Jumat, 09 Oktober 2020

Menunggu Matahari

Terduduk ditepi kanal yang damai.
Dimana tak ada benci yang tersisa.
Aku sangat menikmati suasana damai dalam jiwa.

Tak ada aturan yang mengikat.
Sungguh...
Ketika senja yang ku tunggu hadir dalam lamunan.
Ku putar musik damai...
Dan ku perhatikan cara matahari menutup sinarnya.

Yang kulihat melingkar jingga sempurna.
Tanpa awan, tanpa rona.
Nampak sempurna sore ini.
Yang ku tunggu dari 2 jam lalu.
Hanya akan hadir dengan sempurna pada menit terakhir.

Sungguh...
Hanya semesta yang berlaku adil pada diriku.
Dan hanya senja yang bisa menutup hari dengan damai.
Hingga gelap datang...
Aku bisa lebih tenang menghadapi segalanya.


Jakarta, 18 September 2020
05:42 P.M.
Gamal Johanes Perdana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar