Pagi di awal bulan desember, dimana setelah sekian lama aku sudah tidak menulis tentang dunia melankolisku. Entah ada beberapa faktor yang membuat aku tak lagi update soal pelajaran hidup ini. Tapi untuk kali ini aku tak ingin membahas beberapa faktor itu, aku hanya ingin menuliskan sedikit dari beberapa hal yang membuat saya terharu akan segala apa yang saya raih hingga detik ini, mungkin ini salah satu bentuk syukur saya terhadap tuhan yang maha esa. Entah aku merasa bahwa selama ini tuhanku mendengar semua keinginan dan jerit di balik semua doa yang pernah aku panjatkan, entah itu di gunung, hutan, bahkan tanah lapang yang kala itu wajah ini menghadap ke langit dan meminta pada bintang harapan. Seolah selama ini doa itu di akumulasi dan di wujudkan satu persatu semua apa yang aku inginkan, ya tuhan, aku bersyukur sekali atas nikmat dan karuniamu. Sebab baru kali ini hamba merasakan bahagia yang terlalu mendalam, dan itu juga yang membuat aku jarang bikin tulisan tulisan yang sedih, sebab kini aku merasa hati yang sepenuhnya terisi oleh cinta. Meskipun saya telah di vonis bahwa saya keilangan semua teman dan sahabat saya, kecuali kartika kirana. Namun saya tak merasakan sedih sedikit pun akan hal itu, justru malah hal itu yang membuat saya berpikir bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk bersiap siap membangun rumah tangga bersamanya. Dan saya sudah merencanakan hal itu sebagai resolusi 2019. Mungkin ini terlalu cepat, namun aku tak ingin cinta ini menjadi usang karna tak ada kepastian.
Desember ini, aku sangat berharap akan tidak seburuk desember sebelumnya, meskipun kekelaman desember kian taun kian menurun, aku berharap desember kali ini indah. Sebab semenjak tahun 2013, desember itu adalah bulan yang aku takuti sebab ada saja hal yang tidak mengenakan hingga saya merasa tersiksa batinnya di bulan desember. Dimulai dari desember 2013, dimana aku di tempa habis habisan oleh sisgahana. Desember 2014, aku di tekan secara mental untuk mendidik calon anggota. Desember 2015, defisit anggota yang membuat saya dan angkatan saya harus merasakan tekanan dari alumni. Desember 2016, dimana aku di maki maki oleh orang yang pernah aku cinta, sebab semua tulisannya terbongkar oleh seseorang. Desember 2017, dimana kala itu aku bertengkar dengan mantan dan keduanya memutuskan untuk bersiap siap berpisah. Dan awal tahun 2018 aku putuskan untuk mengubur semuanya dalam dalam. Dan bagiku di tahun 2018 ini, adalah tahun perubahan yang lebih dari perkiraan saya, entah itu uang, impian, dan cinta.
Di tahun 2018 ini, aku sangat bersyukur akan kehadiran seseorang di hidup aku yang membuat segala galanya berubah total. Dia adalah Tryas Andini, dirinya datang dan mengubah segala aspek di hidup aku yang lebih baik, dia menghargaiku sebagai lelaki, dan bahkan dia sangat menyayangiku melebihi dirinya sendiri, mungkin kemarin adalah hal yang sangat memukul batinnya, dimana saat 26 november adalah tanggalnya ulang tahun, aku di putuskan untuk menjalani oprasi, dan dia tetap mementingkan diriku, bahkan merawatku disaat badan ku panas, dia memandikanku, menyuapiku, bahkan dia sendiri sampai lupa akan kesehatannya. Dan itu adalah hal yang membuatku terharu, dan untuk desember pagi ini, aku berdoa supaya segalanya berjalan dengan baik dan semua rencana aku dan tyas bisa berjalan sesuai yang kita berdua inginkan. Aminn...
Jakarta, 01 Desember 2018
08:56 A.M.
Gamal Johanes Perdana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar