Malam dimana semuanya berawal.
Aku dan dirinya bersatu dalam kehangatan.
Aku takkan pernah lupa...
Kala pertama kalinya aku melihat jelaga.
Namun aku tak tau harus apa.
Jantung yang berdebar cepat...
Gugup yang mengombang ambing perasaan.
Cemas yang terselimut oleh rasa canggung.
Terkejut dan otak masih mengendalikan segalannya.
Meskipun terlihat tidak baik...
Aku tak pernah punya itikat buruk...
Biarpun semua belum terjadi.
Aku mau terima segala kekurangan itu.
Sebab aku merasa kamulah yang aku cari.
Dengan segala warna kehidupanmu.
Aku bahagia...
Hanya kamu yang aku cinta...
Jakarta, 14 Mei 2020
07:53 A.M.
Gamal Johanes Perdana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar