Ruang hampa, bukan berarti aku tak bahagia. Semenjak aku mengenalnya, aku bahagia hingga lupa rasanya derita. Aku tak tau kata yang tepat untuk mengutarakan. Dirinya hanya mengisi sebagian hati secara full, aku punya kebutuhan rohani yang kosong dalam jiwa. Aku selalu tertekan dan dimaki ketika aku ingin memenuhinya. Dan sungguh begitu sulit rasanya mengajak dirinya untuk hadir temani diriku, di tempat yang aku inginkan dan hanya berdua. Aku tau perbedaan ini, namun aku lelah membahasnya, aku sadar bahwa aku akan kalah. Mungkin aku terlalu aneh dan liar, dan itu sudah medarah daging pada jiwaku, jadi jangan kau suruh aku untuk rubahnya, kamu hanya akan mempersulit keadaanku. Aku hanya ingin di temani saja denganmu seorang. Bila tidak bisa, aku pun bisa melakukannya sendiri.
Teruntuk Rasi Orion, malam dimana rasi itu terlihat cantik, kala itu penyakit ku kambuh akan memandang gemerlap bintang ditengah tempat minim cahaya. Segudang perasaan melankolis memanggil hati untuk bercerita. Aku butuh mengembangkan intuisi yang kerap mandat. Entah apa fungsinya, yang jelas itu adalah kegiatan yang ku anggap sebagai spiritualitas. Sepanjang aku hidup di dunia ini, aku tak pernah temukan orang yang sama sepertiku. Aku adalah orang aneh yang hidup penuh dengan mimpi yang menjijikan, dan banyak dari mereka berkata seperti itu, namun aku tetap menikmatinya. Ini tentang aku yang rindu hidup dalam khayalan dan intuisiku didalam ruang hampa. Tak ada yang mengerti keanehanku ini...
Note: 10 Januari 2020
04:47 A.M.
Gamal Johanes Perdana
Pic.by: Tryas Andini 2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar