Minggu, 20 Juni 2021
Menanti Pagi
Berada di penghujung ilusi...
Oh pagiku yang sunyi.
Mengantarku pada sejuta ingatan.
Dimana kala itu hatiku sangatlah berbunga.
Akan Peluknya...
Yang lalu menenggelamkan perasaan ini.
Pada penantian panjang.
Dan kesunyian pagi ini yang bertanggung jawab...
Dengan secangkir teh melati...
Dengan suara haru musik yang ku putar.
Dan ekstrak nepetalactone yang ku hisap.
Diantara segala kefrustasian yang aku benci.
Aku hidup dalam intuisi yang tercipta.
Aku punya sejuta ingatan yang ingin ku musnahkan.
Tapi semesta berkata lain atas otak ini.
Mudah mengingat dan sulit melupakan...
jakarta, 20 juni 2021
03:51 A.M.
Gamal Johanes Perdana
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar