Mungkin akan selamanya menjadi mimpiku...
Duduk ditengah alam bersamamu.
Memandang langit sambil bergandeng tangan.
Meniti doa dan harapan bersama kelak hari tua.
Menyimpan angan indah diatas rumput dan dawai nada...
Mengucap janji, menyusun mimpi dibawah awan nan putih seperti kapas.
Lembut seperti cintamu...
Dan halus seperti helaian rambutmu...
Aku masih bermimpi akan romansa berdua denganmu dibawah rindang pohon kakao...
Dilereng bukit, ditengah hamparan rumput hijau...
Mungkin ini akan selamanya jadi mimpiku...
Berbaring bersamamu diatas rumput memandang langit...
Malam penuh bintang di halimun.
Berdua merajut asa dan cerita bersama...
Seolah dunia hanya milik aku dan kamu.
Mendengar alunan merdu dan menangis terbawa haru...
Mungkin bila itu terjadi satu saat nanti...
Sudah kupastikan kau takkan terganti.
Entah selama ini kamu tak mengerti aku...
Atau tidak suka dengan ketenangan yang aku maksud...
Mungkin selama ini kita hanya berdebat antara mall dan gunung....
Tapi pernah kah kamu berpikir kalau kita sama-sama punya mimpi indah dari itu semua.
Aku yang ingin memandang bintang ditengah lereng bersamamu....
Dan kamu yang ingin memandang layar film dalam ruang kedap bersamaku....
Aku tak ingin bersanda gurau denganmu.
Aku hanya inginkan hal yang romantis yang belum pernah kita lakukan...
Cobalah untuk masuk dalam pikiranku...
Aku tidak menyuruh kamu ikut dalam dunia liarku...
Aku hanya ingin sekali saja...
Itu sudah cukup membuat aku bahagia bersamamu.
Hilangkan pikiran egomu...
Cobalah buat aku merasa bahagia menjalain hubungan denganmu...
Selama 5 tahun lebih...
Aku hanya ingin kita menyatu...
Bukan saling bertengkar....
Jakarta, 29 juni 2017
09:46 A.M.
Gamal Johanes Perdana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar