Tahun 2018 adalah tahun yang baik. Dimana tahun ini aku memiliki banyak perubahan, dan hal hal yang telah berhasil aku capai. Terlebih di tahun ini pula aku menemui hati yang nyata menurutku, sebab tuhan telah menjabah segala doa doaku. Ya tuhan, terima kasih atas segala rahmat dan karuniamu.
Aku pernah menulis 2 rencana untuk tahun 2018, dimana sebenarnya rencana itu simple tapi berat, dan sebenarnya aku sempat berhasil, hanya saja ada beberapa faktor yang membuat aku sadar bahwa aku belum bisa.
1. Punya 2 pekerjaan dan 1 kuliah.
Itu adalah hal yang konyol tapi saya sempat bisa menjalani meski tak lama, saya bisa mendapatkan pekerjaan kolam dan ojek online sekaligus kuliah. Dan itu senua membuat saya sadar kalau saya terlalu gila, bahkan saya tidak menemui waktu tidur yang pas dalam seminggu lebih. Hingga akhirnya saya harus melepas satu dari pekerjaan itu.
2. Kenaikan IPK
Untuk semester 4, saya mampu menaikkan ipk saya sedikit, meski menurut orang itu jauh dari kata cukup, namun saya mampu, dan untuk semester 5 ini adalah target kenaikan ipk yang kedua, jadi kita tinggal tunggu hasil ipknya.
Dan untuk kedua rencana itu, saya sukses dan bisa. namun sayang, seolah itu hanya menggugurkan resolusi 2018.
2018 itu adalah tahun yang menakjubkan, terlebih dari rencana itu, aku punya beberapa rencana yang bisa aku wujudkan di tahun ini, semua berjalan dengan alur yang baik. Tahun ini aku ingin sekali rasanya menjabarkan progress dari bulan ke bulan. Aku bersyukur sebab tahun ini penuh dengan kebaikan dan perubahan pada diriku.
Januari, aku mendapatkan pekerjaan baru. Menurut aku pekerjaan ini cukup untuk mengisi waktu yang kosong libur kuliah. Dan di bulan ini pula aku ulang tahun.
Febuari dan Maret, menurut aku bulan ini adalah bulan yang begitu suram, dimana aku larut dalam kesedihan, aku berkelana kemana pun itu, berdoa kepada tuhan agar aku di berikan kekasih yang mengerti apa inginku.
April, berita buruk datang soal kontrak kerja, terlebih uber di akusisi grab. Aku kehilangan 1 pekerjaan yang nantinya aku kehilangan keduanya. Dan di bulan ini adalah nada merah atas hubungan ku dengan zahra. Karna aku dan dia sudah sama sama lelah dan bosan.
Mei, bulan dimana aku menjadi pengangguran dan putus dengan zahra. Aku sebut bahwa bulan mei ini adalah bulan revolusi, di bulan ini aku mulai meninggalkan segala ritual ritual lama. Lalu di bulan ini pula aku mengenal orang yang selama ini aku cari, hingga ketika aku menulis cerita ini, aku merasa bahwa dirinya adalah doa yang selama ini tuhan kabulkan untukku.
Juni, bulan dimana aku memulai cinta dengan Tryas Andini, dimana aku menjalani cinta yang begitu bahagianya.
Juli, perdana aku camping dengan kekasih tercinta, dimana sudah sebulan aku menjalani hubungan dengannya, dan di bulan ini aku memulai keseriusan sebab aku yakin dengannya.
Agustus, aku telah diterima dengan baik di lingkungan rumah, keluarga, dan kerabatnya. Begitu juga dengan dirinya dalam kehidupanku. Dan di bulan ini pula aku memulai pengobatan rawat jalan di rs fatmawati, ditemani dengannya.
September, aku mendapatkan kontrak baru di hotel rafless, dan masih dalam perusahaan yang sama. Dengan gaji baru, dan kerjaan berikut jam yang aneh. Dan di bulan ini pula aku mengikat cinta aku dan tyas dengan 2 gram cincin berkadar 375.
Oktober, membuat rencana dengannya untuk travel bandung selama 4 hari, setelah melalui pemilihan beberapa tempat, transport, konsumsi, dan penginapan.
Dan aku buat ini menjadi tulisan khusus di bulan November, dimana bulan yang begitu paling bersejarah di tahun ini, aku punya beberapa kejadian di bulan ini. di awal bulan, aku travel dengan tyas ke bandung selama 4 hari. Dan benar bandung itu adalah kota romantis, selama 4 hari itu aku dengannya selalu senang dan merasa bahwa aku telah menjadi suaminya secara utuh. Dimana hari pertama berangkat menuju bandung, dan hari kedua rainbow garden, hari ketiga orchid forest, dan hari ke 4 pulang.
Di pertengahan bulan aku mulai membeli kamera dslr, dimana barang yang selama ini aku impi impikan, sebab ketidak puasan travel di bandung dengan minim kamera.
Dan tepat tanggal 24 november, aku mendapat kabar oprasi dari fatmawati tanggal 26 november, tepat ketika hari ulang tahun tyas, dan informasi itu dalah informasi yang membuat aku dengannya sangat terpukul. Lalu 25 nya aku mulai di rawat, dan selama aku di rawat di rumah sakit, aku selalu di temani dengannya, dan hal yang membuatku haru adalah mengucapkan happy birthday ketika usai oprasi. Dan bulan ini menurutku adalah bulan nano nano.
Desember, bulan yang singkat, sebab aku cuti kerja selama sebulan, lalu bulan ini aku selalu di temani tyas, dia tetap setia apapun kondisiku saat ini, dia tetap ada dan hadir untukku, dan di bulan ini pula aku menyusun resolusi yang sangat kompleks untuk tahun 2019, resolusi ini bukan individual, melainkan resolusi yang serius, insha allah terwujud.
Sekian cerpen 2018 yang aku buat sesuai kronologis, aku sangat bersyukur akan tahun ini, karna banyak sekali pelajaran yang bisa aku dapatkan, terlebih soal tentang kehidupan, tahun ini aku merasa lebih dewasa dari tahun sebelumnya, meskipun jauh dari kata sempurna. Aku hanya berdoa untuk rencana tahun esok semoga sesuai dengan keinginan aku dengan tyas, aminnn...
Jakarta, 26 Desember 2018
04:48 A.M.
Gamal Johanes Perdanap
Tidak ada komentar:
Posting Komentar