Di lain hal, sudah seminggu ini secara tidak langsung saya mendapatkan informasi menarik dan beberapa fakta penting. Sejauh ini, setelah beberapa kesempatan terakhir, aku memutuskan untuk tetap mendidik kembali mereka dengan banyak syarat yang aku jalani, aku menyelam lebih dalam agar tidak terlalu terekspos. Bagiku terlalu menonjol juga tidak baik, banyak orang yang tidak suka akan kemajuan yang telah ku buat, dan aku harus membentengi itu. Aku menonaktifkan instagram dan membuat akun baru yang isinya hanya beberapa orang yang sejauh ini dekat denganku. Beberapa orang mempertanyakan keberadaanku, aku tau bahwa orang itu pernah bermasalah denganku dan dia pun sepertinya sudah tau role apa yang akan aku lakukan. Melalui mediasi dia meminta aku untuk membangkun komunikasi lagi. Entah untuk apa, insting membawaku ke arah defense. Insting berkata kalau mereka bermaksud untuk menyetirku lagi, dan yup, upaya pertemuan itu aku gagalkan, dan faktanya kelompok itu akan mengadakan rencana sebuah legitimasi. Itu membuat aku terbahak-bahak. Aku adalah seorang diri yang melakukan tugas untuk membangun generasi ke arah yang baik, selalu mengorbankan segalanya untuk generasi berikutnya satu organisasi, tapi mereka yang senior merencanakan sebuah legitimasi untuk seorang gamal. Helo, saya cuma 1 orang diri dan kalian berkelompok, sesulit itu ya melawan seorang yang idealis ini. Aku akan berdamai jika hanya mereka melakukannya dengan baik baik, bagiku sejauh ini apa yang mereka lakukan adalah hanya untuk memanfaatkan saja. Hitamnya mereka semakin terlihat dan aku semakin bersinar terang.
Kasus ke 3, seorang pematik yang terbakar sendiri. Kasus ini juga adalah efek domino dari seorang pematik, yang membuat tragedi semakin memburuk 6 bulan lalu, dan rencana sejauh ini sukses untuk membuat efek jera padanya, dia terbakar dengan isi kepalanya sendiri. Satu hal, dia meminta untuk berdamai melalui mediasi, sekali lagi, jika kepercayaan itu sudah retak, saya tidak akan mempercayakan kedua kali. Dan perdamaian ini saya abaikan, aku membiarkan api itu habis menghanguskan hatinya sebagai efek jera. Aku tidak membalas apapun, aku hanya diam dan abai ketika dunia tidak adil padaku. Aku percaya akan hukum tebar tuai.
Dan pada akhirnya aku tidak membalas semuanya, aku hanya diam ketika mereka berusaha menjatuhkanku. Aku hanya menyerap kerusakan itu untuk orang yang ada di belakangku. Aku pun sering di salah pahami orang lain, hanya karena aku tidak pernah menunjukan apa yang sudah aku korbankan sejauh ini. Aku bisa makmur jika aku mau, tapi aku tidak menikmati hidup jika aku melakukan itu. Aku lebih suka dengan aku yang saat ini, hidup sederhana, bebas, dinamis, dan bersyukur.
Secara tidak langsung, kamu bersinar cukup terang, Sampai kamu kewalahan untuk menutupi sinarmu. alih-alih menjadi lubang hitam, justru kamu menjadi katai putih untuk mereka yang tetap mengorbit padamu.
Jakarta, 06 Juli 2025
08.17 A.M.
Gamal Johanes Perdana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar