Selasa, 14 Juli 2015

Lenyaplah Dalam Pikiran

Hai pagi,,,
Dengan sejuta imajinasi.
Terlihat sinar dari ufuk timur yang cemerlang memancar.
Itu pertanda bahwa matahari telah bangun dari tidurnya semalam.
Dan mungkin hanyalah aku yang belum jua tidur.
Masih samar kudengar dendang subuh di telinga ini.
Biarlah, pagi yang dingin ini lenyap dengan waktu.

Di pikiranku masih terdapat seni ilusi yang melayang.
Terbang dan kerap datang dan buat ku merubah emosi.
Sekejap hilang di pikiran dan datang kembali.
Hidup...
Aku selalu menganggap bahwa hidup adalah tantangan.
Faktanya ialah keinginan.

Separuh terletak dialam sadar.
Setelah teringat dengan semua karya telah musnah.
Aku mengerti bahwa di dunia tak ada yang abadi...
Tapi, apakah salah bila aku mencoba untuk mengabadikannya ?...
Meski hanya aksara...
Semua itu mengandung makna dan drama.
Meski bukan dengan pena...
Tapi semua itu nyata dengan tinta.
Dan itu ada...

Meski aku bukanlah pujangga....
Apakah salah bila ku menorehkan lagi kata diatas kaca dan kertas.
Aku yakin bahwa setiap manusia perlu mencurahkan isi hatinya.
Melampiaskan emosi yang kerap menggebu batin dan sukma.
Aku mengerti bahwa manusia butuh seni dalam hidupnya.
Sejuta impian yang melambung ketika fajar menjelang.
Meluluhkan sebuah rasa keinginan dan karya keindahan...
Sebelum matahari keluar dari kayangan...
Biarlah ketenangan ini menghantarku ke alam pikiran.

Data:
Selasa, 14 Juli 2015
05:20 AM

Karya: Gamal Johanes Perdana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar