Selasa, 22 Mei 2018

Mahakarya

Batas cakrawala meremang...
Pagi itu, mengingatkanku satu hal.
Diantara lipatan sirkum mediterania...
Aku pernah menuliskan kenangan.

Dikala dini melarutkanmu dalam mimpi...
Aku hadir tanpa kau sadari.
Kala itu adalah waktu yang takkan terlupa.
Aku hanyut dalam buaian cinta...
Lalu terciptalah satu mahakarya yang sungguh indah.

Entah apa rencana tuhan selama ini...
Hingga detik ini...
Aku masih mencoba untuk merelakannya.
Sebab itu adalah satu satunya karya terindah.
Yang tercipta dari secangkir teh di perbatasan leuwiliang.

Jakarta, 22 Mei 2018
06:13 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Senin, 21 Mei 2018

Datang Untuk Menghilang

Kau datang lalu pergi...
Ketika fajar menjelang petang.
Kala itu dirimu ada hanya untuk menyapa.
Dan aku tetap menyambutmu...

Meskipun itu hanya sementara.
Dan tak selamanya kau ada disini.

Hingga kala senja menghilang...
Lalu aku terbangun.
Untuk kembali lagi menyusun rasi bintang.
Lalu mencintaimu tanpa harapan...

Kamis, 17 Mei 2018

Musim Panas

Butiran cahaya yang tersebar...
Hidup damai nan asri.
Dimana masing masing cahaya yang memiliki pola.
Bersama garis nebula yang ku kihat malam ini.
Aku sangat mecintainya...
Menjelang fajar, mereka meremang indah.
Dan tak ada bulan tampak.
Sungguh aku sangat merindukannya.

Terkepung diantara derik rimba...
Malam yang dingin tak lagi ku rasakan.
Aku hanyut terbuai oleh rasimu nan indah.
Membentang dari ujung cakrawala ngarai.
Tak ada derita, tak ada lara...
Semuanya ku lihat mendekati sempurna.
Segara Bintang...

Sukamantri, 13 Maret 2018
04:39 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Waluku

Untukmu...
Ada satu rasi bintang yang ingin ku tunjukkan.
Rasi itu sangat asri hidup di langit halimun...
Hadir di kala malam desember tanpa purnama.
Kamu bisa lontarkan semua harapan yang kau punya.
Bila kamu mengejarnya dengan sungguh-sungguh...
Kamu akan mendapatkannya.

Sabtu, 12 Mei 2018

Kita

Senja itu penuh makna...
Dimana aku temukan dirimu larut dalam pembicaraan.
Dan aku suka dengan hubungan kita sekarang.
Layaknya sahabat, namun tetap terikat cinta.
Yang akrab di atas roda dua...
Tanpa arah, tanpa tujuan.
Yang jelas, aku nyaman denganmu...
Tak ada lagi pertengkaran hebat.
Meskipun kita sering larut dalam kejenuhan.
Bukan berarti kita saling meninggalkan...
Kamu yang mencoba untuk lebih berpikir dewasa.
Dan aku yang mencoba untuk bersikap dewasa.
Kita sama sama berkembang meski beda jalan.

Perbedaan bukanlah hal yang cocok untuk dijadikan perdebatan.
Aku paham bawasannya dirimu adalah diriku.
Sifatmu serupa dengan sifatku...
Kita hanya perlu waktu untuk mencoba.

Jakarta, 12 Mei 2018
06:32 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Kamis, 03 Mei 2018

Tentang Impianku

Satu waktu nanti...
Siapapun dia...
Dia adalah wanita yang paling aku cintai.
Dia yang mewujudkan semua mimpiku.
Bersama memandang langit nan cerah.
Dengan gemerlap bintang di bulan desember.
Dia akan ceritakan semua mimpi mimpinya padaku.
Dia akan menunjuk satu poros diantara milyaran cahaya.
Dia akan membentuk sebuah garis khayal.
Seindah mungkin ceritanya melukis langit...

Satu waktu nanti...
Siapapun dia...
Dia adalah wanita yang paling aku sayangi.
Dia yang akan menyugukan teh hangat di depan tenda.
Sebelum matahari pecah dari ufuk timur.
Perlahan membangunkanku dengan senyuman.
Dia akan duduk bersamaku menghadap timur.
Dia akan tau betapa indahnya jingga di pagi buta.
Dia akan kagum dengan pesonanya kala mentari terbit.
Saat itu kau akan temukan bahagia...

Satu waktu nanti...
Siapapun dia...
Dia adalah orang yang paling sempurna dimataku.
Dia hadir disisi ini kala senja meremang jingga.
Perlahan matanya sayup ku lihat...
Tak ada duka, tak ada nestapa.
Dia adalah orang yang aku cari selama ini.
Dialah cinta sejati...

Jakarta, 10 April 2018
06:09 A.M.
Gamal Johanes Perdana