Hai pagi...
Dinginnya udara menenangkan jiwa.
Hanya tersisa rasa gatal dan hampa berkas semalam.
Bersulam dengan secangkir beer dingin.
Bersama keluarga minahasa...
Ya, memang kerap berkumpul mereka selalu seperti itu.
Meski keliatannya hina...
Tapi ada satu hal yang membuat semua hangat berbaur.
Ku pandangi bintang meski telah berkunang.
Berdoa kepada tuhan tentang sebuah impian.
Aku terduduk menikmati secangkir beer berlebel khusus.
Hal yang biasa di sebuah pertemuan.
Ditemani ayah pula sebatang rokok.
Melayang dan menikmati suasana...
Meski jarang ku temui...
Alunan musik menambah haru suasana.
Berdansa pesta fora..
Meski telah terkontaminasi..
Aku nyaman, meski terkadang enggan bergabung.
Sementara disini aku menahan alergi.
Begitulah mereka...
Minggu, 17 juli 2016
Gamal Johanes Perdana