Sabtu, 30 Juli 2016

Secangkir Beer

Hai pagi...
Dinginnya udara menenangkan jiwa.
Hanya tersisa rasa gatal dan hampa berkas semalam.
Bersulam dengan secangkir beer dingin.
Bersama keluarga minahasa...
Ya, memang kerap berkumpul mereka selalu seperti itu.
Meski keliatannya hina...
Tapi ada satu hal yang membuat semua hangat berbaur.

Ku pandangi bintang meski telah berkunang.
Berdoa kepada tuhan tentang sebuah impian.
Aku terduduk menikmati secangkir beer berlebel khusus.
Hal yang biasa di sebuah pertemuan.
Ditemani ayah pula sebatang rokok.
Melayang dan menikmati suasana...
Meski jarang ku temui...

Alunan musik menambah haru suasana.
Berdansa pesta fora..
Meski telah terkontaminasi..
Aku nyaman, meski terkadang enggan bergabung.
Sementara disini aku menahan alergi.
Begitulah mereka...

Minggu, 17 juli 2016
Gamal Johanes Perdana

Jumat, 01 Juli 2016

Kaca Atak Aksara

Aku...
Pagi ini...
Dengan hati yang terselimut mimpi.
Melayang dipermainkan waktu.
Dalam sel otak...
Mengirim berjuta pesan kilat...
Memo...
Memori yang penuh sesal.
Mangapa semuanya tak pernah bisa lenyap...

Secangkir kopi yang dingin.
Berkas termenung semalam aku didepan teras...
Memandang langit berawan sambil bertanya...
"Apa yang harus aku lakukan?"
Sebab bukan sekali rasa ini datang.
Menjerat dan merobek luka.
Padahal barusaja sembuh tadi malam.

Lihat luka lebam semalam berkas petualangan...
Lanjutkan perkelanaan ini dengan sisa tenaga.
Terengah kewalahan mencekcok semua cerita.
Aku punya cerita dan aku punya impian...
Jika kau baca dengan peka...
Kau kan ingat cerita ku menggantungkan harapan...
Dipuncak sumbing 2 tahun lalu...