Senin, 18 Agustus 2025

Maafkan Dirimu Sendiri

Jadi ternyata selama ini kamu selalu on dalam mode perang, kamu selalu ingin jenjadi unggul dam menang dalam segala pertempuran. Kamu sibuk membangun dinding yang nyaris tak tertembus apapun, kamu sibuk menyiapkan banyak strategi untuk serangan balik dan memenangkan apapun dengan segala cara. Sampai akhirnya kamu muak dengan segalanya. Kamu adalah lone wolf, yang selama ini selalu memegang teguh prinsip dan mimpi. Kamu hidup bebas dan selalu mengikuti semua apa yang kamu minati. Kamu selalu waspada, kamu nyaris tidak pernah menurunkan senjata itu di tanganmu. Bahkan kamu nyaris tak pernah tidur nyenyak dan selalu siap akan sebuah serangan mendadak. Dunia memang selalu kejam padamu, sehingga kamu selalu terjaga pada mode perang panjang. Naluri siap menghabisi lawanmu terlalu kuat, sampai sampai kamu takut dengan dirimu sendiri, kamu takut emosi menguasai badanmu satu waktu nanti. Kamu terlalu menekan dan memaksa untuk meniadakan segala emosi pada dirimu, kamu lupa kalau kamu juga manusia. Kamu menekan segalanya, kamu membungkam hatimu sendiri, emosimu, juga empatimu. Kamu nyaris tak terkalahkan bahkan oleh dirimu sendiri. Sampai akhirnya hal yang paling kamu takuti adalah kamu kehilangan kendali atas dirimu sendiri. Naluri membunuhnya sangat kuat. Bagiku itu terlalu liar, bahkan binatang.

Kamu sudah terlalu jauh membentuk karaktermu ini, dan kamu selalu berlaku keras pada dirimu sendiri, logikamu selalu kendalikan hatimu dengan tangan besi, sampai akhirnya semuanya menumpuk hingga jenuh. Logikamu sadar kalau kekuatan itu terlalu besar, bahkan setiap harinya bertambah kuat.

Selama ini kamu menerima banyak informasi, mengolahnya sendiri, menyimpulkan sendiri, dan mengeksekusi sendiri. Kamu terlalu kuat untuk mandiri, semua hidup karena egomu. Sampai di titik dimana tidak ada orang yang bisa meluruskanku lagi, aku tidak memiliki siapapun yang aku percaya selain diri sendiri. Sampai dimana akhirnya aku menemukan titik balik dari semua ini. 


Jakarta, 13 Agustus 2025
03:30 P.M.
Gamal Johanes Perdana


Tidak ada komentar:

Posting Komentar