Rabu, 21 Februari 2018

Nestapa

Nestapa terututp senja...
Diantara semua senyum yang ku pancarkan.
Itu adalah nestapa...
Tak berujung yang kerap tertutup suka.
Diantara air yang mengalir jernih...
Senyumku membawa duka.
Tak terhingga, entah perubahankah...
Semua ini hampir terlihat.

Diantara jurang dan lembah...
Semua itu adalah renungan.
Dibawah langit tanpa batas...
Perasaan ini terbang melayang bersama mimpi.
Nesatapa...
Meski jua tak ku temukan fajar...
Tetaplah aku terombang ambing...
Bersama bintang, nebula, dan hilang tertelan supernova.
Menoreh luka, terhapus suka...
Dan pula tertutup tawa.

Lubang hitam...
Ada satu kala kau adalah pemilik relativitas.
Diantara kilau bintang...
Kau mati bersama harapan.
Ku mati bersama tujuan.
Kau dan aku sama sama mencintai kebebasan.
Terlontar tanpa henti, di angkasa...
Hilang tanpa batas...

Jakarta, 21 februari 2012
04:04 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar