Sabtu, 01 April 2017

Untuk Mama

Semangkuk sup...
Yang kau taburi pala adalah bukti kehangatanmu.
Dalam malam yang dingin...
Rempah-rempah itu hangat terteguk.
Hanguskan segala amarah yang terpendam.
Maaf, aku adalah anak yang durhaka...
Tapi aku bukan anak yang lupa akan jasamu.
Mendidik, membina, dan merawat aku dengan penuh kasih.
Ya tuhan...
Sehatkanlah badannya dan panjangkan umurnya.
Dalam tidur lelapnya malam ini...
Aku sangat menyayangi ibuku.

Semangkuk pala yang menyadarkanku betapa mulianya dia.
Semurni itukah kasih sayangnya padaku?...
Meski terkadang sumbang ku dengar mulutnya berbicara.
Itu adalah bukti...
Bahwa aku adalah anak keras kepala.
Tapi, di balik ini semua...
Aku yakin bahwa dia mengerti kalau aku sangat menyayanginya.
Mungkin rasa sayangku hanya sepanjang gala...
Namun aku paham bahwa dia adalah seorang ibu.
Yang rasa sayangnya sepanjang jalan untukku...
Hanya caranyalah yang belum bisa aku mengerti.

Dan untuk mama malam ini...
Terima kasih atas sayur biji pala buatanmu malam ini.
Masakanmu sungguh nikmat.
Sungguh...
Aku akan menunggumu untuk membuatkanmu sup lagi esok hari.
Kaka sayang mama...


Jakarta, 01 April 2017
02:23 A.M.
Gamal Johanes Perdana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar