Rabu, 17 Agustus 2022

Edelweis

Pagi...
Ketika matahari terbit dari balik bukit.
Edelweis itu terlihat.
Kuning pucat kecokelatan.
Harumnya punya sejuta kedamaian.
Bersamamu...
Pada lembah kencana.
Pagi itu, aku melihatnya berbeda.
Penuh pesona diantara luasnya sabana.

Selepas dinginnya malam yang menusuk.
Kamu tetap hadir hangat pagi ini...
Diantara kedua bola mata yang kulihat.
Ada hal yang ingin kuberi tahu padamu.
Tentang hamparan ilalang yang mengunig.
Ditengah iklim tundra gede pangrango.
Dan kristal embun yang dilewati sinar matahari.
Aku melihatmu sepesial pagi ini.

Dan terima kasih untuk tetap tersenyum.
Pagi ini, hangat karnamu.


Surya kencana, 06 Agustus 2022
05:47 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar