Sabtu, 25 April 2020

Memo...

Diantara derasnya hati bersenandung.
Ada satuhal yang kerap kali diputarkan.
Rasa yang sudah terpaut jauh dari pikiran.
Yang saat ini terlihat usang dan hanya tersisa ingatan.
Kala aku ada di detik itu...
Terbawa dan aku sangat menikmatinya.

Hasrat melankolis yang sangat menggebu.
Diantara dinginnya suhu yang kala itu teringat...
Serta beberapa puntung rokok berserakan.
Malam itu, beberapa suara yang terekam asri.
Menjadi saksi atas indahnya segala kerinduan.
Yang hampir tak ingat akan kehilangan.

Hingga saat aku gagal akan segala angan.
Hal yang masih kupelajari hingga saat puisi ini kutulis ialah Merelakan.


Jakarta, 25 April 2020.
04:45 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar