saja, dan memastikan untuk bertanggung jawab apa yang telah mereka mulai.

Mereka tak perlu tau seberapa kotornya nama kita dimata orang banyak. kebenaran akan menemukan jalannya sendiri, dan aku sangat percaya diri untuk ini. Mereka telah tumbuh dengan bebas dan baik. Membawa Sisgahana lagi menjadi ekskul penggerak di sekolah.


Jakarta, 26 April 2024

Gamal Johanes Perdana