Aku lupa kalau akan ada pagi dimana semuanya tak sia-sia.
Semestaku tidak pernah bohong...
Aku telah membuang jauh itu semua.
Lalu kini, aku menoleh lagi...
Aku membongkar semua hal yang semu kurasa manis kala itu.
Aku baca bait-perbait...
Aku hampir lupa segalanya.
Lalu satu buku membangunkanku dari tidur panjang...
Semua yang pernah kala itu aku rajut, tulis, dan tumpahkan.
Memang tak se sia-sia itu.
Aku benci akan masalalu tapi aku pun rindu.
Yang aku benci adalah selalu ada kata mundur yang lahir kerap ku ingat itu.
Hingga ketika aku terlalu bahagia kini.
Aku lupa bahwa aku pernah merasakan duka sendiri.
Aku berhasil melewati badai.
Dan aku bangun dengan melihat hari yang indah kedepannya.
Aku selalu berpikir bahwa kemarin aku sempat bodoh.
Melayang di atas garis khayal tanpa batas.
Setelah segalanya mendapat titik terang, aku mundur.
Setelah aku mengejar, aku terdiam.
Dan menoleh ke arah berlawanan, lalu mencari hidup baru.
Hingga kini, aku lupa bahwa aku pernah jera dengan luka.
Jakarta, 10 September 2019
12:14 A.M.
Gamal Johanes Perdana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar