Selasa, 17 Juli 2018

Sabit Merah

Sabit itu terbit berwarna merah...
Kala itu kau ada disisi.
Hati yang membara akan cinta.
Dan mata yang sayup kala ku pandang.

Bagiku, hadirmu adalah hal yang sempurna...
Kau mampu membuatku gembira setiap detiknya.
Dikala dini menjelang fajar.
Kau masuk dalam dunia melankolisku.
Kau nyata didalamnya...

Dengan segala puji atas tuhan yang maha esa...
Aku sangat berterima kasih.
Sebab aku telah dipertemukan wanita se-sempurna dirimu.

Jakarta, 17 Juli 2018
23:11 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar