Kamis, 25 Maret 2021

Pagi Ini

Di satu pagi yang sejuk juga cerah. Aku terduduk diam termenung. Di atap rumah dengan segudang kecemasan. Senandung yang masih kulihat damai. Bersuara kicau burung... Aku tau semesta sedang rencanakan sesuatu. Namun aku tak tau esok. Begitu besar tanda tanya di kepala ini. Yang pasti aku harus bergegas... Mengambil sampel terburuk adalah caraku. Namun hati ini belum siap menerimanya. Bahkan bila terjadi ini amatlah buruk. Diantara pikiran yang berat. Ada jiwa yang berkorban sehat. Dari segala dinamika politik kerja. Aku merasa akan jadi korban disini. Aku yakin semesta akan berikan jalan terbaik lagi. Namun aku tak yakin akan diriku. Jakarta, 25 Maret 2021 06:18 A.M. Gamal Johanes Perdana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar