Batas cakrawala meremang...
Pagi itu, mengingatkanku satu hal.
Diantara lipatan sirkum mediterania...
Aku pernah menuliskan kenangan.
Dikala dini melarutkanmu dalam mimpi...
Aku hadir tanpa kau sadari.
Kala itu adalah waktu yang takkan terlupa.
Aku hanyut dalam buaian cinta...
Lalu terciptalah satu mahakarya yang sungguh indah.
Entah apa rencana tuhan selama ini...
Hingga detik ini...
Aku masih mencoba untuk merelakannya.
Sebab itu adalah satu satunya karya terindah.
Yang tercipta dari secangkir teh di perbatasan leuwiliang.
Jakarta, 22 Mei 2018
06:13 A.M.
Gamal Johanes Perdana