Kamis, 15 Februari 2024

Mesa Metamorf

Sebuah hal yang aku sebut sebagai matahari yang hilang pada barat khatulistiwa. Sengatnya perlahan memudar seiring waktu, Yang akan kembali kutunggu terbitnya dikala pagi berikutnya datang. Mungkin di musim dingin selanjutnya, setelah musim panas yang kusebut berakhir.
Matahari itu membuatku bergerak lebih lincah seperti endorphine, membakar semua kebebasan mutlak tanpa batas. Lama aku mengidamkan lepasnya batasan hidup. Meskipun sebentar, aku merasa itu sudah cukup sampai akhirnya aku kembali pada aturan baku tak tertulis.

Sampai jumpa sesi selanjutnya...
Mungkin di tempat sama, atau berbeda pada waktu yang tak dapat diprediksi kedatangannya.

Jakarta, 15 Februari 2024
04:28 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar