Dia yang satu saat nanti adalah orang yang aku sayangi.
Bila mana semesta menghendaki.
Dan waktu pun tiba.
Segara itu ada dan mewarisi segala sifatku dan andini.
Aku akan menyayanginya dengan caraku.
Ini tentang dirinya...
Orang yang ku sebut pintar dan lincah.
Aku ingin dia menguasai namanya sendiri.
Orang yang banyak bicara dan pintar mengendalikan emosi.
Mandiri, tumbuh, dan mampu menembus prestasi kita.
Tumbuh menjadi lebih baik dari sejarah kami.
Beradab, tabah, serta bisa menjadi pemimpin.
Kelak satu saat nanti...
Kamu akan tumbuh dengan baik dan penuh dukungan dari kami.
Kamulah orangnya kelak...
Punya imajinasi dan akal yang cemerlang.
Kreatif dan menguasai segala ilmu.
Kamu adalah harapan kami berdua.
Kamu yang satu saat nanti akan membaca karya tulis kami.
Yang mengharapkanmu...
Untuk bisa menguasai semua sifat baik dari kita berdua.
Entah melankolis atau sanguinis.
Aku beri kebebasan kamu untuk memilih...
Jakarta, 07 September 2019
02:29 A.M.
Gamal Johanes Perdana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar