Minggu, 02 Januari 2022

Teruntuk 2022

Cukup lelah aku berkerja pada perusahaan out sourceing kolam renang, bukan soal gaji yang teramat kecil, tapi tentang penghargaan yang di berikan. aku selaku karyawan lama sekaligus orang yang paling berpengaruh pada perusahaan berasa seperti di anak tirikan, sebab menjadi leader itu ga semudah yang ada di lapangan, terkait jam kerja dan SOP yang ga jelas, ditambah lagi selalu harus on time di saat ada masalah pada sistem mekanikal. Mungkin karna hanya saya yang paham dari A-Z soal mekanikal kolam renang hotel raffles yang ruett parah, banyak hal yang janggalnya. Bahkan enggineer hotel selalu menyerahkan hal itu karna mereka tidak paham segala kerusakannya. Jujur aku lelah dan ingin ada perubahan di tahun ini. Bukan soal berat menjadi leader, waktu yang harus on time, dan skema kerja yang gak pasti. Hal yang menjadi masalah besar pada perusahaan saya adalah penghargaan itu sendiri. Sering terjadi ketika saya berkerja dengan memberikan hal terbaik, sebab saya yang tau sistemnya, jadi saya yang kena omelan karna tidak ikuti instruksi yang menurut saya sangat tidak efisien. Dan ketika masalah besar datang saya yang di uber untuk mencari solusi sedangkan solusi itu memang sudah saya sarankan sebelumnya. Disitu saya merasa sangat tidak di hargai. segala jerih payah dan semua ilmu yang saya cari sendiri berasa menjadi bumerang buat saya sendiri. Disalahkan karna benar itu sangat tidak enak. 

Keputusan saya sudah bulat untuk keluar dan singgah di kerjaan yang lebih sehat, dan ber SOP jelas. Hanya saya masih memikirkan beberapa hal, terutama waktu. Saya bukan tipekal orang yang disiplin waktu. Mungkin karna saya belum terbiasa atau belum mencoba. Tapi untuk hal ini bukan hal yang disebut coba coba, sebab saya sudah berkeluarga. Pertanyaannya mau atau tidak?. Dan untuk perusahaan Sebelumnya, terima kasih atas 4 tahunnya. 4 tahun tanpa peningkatan siknifikan, tanpa ada reward yang saya terima, dan segala tekanan yang kerap saya pikul selama saya menjadi karyawan hingga pengawas lapangan. Saya akan pergi bersama ilmu yang telah saya ambil dari pengalaman kerja selama ini, saya tidak akan memberikan itu 100%, agar bos belajar 1 hal, Menghargai karyawan itu No 1, Saya akan hilang di telan bumi, hingga 1 waktu ada masalah pada sistem mekanikal, saya tidak akan memberitau solusinya. Karna ilmu yang saya punya harganya mahal. Setara dengan harga diri saya yang sudah di injak-injak. Mungkin ini jalan terbaik yang semesta berikan pada saya. Saya juga pun gerah dengan hidup yang tidak memiliki kemajuan. Saya tertinggal sangat jauh dengan sifat plagmatis saya.

Parung, 02 Januari 2022
05:50 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar