Ya tuhanku, mungkin malem ini aku cukup sadar akan segala yang aku punya saat ini. Yaitu sebuah cinta yang begitu panjang ceritanya, yang kala itu kau pertemukanku dengannya di selasar smp 29. Dengan raut malu dan muka lugu, aku dan dirinya resmi membangun kisah di tanggal 12. Yang kala itu, orang bilang ini cinta monyet, aku tak ingin membahas itu. Karna penilaian orang selalu beda, dan tak pernah ada yang terdengar indah. Sungguh, selama lebih dari 5 tahun aku mengenalnya, selalu saja ada pertentangan. Dan di setiap pertentangan diantara aku dan kamu, tak pernah ada jalan keluar. Kamu maunya ini dan aku maunya itu... Dan yang aku suka disini adalah, meskipun aku dan kamu sama sama mengucapkan kata lelah, kita tetep utuh dalam cinta. Aku tetep sayang kamu dan begitupun sebaliknya...
Malam ini, aku mengulas semua kenangan kita sejak awal kita berjumpa. Aku hanya rindu masa itu terulang, mungkin masalalu itu adalah pahit di hidupmu. Tapi coba kau lihat lagi, semua cerita yang pernah terjadi waktu itu. Kita yang dibakar oleh trik matahari dikala aku mengantarmu sampai angkutan umum. Ada satu hal yang aku rindu diantara semua cerita. Yaitu tentang aku yang kerap kali bernyanyi sebelum kau tertidur pulas. Lalu aku ucapkan beberapa kata yang indah, agar masuk ke dalam mimpimu. Aku yakin kau ingat kala aku bermain gitar dan bernyanyi untukmu... Little things. Ditepi pantai, ku tulis namamu diatas pasir nan lembut, hingga akhirnya senja menghapus mataku yang lelap tertidur dipangkuanmu.
Aku ingat, kala air matamu menetes sebab kau ingat akan semua masalalu. Kau pukul ragaku bersama amarah yang kau ungkapkan, mungkin malam itu aku hanya bisa mengusap air matamu. Tapi kau bisa petik maknanya hari ini... Didalam tulisan ini, tertulis lagi tentang aku yang sangat bersyukur mengenalmu.
Sesosok wanita yang setia dan cinta aku apa adanya... Dan malam ini, aku titip salam padamu, sebelum fajar menghapus semua perasaan yang tertulis ini. Dariku, untuk dirimu yang aku cinta...
Jakarta, 01 November 2017
03:57 A.M.
Gamal Johanes Perdana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar