Aku hanya bisa memandangi redupnya api.
Api yang menjadi bara dan asap.
Entahlah...
Sudah bertubi-tubi cobaan yang datang.
Tak jua temukan titik terang.
Sudah bertahun tahun lamanya bersabar.
Tak jua ada kesan...
Dan yang terdengar hanyalah pesan dan janji.
Dimana malam ini...
Aku berada pada titik lelah dan mencari jalan lain.
Nestapa bagaikan ombak menghantam pasir.
Aku benci pada sang penebar janji.
Beribu pengharapan yang terbengkalai.
Semuanya membusuk.
Biar semesta yang mendengar doaku.
Aku benci pada manusia yang tak pernah melihat kebaikan.
Sukamantri, 25 juli 2020
04:56 A.M.
Gamal Johanes Perdana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar